Imbauan BPBD Sintang Antisipaai Musim Kemarau

Posted by On Februari 19, 2021

Sintang, Zonatengah.com. Kepala BPBD Kabupaten Sintang Bernhard Saragih mengimbau warga tetap berwaspada sesuai dengan pantauan cuaca BMKG bahwa saat ini mulai memasuki musim kemarau, meskipun memasuki musim kemarau antisipasi banjir, angin puting beliung dan tanah longsor juga msih tetap berjalan. 

“Karena kita dapat informasi juga bahwa hujan akan turun awal maret, siaga Batingsor tetap hidup,” ujar dia, Jumat (19/02/2021).

Untuk kesiapsiagaan Karhutla Bernard menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan rapat dengan stackholder yang akan di laksanakan pada Selasa, 23 Februari mendatang yang akan dipimpin oleh PLH Bupati. “Dalam rapat itu nanti kita akan menerima saran dari berbagai pihak termasuk BMKG, mungkin kita akan naikan status kita dari normal menjadi kesiapsiagaan," tambahnya.

Ia mengatakan hingga saat ini ada beberapa Kabupaten di Kalimantan Barat yang telah terjadi kebakaran hutan dan lahan, sedangkan di Kabupaten Sintang saat ini baru terdapat satu titik hotspot yang termonitor yaitu di Kecamatan Binjai, namun disana mungkin masih membuka lahan biasa.

Lanjutnya, pemerintah Kabupaten Sintang memiliki Peraturan Bupati yang mengijinkan masyarakat untuk membuka lahan, dengan mekanisme membuka lahan terkendali. “Dalam membuka lahan terkendali ini masyarakat harus membuat pernyataan kepada Kepala Desa kapan dia membakarnya, dan direkapitulasi oleh Kepala Desa nanti dikirim ke Camat setelah itu dari Camat baru ke Kepala BPBD sebagai monitoringnya,” tambah Bernhard lagi.

Kepada masyarakat jika ingin membuka lahan pada saat ini dirinya menegaskan agar membuka lahan dengan cara terkendali dengan luas maksimal 2 hektar dan jangan sampai menyebrang ke lahan tetangga atau pun hutan, terlebih harus memberikan laporan kepada Kepala Desa agar diberikan kontrol pengawasannya. 

Ia juga meminta kepada masyarakat Kabupaten Sintang untuk kearifan lokal agar tetap berjalan. “Membuka lahan dengan cara tidak membakar silahkan, membuka lahan dengan cara membakar sesuai dengan Peraturan Bupati juga silahkan, dan pada saat kesiapsiagaan nanti kita sama-sama mengontrol jangan sampai kita menerima bencana kabut asap,” pungkas dia. (Am)

Sekolah di Sintang Masih Belajar Daring

Posted by On Februari 19, 2021

Sintang, Zonatengah.com. Selama satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia, tentu saja sangat berdampak bagi kehidupan salah satunya dunia pendidikan, seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Lindra Azmar kepada Wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/02/2021), ia mengatakan mulai sejak Maret 2020 lalu virus corona melanda sistem belajar tatap muka sudah ditiadakan dan dilakukan belajar secara online/daring.

Lindra menyebutkan hal ini adalah merupakan persoalan berat bagi para Guru dan para peserta didik (Siswa), dikarenakan belajar dari rumah tentu harus didukung dengan sarana dan prasarana yang ada dan memadai. “Kami selalu, hampir setiap bulan rapat dengan K3S dan MKKS, termasuk pengawas bahwa mengevaluasi belajar dari rumah itu,” ujar dia.

Ia juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Sintang atas ijin Gubernur Kalimantan Barat, pernah mencoba pembelajaran tatap muka khusus kelas IX (Sembilan), “Sebagai tindak lanjut dari kementerian yang dibolehkan tatap muka zona kuning khusus kelas sembilan tapi kita baru mencoba sebagai model sekolah tatap muka yaitu SMP Negeri 1 Sintang dan SMP Panca Setya 2 Sintang dengan protokoler kesehatan yang ketat, Alhamdulilah berjalan lancar selama satu bulan setelah itu sintang ada penambahan kasus baru, atas ijin bapak Bupati kita minta of dan sampai sekarang masih of lah,” terangnya.

Kemudian lanjut Lindra melalui SK Kementrian Pendidikan dan Kebudayan beberapa waktu yang lalu dibolehkan untuk belajar tatap muka untuk zona kuning, dan keputusan tersebut juga diserahkan kepada Pemerintah Daerah. 

“Kalbar termasuk Kota Pontianak dan Singkawang belum mulai, ada beberapa teman-teman Kabupaten yang mencoba belajar tatap muka tapi baru sekolah-sekolah tertentu lah yang sudah siap belajar tatap muka. Sehingga untuk Sintang kit melihat perkembangan itu belum karena Covid yang tadi kita sempat, hijau, orange, kuning sampai saat ini kita belum tatap muka,” paparnya. (Red)

Disnaker Sintang Belum Terimas Laporan Karyawan PT ASL yang Positif Covid-19

Posted by On Februari 17, 2021

Sintang, Zonamedianews.com. Terkait adanya 3 orang karyawan PT ASL yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan saat ini sedang di isolasi. Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Ir. Arbudin mengatakan bahwa sejauh ini dirinya belum ada menerima laporan tersenut dari pihak perusahaan yang bersangkutan. Demikian ungkapnya saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (17/02/2021).

“Kita adalah Dinas yang membidangi ketenagakerjaan, dan ada bidang yang memandu terkait dengan persengketaan antara karyawan dan perusahannya, ini saya belum ada ketemu ya dengan staf saya yang menangani ini dan memang belum ada laporan juga dari pihak perusahan yang karyawannya terkonfirmasi Covid-19, mungkin mereka sudah menyampaikan ke badan penanggulangan tapi kita belum ada tembusan, dan memang belum ada laporannya di meja saya,” ujarnya.

Lanjut Arbudin, upah atau gaji adalah merupakan hak dari tenaga kerja, “Dan itu juga kita harus melihat kontrak kerja dari perusahan sejauh mana itu. Ini juga belum kita dalami, nanti saya perintahkan staf saya untuk menyelidiki itu, dan kita punya kewajiban melindungi hak-hak tenaga kerja sejauh mereka mengikuti aturan atau kontrak yang mereka lakukan dengan pihak berusahan, ini akan saya cek lah nanti,” tambah dia.

Selain itu Arbudin menambahkan terkait dengan edaran penanggulangan Covid, ada beberapa hal yang wajib di patuhi terutama dalam hal melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari harus sesuai dengan protokol kesehatan, “Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Ini adalah standar umum,” tegasnya.

Dirinya juga berharap agar pihak perusahan dapat menerapkan dan mematuhi hal tersebut, ia juga mengingatkan apabila ada indikasi karyawan yang terindikasi Covid-19 seperti ini, “Dalam aturan itukan jelas, mereka tidaklah langsung dirumahkan dan lai  sebagainya, tentu ada hak-hak yang harus dijamin oleh perusahan, karena ini musibah bukan kelalaian dari pekerja,” pungkas Arbudin. (Red)

Pelantikan Bupati Ditunda, Sekda Sintang Jabat PLH Bupati

Posted by On Februari 16, 2021

 

Sintang, Zonatengah.com. Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menunjuk Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah, sebagai Pelaksana Harian Bupati Sintang dengan mengeluarkan Surat Penunjukan dengan nomor:  131/0983/Pem-B tertanggal 16 Februari 2021. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, untuk Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Ketapang.  

Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia mengirim surat kepada 32 Gubernur di seluruh Indonesia termasuk Gubernur Kalimantan Barat. Pada surat yang ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah  Drs. Akmal Malik, M. Si tertanggal 3 Februari 2021 dengan nomor: 120/738/OTDA perihal Penugasan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Daerah.

Dasar surat tersebut adalah Pasal 78 ayat 2 huruf B Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Pasal 131 ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah yang menegaskan bahwa jika terjadi kekosongan jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah, maka Sekretaris Daerah akan melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah.

Dalam surat tersebut  Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik, menegaskan bahwa penunjukan Pelaksana Harian Kepala Daerah dilaksanakan untuk menjamin kesinambungan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang Bupati dan Wakil Bupati berakhir masa jabatannya pada 17 Februari 2021. Gubernur diminta menunjuk Sekretaris Daerah sebagai Pelaksana Harian Bupati. 

Dengan penunjukan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah, sebagai Pelaksana Harian Bupati Sintang oleh Gubernur Kalimantan Barat tersebut dan berakhirnya masa jabatan  Jarot Winarno, sebagai Bupati Sintang dan Askiman, sebagai Wakil Bupati Sintang periode 2016-2021 pada Rabu, 17 Februari 2021. Pemkab Sintang juga akan melaksanakan serah terima memori jabatan. (Red)

Nama Bupati Sintang Dipakai Buat Akun Bodong

Posted by On Februari 16, 2021

  


Sintang, Zonatengah.com. Jagat dunia maya diramaikan dengan munculnya akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Bupati Sintang  Jarot Winarno, dari pelacakan akun tersebut, terlihat akun facebook yang menyebut dirinya Jarot Winarno tersebut masih sangat baru, dan dibuat sekitar 3 hari yang lalu. 

Bupati Sintang Jarot Winarno, menanggapi akun palsu tersebut menyampaikan rasa kesal dan menyayangkan hal tersebut. “saya sangat menyayangkan munculnya akun palsu atas nama saya. Lalu minta-minta duit bahkan membuat postingan yang seolah-olah saya bisa mengatur penerimaan CPNS,” terangnya.

“Dua pelaku sebelumnya yang pernah membuat akun palsu mengatasnamakan saya, sudah diproses. Saya berharap orangnya tidak sama karena sudah diproses. Meskipun kita menduga pelakunya sama dengan yang akun pertama dan kedua. Saya mohon bantuan teman-teman di Polres Sintang untuk memproses kejadian ini. Dan kepada seluruh masyarakat agar jangan percaya atas postingan ataupun permintaan dari akun facebook tersebut,” tambahnya lagi.

“Saya yakin masyarakat sudah mengenal saya dengan sangat baik. Dan saya tidak pernah minta uang kepada masyarakat. Yang ada malah kita banyak membantu masyarakat yang susah. Saya menegaskan, saya tidak punya akun facebook sama sekali. Saya hanya punya akun instagram dan twitter saja,” tegas Jarot.

Dua hari terakhir, beredar satu akun facebook mengatasnamakan Jarot Winarno dengan bergambar profil Bupati Sintang  Jarot Winarno, menggunakan jersey klub asal Inggris yakni Manchester United. Diduga, akun tersebut baru dibuat pada 13 Februari 2021 yang lalu dan langsung membuat postingan tentang penerimaan CPNS. Setelah ditelusuri, ada beberapa tokoh penting yang sudah berteman dengan akun palsu tersebut. (Red)

Tunggu SK Kemendagri Pelantika Bupati Terpilih Ditunda

Posted by On Februari 16, 2021

Sintang, Zonatengah.com. Pelantikan  Jarot Winarno, dan Sudiyanto, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sintang terpilih yang akan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, SH. M. Hum di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Rabu, 17 Februari 2021 sudah di tunggu oleh 418.785 jiwa penduduk Kabupaten Sintang dinyatakan ditunda. 

Hal tersebut dipastikan sejak Senin, 15 Februari 2021 melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Dalam pesan yang dengan cepat menyebar ke smartphone masyarakat tersebut menyebutkan bahwa  Akmal Malik, sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri sudah memimpin rapat di Jakarta dan hasilnya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih di seluruh Indonesia yang merupakan hasil pilkada pada 9 Desember 2020 ditunda. 

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih  yang rencana tanggal  17 Februari 2021 diundur sampai dengan akhir bulan  Februari tahun 2021, dengan 2 ( dua ) opsi langsung pelaksanaan pelantikan di ibu kota propinsi atau virtual nanti di masing-masing kabupaten. Demikian bunyi pesan yang menyebar ke seluruh Indonesia tersebut termasuk ke Kalimantan Barat dan Kabupaten Sintang.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia akan mengirim surat resmi soal jadwal pelantikan khususnya penentuan tanggal pelantikan akhir Februari 2021. Namun, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dalam postingan di media sosial facebook Bang Midji, menyebutkan bahwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati untuk lima kabupaten yakni Sintang, Bengkayang, Melawi, Kapuas Hulu dan Ketapang akan dilakukan pada 25 Februari 2021. Hanya saja  Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, belum menyebutkan proses pelantikan secara virtual atau berkumpul di Pontianak sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Barat. 

Pihak Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia juga akan segera mengeluarkan petunjuk teknis pelantikan baik secara virtual atau disatukan di ibu kota provinsi Kalimantan Barat. Jika Kemendagri memutuskan pelantikan dilakukan secara virtual, maka petunjuk teknis akan sangat detail mengingat baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia.Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat membenarkan penundaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

“Berdasarkan informasi yang kita terima dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Kemendagri, penundaan disebabkan oleh adanya   belum selesainya penyusunan surat keputusan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati terpilih serta surat keputusan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021. Belum selesainya SK tersebut disebabkan oleh adanya daerah-daerah yang terlambat mengusulkan. Gubernur juga diminta  menunjuk Sekretaris Daerah definitif atau Pj Sekretaris Daerah sebagai  Pelaksana Harian Bupati. Dan untuk Kabupaten Sintang sudah dipastikan Ibu Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang ditunjuk oleh Gubernur Kalimantan Barat sebagai Pelaksana Harian Bupati Sintang sampai Bupati dan Wakil Bupati Sintang terpilih dilantik oleh Gubernur Kalimantan Barat,” terang Syarief Yasser Arafat.

Eman Kurniawan Kasubbag Administrasi Pemerintahan Bagian Tata Pemerintahan Setda Sintang menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang juga bergerak cepat menyikapi penundaan pelantikan tersebut. 

“Dengan ditunjuknya Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang  Yosepha Hasnah, sebagai Pelaksana Harian Bupati Sintang, maka Pemkab Sintang akan melaksanakan acara penyerahan memori jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sintang Masa Bhakti 2016-2021 kepada Pelaksana Harian Bupati Sintang pada Rabu, 17 Februari 2021 pukul 10.00 WIB di Pendopo Bupati Sintang,” terang Eman Kurniawan. (Red)


Perkembangan Covid-19, Ini Kata Kadinkes

Posted by On Februari 15, 2021

 

Sintang, Zonatengah.com. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harysinto Linoh menjelaskan bahwa hingga saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Sintang masih dalam keadaan naik turun, ujar Sinto kepada Wartawan saat ditemui di ruang Kerjanya, Senin (15/02/2021).

Dikatakan Sinto hingga saat ini yang mejalani isolasi khusus sebanyak 7 orang sedangkan yang di rawat dan diisolasi di rusun sebanyak 71 orang. “Kita juga sudah memulai untuk vaksinasi Covid, kita lihat dulu ni kenapa Covid di Sintang terus nambah, trandnya tetap naik nggak turun juga nggak,” ujar dia.

Menurut Sinto kebanyakan kasus yang terkonfirmasi adalah orang yang telah melakukan perjalanan keluar kota atau daerah-daerah yang memiliki resiko tinggi Covid-19. “Yang terkonfirmasi ini rata-rata mereka yang melakukan perjalanan ke luar kota seperti ke Jakarta, Pontianak dan lainya,” ujar Sinto.

“Atau mereka ada kedatangan keluarga atau tamu yang dari luar Sintang. Oleh sebab itu saya mengimbau kepada masyarakat Sintang yang tidak punya kepentingan mendesak udahlah diam-diam aja di Sintang bukan berarti ini kita mau memutus hubungan keluarga ya, kalau hanya sebatas keluarga mau datang berkunjungkan lewat telepon atau vidio call bisa lah,” tambahnya.

Sedangkan Untuk Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sintang untuk tahap pertama dan dosis pertama Sinto menjelaskan vaksinasi tersebut di prioritaskan untuk tenaga kesehatan atau (Nakes). Menurutnya Vaksinasi berdasarkan KPC Pen atau data-data dan daftar Nakes yag telah masuk kedalam sistem, dengan jumlah yang sudah di vaksinasi sebanyak dua ribu sembilan belas Nakes atau sekitar 85,73%.

“Ada beberapa yang belum divaksinasi terutama karena Sakit, dan juga awalnya katanya yang sudah pernah positif tidak boleh divaksinasi. Sekarang indikasi dari perkumpulan ahli penyakit dalam yang pernah positif lebih dari tiga bulan boleh divaksinasi. Kemudian untuk ibu menyusui awalnya tidak divakasinasi kemudian minggu lalu keluar edaran dari kementerian yang menyusui boleh divaksinasi, jadi sekarang ini yang tidak boleh divaksinasi hanya orang-orang yang memiliki penyakit auto imun, dan ibu hamil sedangkan untuk yang lansia lebih di prioritaskan untuk Nakes,” tandasnya.

Lanjutnya setelah ini akan dilakukan vaksinasi tahap pertama dosis yang kedua. Ia juga memperkirakan pada akhir Februari ini kemungkinan vaksin datang lagi akan dilakukan vaksinasi terhadap tenaga-tenaga ASN, pejabat publik seperti para DPRD dan TNI-Polri serta para Supir, termasuk para pedagang pasar dan para Guru yang saat ini masih dilakukan pendataan.

“Mudah-mudahan akhir bulan atau awal Maret kita sudah mulai Vaksinasi tahap kedua dosis pertama. Kalau untuk Nakes minggu ini tepatnya besok kita akan mulai vaksinasi tahap pertama dosis kedua” ucapnya.

Ia juga menjelaskan untuk kasus Covid-19 yang merupakan karyawan PT Agro Sukses Lestari (ASL) terdapat tiga orang konfirmasi positif yang sudah menjalani Swab Antigen yang saat ini ketiganya sedang menjalani isolasi. “ya untuk karyawan PT ASL ada tiga yang konfirmasi positif, kini sedang kita isolasi di rusun,” ujar Sinto.

Pihaknya juga telah melakukan traising kepada perusahaan tersebut dan Puskesmas juga telah melakukan pengecekan apakah protokol kesehatan benar-benar diterapkan disana. Sedangkan untuk Vaksinasi khusus perusahaan akan dilakukan secara mandiri. “Intinya mereka yang positif telah kita isolasi dan untuk perusahan juga telah kita minta work from jadi tidak full lagi karyawan masuk,” pungkasya. (Andi)

DPRD Sintang Umumkan Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Posted by On Januari 26, 2021

 

Sintang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sintang terpilih 2020, dan pengumuman akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sintang periode 2016-2021, di ruang sidang utama DPRD Sintang, Selasa (26/01/2021).

Rapat dipimpin Ketu DPRD Sintang Florensius Ronny, didampingi dua Wakil Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward dan Heri Jambri. Turut Hadir Bupati Sintang Jarot Winarno beserta jajaran Forkopimda dan Para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Saat memimpin sidang paripurna Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny mengatakan berdasarkan keputusan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka Bupati dan Wakil Bupati Sintang terpilih pada Pilkada serentak 2020 adalah Jarot Winarno sebagai Bupati dan Sudiyanto sebagai Wakil Bupati. Sedangkan masa akhir jabatan Jarot Winarno dan Askiman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sintang periode 2016-2021 akan berakhir pada 17 Februari mendatang.

Dikatakan Ronny seluruh persyaratan pemberhentian dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Sintang akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dengan melalui Gubernur Kalimantan Barat.

“Mengenai persyaratan pemberhentian dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Sintang akan kita sampaikan kepada Menteri Dalam Negeri agar diterbitkan surat Menteri Dalam Negeri tentang pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Sintang periode 2016-2021 dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Sintang periode 2021-2021,” ujat Ronny. (Red)

Jarot Hadiri Paripurna Pentapan Bupati dan Wakil Bupati Sintang

Posted by On Januari 26, 2021

 

Sintang. Bupati Sintang  Jarot Winarno, menghadiri sidang rapat paripurna DPRD Sintang terhadap pengumuman penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dan pengumuman akhir masa jabatan Bupati Sintang periode 2016-2021 di Ruang Rapat DPRD Sintang pada Selasa (26/01/2021).

Usai Ketua DPRD Sintang Florensius Roni mengumumkan penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dan pengumuman akhir masa jabatan Bupati Sintang periode 2016-2021, Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, menyampaikan bahwa pada tanggal 17 pebruari 2016 yang lalu, dirinya bersama saudara Wakil Bupati  Askiman, dilantik dan mengemban amanah memimpin Kabupaten Sintang untuk periode 2016-2021. 

“Kami menawarkan visi pembangunan daerah, yaitu terwujudnya masyarakat Kabupaten Sintang yang cerdas, sehat, maju, sejahtera dan religius didukung penerapan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Visi tersebut di pertajam ke dalam 6 prime mover pembangunan daerah seperti tertuang  dalam dokumen RPJMD Kabupaten Sintang periode 2016-2021” terang Bupati Sintang.

Dikatakan Jarot mulai sejak awal dilantik hingga saat ini, dirinya bersama Askiman selaku Wakil Bupati terus bekerja keras membangun Kabupaten Sintang. Hasil-hasil pembangunan daerah sejak tahun 2016 hingga 2020 terus diperbanyak,  dan diperluas serta di tingkatkan mutunya, sehingga terus membawa dampak positif bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.

“Kami tidak memungkiri masalah dan hambatan selalu ada dalam membangun kabupaten sintang. Masalah kualitas SDM,  masalah kondisi geografis, masalah sosial ekonomi, masalah daerah perbatasan,  masalah harga karet dan TBS sawit yang fluktuatif, serta di ujung pengabdian kami, kita dihadapkan oleh masalah pandemi covid 19 yang sangat menguras energi kita hingga saat ini. Kami berpikir bahwa semua masalah tersebut, tidak boleh melemahkan semangat kita untuk membangun kabupaten sintang. justru masalah tersebut terus memacu kita untuk terus bekerja keras dan cerdas memajukan Kabupaten Sintang,” tambahnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Sintang Florensius Roni menyampaikan bahwa dasar dari pengumuman penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dan pengumuman akhir masa jabatan Bupati Sintang periode 2016-2021 adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati wakil bupati, dan walikota/wakil walikota. 

“Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang telah kami bacakan diatas maka Bupati dan Wakil Bupati Sintang terpilih periode 2021 sampai dengan 2026 adalah saudara Jarot Winarno, sebaga Bupati Sintang dan saudara Sudiyanto, SH sebagai Wakil Bupati Sintang. Saya juga perlu menginformasikan bahwa anggota DPRD yang hadir pada rapat paripurna hari ini sesual dengan daftar hadir yang telah ditanda tangani oleh para anggota dewan sebanyak 25  orang dari 40 orang jumlah anggota DPRD Kabupaten Sintang,” terang Florensius Roni. (Red)

Jarot-Askiman Pamit Kepada Masyarakat Sintang

Posted by On Januari 26, 2021

 

Foto Istimewa

Sintang, Zonamedianews.com. Bupati Sintang Jarot Winarno, menghadiri sidang rapat paripurna DPRD Sintang terhadap pengumuman penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dan pengumuman akhir masa jabatan Bupati Sintang periode 2016-2021 di Ruang Rapat DPRD Sintang pada Selasa (26/01/2021). 

Dihadapan pimpinan dan anggota DPRD Sintang, Forkopimda, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Bupati Sintang Jarot Winarno, menyampaikan pamit kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang diujung pengabdian masa jabatan Bupati Sintang dan Wakil Bupati Sintang periode 2016-2021. 

“Tanpa terasa perjalanan waktu telah mengantarkan saya dan Wakil Bupati periode 2016-2021 berada di ujung pengabdian kami,” kata Jarot.

Lanjut Jarot, karena mendengar aspirasi banyak pihak dan merasa masih banyak janji yang harus saya dipenuhi kepada masyarakat, maka dirinya memutuskan untuk maju kembali sebagai calon Bupati Sintang untuk periode 5 tahun berikutnya. 

“Pada tanggal 9 Desember 2020, kita berhasil melaksanakan pilkada serentak secara aman, damai dan lancar. Tercatat sekitar 82% masyarakat Sintang datang ke TPS dan mencoblos calon pemimpinnya berdasarkan prinsip luber dan jurdil,” tambah Jarot.

“kita patut berbangga bahwa perhelatan politik lokal yang besar ditengah pandemi covid 19, berjalan dengan tertib, lancar dan damai serta aman covid 19. Pada tanggal 22 januari 2021 yang lalu, KPUD telah menggelar sidang pleno penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil pilkada serentak Kabupaten Sintang tahun 2020. Kemudian dilanjutkan dengan sidang paripurna DPRD Kabupaten Sintang pada hari ini, sebagai bahan usulan ke pemerintah untuk dilakukan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sintang terpilih,” timpalnya.

“Saya bersama saudara Sudiyanto, diberi kepercayaan oleh masyarakat Kabupaten Sintang untuk melanjutkan amanah memimpin Kabupaten Sintang pada periode berikutnya. Kami berharap kemenangan kami ini adalah kemenangan kita semua, dan menjadi modal politik kita untuk terus membangun Kabupaten Sintang di masa depan. Sekarang saatnya kita saling bergandengan tangan, bahu membahu dan bekerjasama membangun Kabupaten Sintang. Persaingan politik sudah selesai, dan inilah saatnya kita harus melangkah pada pemenuhan janji demokrasi yang hendak mensejahterakan masyarakat kita” ajak Jarot. (*)

Bupati Sintang Hadiri Rakor Persiapan Pembangunan 2021

Posted by On Januari 25, 2021

 

Sintang. Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Pembangunan Tahun Anggaran 2021 Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang, Senin (25/01/2021) pagi. Rapat ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sintang Kartiyus, SH, M.Si.

Mengawali kegiatan itu, Kartiyus mengungkapkan bahwa saat ini IPM Kabupaten Sintang berada pada 7 besar IPM tertinggi, namun masih berada di bawah IPM Provinsi Kalimantan Barat. “Kabupaten Sintang merupakan IPM kelompok Sedang” tambahnya.

“Hingga Agustus 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Sintang berada pada posisi ke-6 terbesar di Kalimantan Barat.  Namun, Persentase kemiskinan kabupaten Sintang pada maret 2020 sebesar  9,27% atau menurun 0,38% dibandingkan maret 2019. Kondisi ini belum menggambarkan dampak pandemi COVID-19,” ungkap Kartiyus.

”PDRB per kapita Kabupaten Sintang tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 8,08% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran per kapita Kabupaten Sintang juga mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Pada Desember 2020 terjadi inflasi sebesar 0,98 di Kabupaten Sintang. Gini Ratio pada tahun 2020 sebesar 0.26,” jelas Kartiyus.

Kartiyus juga mengungkapkan bahwa Prioritas Pembangunan Tahun 2022 yaitu Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Peningkatan Infrastruktur, Peningkatan Sumber Daya Manusia, Pemulihan Ekonomi dan Sintang Berkelanjutan.

“Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan terdapat 2 program yaitu Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan Dan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Pembinaan Keluarga Berencana (KB),” ungkap Kartiyus.

Sedangkan untuk Peningkatan Infrastruktur, Kartiyus mengungkapkan terdapat 7 (tujuh) program di dalamnya yaitu Program Penyelenggaraan Jalan, Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), Program Pengembangan Permukiman, Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Drainase, Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ), Program Pengembangan Sistem Dan Pengelolaan Persampahan Regional dan Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Untuk Peningkatan Sumber Daya Manusia terdapat 4 program yaitu Program Pengembangan Kebudayaan, Program Pelestarian Dan Pengelolaan Cagar Budaya, Program Pengelolaan Pendidikan, dan Program Pelatihan Kerja Dan Produktivitas Tenaga Kerja.

“Selain itu, Untuk Pemulihan Ekonomi terdapat 10 program, yaitu Program Pengembangan UMKM, Program Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian, Program Penyediaan Dan Pengembangan Prasarana Pertanian, Program Pengelolaan Sumber Daya Ekonomi Untuk Kedaulatan Dan Kemandirian Pangan, Program Pengelolaan Perikanan Budidaya, Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata, Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Pemanfaatan Dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, Program Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan, Program Pengembangan UMKM, dan Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil, Dan Usaha Mikro (UMKM),” ungkap Kartiyus.

“Sedangkan, untuk Sintang Berkelanjutan terdapat 5 program yaitu PROGRAM Pengendalian Pencemaran Dan/Atau Kerusakan Lingkungan Hidup, Program Pengelolaan Persampahan, Program Penanggulangan Bencana, Program Informasi Dan Komunikasi Publik, dan Program Penyelenggaraan Penataan Ruang,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, Jarot mengatakan bahwa tema RKPD tahun 2022 adalah “Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Infrastruktur Dan Sumber Daya Manusia Dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Menuju Sintang Yang Berkelanjutan”. “Tahun 2022 adalah tahun pertama RPJMD 2022 -2026, beruntung visi misi bupati sama dengan yang lalu, bedanya terminologi masyarakat sintang yang maju kita tambah dengan lestari, berkelanjutan,” ungkap Jarot.

Jarot juga mengungkapkan bahwa Tema besar tahun ini dan tahun depan itu masih sama, yaitu menjaga sintang dari corona melihat pandemi covid-19 belum juga berakhir. “Sektor kesehatan masih mendapat prioritas,” jelasnya.

“Kita harus mulai berpikir untuk memulihkan pembangunan infrastruktur, tujuannya agar ekonomi di pedesaan tumbuh, kegawatdaruratan kita atasi, supaya konektivitas pedalaman-pedalaman baik dalam rangka memberikan bantuan karena corona, putusnya akses,  dan logistik yang kurang, dapat segera diatasi. Proyek pemerintah kita butuhkan sebagai pemompa utama ekonomi di pedesaan” ungkapnya.

Selain itu Jarot juga mengungkapkan bahwa Pada tahun 2019, perekonomian Kabupaten Sintang mengalami perlambatan. Tiga kelompok terbesar penyusun struktur ekonomi Kabupaten Sintang adalah sektor pertanian, perdagangan dan konstruksi. 

“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sintang saat ini minus, namun diantara minusnya pertumbuhan ekonomi, terdapat 4 sektor yang masih positif tumbuh yaitu sektor yang berkaitan dengan komunikasi, sektor pertanian dan perkebunan, sektor yang berkaitan dengan dana-dana pemerintah & sektor kesehatan,” tambah Jarot.

Pada kesempatan itu juga, Dra. Yosepha Hasnah, M. Si mengingatkan agar dalam penyusunan RPJMD khususnya untuk periode kedua,  Bapenda dapat berkoordinasi dengan inspektorat dan bagian organisasi.

“Sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan periode kemarin masih sangat kurang, namun ada beberapa opd yang mengalami peningkatan yaitu inspektorat, BKPSDM, SETDA, Dinas Pemdes & BPKAD, diluar itu nilainya masih CC. OPD harus mempelajari konsistensi perencanaan program kegiatan masing-masing & pelaksanaannya,” timpalnya.

Yoshepa juga mengingatkan agar kepala OPD mengecek SK PPTK sesuai dengan APBD perubahan.  “Tahun 2020 kita mengalami recofusing dan perubahan penjabaran sebanyak 9 kali,itu berdampak pada nilai kegiatan. Saya mohon kepada  kepala OPD untuk mengecek apakah SK PPTK sudah direvisi menyesuaikan dengan APBD perubahan,” ungkapnya.

Selain itu Yosepha juga mengingatkan kepada OPD Kabupaten Sintang untuk melaporkan LHKPN dan LHKASN. “Untuk kewajiban sebagai PNS, saya ingatkan agar jangan lupa untuk melaporkan LHKPN & LHKASN,” tutupnya.

Turut hadir pada kegiatan ini Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus Jukardi, S.Pd. M.AP dan unsur OPD lainnya.

Jarot Resmikan Pesantren Baitul Qur'an

Posted by On Januari 25, 2021

  

Sintang. Di tandai dengan pemecahan kendi, Bupati Sintang, Jarot Winarno, di dampingi Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf. Eko Bintara Saktiawan, meresmikan Pondok Pesantren Baitul Qur'an, di Dusun Nenak Tembulan, Desa Marti Guna, Kecamtan Sintang, Minggu (24/01/2021) pagi.

Turut hadir juga, Ketua MUI Kab. Sintang H. Ulwan, perwakilan Kemenag Kab. Sintang, Ketua STAIMA Ma'rif Sintang Ustadz Muhammad Faisal, Ketua LPTQ Kabupaten Sintang H. Rasyid, Ustadz Muhammad Hedi, Ustadz Rifky, Pengasuh Ponpes Baitul Qur'an Ustadz Ghufron dan tamu undangan lainnya. 

Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Qur'an, Ustadz Ghufron mengatakan ponpes yang ia kelola ini berkonsep petuah (pesantaren sabtu-ahad). Dimana para santri itu datang pada sabtu pagi dan pulang pada minggu pukul 10.00 wib. 

“Kita itu awalnya santri datang ba'da dzuhur hari sabtu, namun karena mereka yang ingin belajar agama minat cukup tinggi, jadi mereka datangnya sabtu pagi, dan pulang minggu pukul 10.00 wib. Kalau sekarang sore jumat juga sudah ada yang datang santrinya,” ujarnya Ghufron.

Sehingga itulah kata Ghufron, niat membuka ponpes baitul qur'an ini ialah untuk melayani mereka yang ingin belajar dan mendalami agama islam yang bersifat pesantren. 

“Disini ponpes sudah banyak bahkan dekat sini juga ada, sehingga kalau saya buat pesantren seperti konsep pesantren biasanya tidak ada yang bisa mengelola secara full. Sehingga kami buat ponpes ini berkonsep sabtu-ahad,” kata Ghufron.

“jadi disini orang-orang yang ingin belajar agama, tetapi tidak sempat lagi mondok full karena sudah ada kegiatan misalnya sekolah mengambil jurusan yang tidak ada di pesantren. Sehingga kami namakan ponpes ini baitul qur'an,” tambah Ghufron.

Ghufron menambahkan untuk saat ini konsentrasi materi pelajaran santrinya di Al Qur'an dahulu. Kedepan rencanakan juga akan diajarkan kitab kuning untuk para santrinya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno, mengatakan sangat menyambut baik adanya Pondok Pesantren Baitul Qur'an yang di resmikan ini.  Mengigat juga pemerintah daerah memiliki tujuan ingin terus meningkatkan religiusitas umat bergama melalui kegiatan-kegiatan yang mengajarkan agama secara terus menerus bagi umat. 

“Gairah umat islam untuk membangun sarana ibadah, pondok, masjid dan sarana kegiatan agama lainnya luar biasa. Sehingga kita patut bergembira dan kita dukunglah,”ucap Jarot.

“Inikan konsepnya sabtu ahad, jadi kesempatan mereka yang nda bisa mondok full bisa belajar Al Qur'an, mendalaminya di tempat ini. Kita selaku pemda sangat menyambut baik. Tentukan ini sangat bermanfaat untuk membetuk umat yang religius sesuai tujuan kita,” kata Jarot.

Selain itu juga, lanjut Jarot, ini merupakan kesempatan untuk menyiapkan santri-santri yang nantikan bisa mewakili kontingen Kabupaten Sintang di tingkat MTQ Provinsi Kalbar yang nanti akan di gelar di Sintang november 2021 mendatang.

“Saya sangat menyambut baik saat ini LPTQ Kabupaten Sintang sudah bekerjasama dengan sejumlah ponpes untuk menyiapkan santri-santri yang nantikan akan mewakili Kabupaten Sintang di MTQ Provinsi bahkan sampai tingkat nasional,” tutup Jarot. (*)

Sekda Prihatin Terhadap Ruas Jalan yang Jalan Rusak

Posted by On Januari 24, 2021

  

Sintang.Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, juga mengaku sangat prihatin dengan kerusakan jalan akibat curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini yang menyebabkan kelangkaan sembako di Ketungau Hulu, Kayan Hulu, Sepauk dan Tempunak.

Dikatakannya, hal tersebut memang sudah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sintang, namun untuk mengatasi permasalahan tersebut tentu harus bertahap dan juga mengingat saat ini keterbatasan anggaran merupakan masalah utama Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menyelesaikannya.

“Akibat dari jalan yang rusak beberapa Kecamatan di Kabupaten Sintang mengalami kelangkaan sembako akibat sulitnya masuk transportasi untuk membawa pasokan sembako,” ujarnya, Sabtu (23/01/2021).

Lanjutnya, peristiwa kelangkaan sembako yang terjadi di wilayah perbatasan beberapa hari yang lalu sangat mengetuk hati dirinya, sebab meskipun ada pasokan sembako namun harganya melambung tinggi sehingga masyarakat setempat merasa kesulitan.

“Saya sangat prihatin dengan kelangkaan sembako yang terjadi di daerah perbatasan beberapa hari belakangan ini. Saya sudah kumpulkan Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, dan Tim Anggaran. Tujuannya untuk melakukan pemetaan kegiatan pembangunan jalan yang pembiayaannya dari Dana Alokasi Khusus. Yang tidak didanai, kita mendata titik mana saja yang sangat parah. Kita petakan lalu kita dorong agar Coorporate Social Responsibilty (CSR) seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Sintang diarahkan untuk perbaikan infrastruktur kita yang mengalami kerusakan parah dan tidak bisa dilalui. Sisanya kita prioritaskan tahun anggaran 2022,” pungkasnya. (Andi)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *