Askiman Hadiri Pelantikan Pengurus Persatuan Dayak Linoh

Posted by On September 28, 2020

 

Sintang, Zonatengah.com. Persatuan Dayak Linoh kabupaten sintang,mengadakan pelantikan kepengurusan pada hari minggu(27/09/20) di gedung kesenian Batu Linoh,yang juga merupakan sekretariat Persatuan Dayak Linoh kabupaten sintang,yang beralamat di Desa Nobal jl.sintang-nanga pinoh KM.36 Kecamatan Sungai Tebelian,Kabupaten Sintang.

Dalam acara tersebut Aksiman M.M selaku pembina Dewan Adat Dayak kabupaten Sintang,turut hadir serta menyampaikan sambutan

Dalam sambutannya Askiman menyampaikan"pada masa perkembangannya masyarakat Dayak, telah banyak sekali Organisasi yang bernuansa suku Dayak ini yang sudah bertumbuh dan sudah berkembang. untuk pada tingkat internasional kita sudah terbentuk internasional Dayak justice Consul. yaitu lembaga ke temanggungan Adat Dayak   internasional, itu sudah terbentuk,” jelas Askiman.

Lalu Askiman juga menambahkan organisasi internasional lainnya yang membentuk adalah Dayak Internasional Organisasi yang di ketuai Oleh Datok Jeffri Katingan Dari Sambas Yang Sekarang merupakan wakil menteri pariwisata.

Lanjut Askiman, dengan Kekuatan Dua Organisasi ini, perlu kita sebagai masyarakat ketahui bahwa di dunia internasional di PBB Dayak sudah diakui sebagai anggota tetap PBB yang mewakili dari suku bangsa Dayak.

Untuk Nasional Askiman Menambahkan Dewan Adat Dayak sudah lama berdiri, Dewan adat Dayak secara nasional yang disebut sebagai majelis adat Dayak nasional, cikal bakal nya bukanlah dari daerah lain, yaitu dari Kabupaten Sintang sendiri yang didirikan pada tahun 89, seiring berkembang nya waktu terbentuklah dewan Adat Dayak provinsi dan terus berkembang sehingga menjadi Dewan Adat Dayak Nasional, Namun Setelah dalam Masa perkembangannya Berubah lagi menjadi Majelis Hakim Adat Dayak Nasional yang tujuan nya adalah mempersatukan Masyarakat Adat Dayak Kabupaten Sintang berkembang ke tingkat provinsi dan Nasional Hingga Internasional.

“Tngkat perkembangan dan pertumbuhannya disesuaikan dengan daripada maksud dan tujuan dari pendirinya adalah untuk mempersatukan masyarakat Dayak yang ada di Kabupaten Sintang dan sudah meningkat secara provinsi dan bahkan tingkat nasional mengimpor menginventarisasi adat istiadat Dayak, hak kepemilikan masyarakat Dayak, tanah tanah adat. adat istiadat dan kebudayaan Dayak pada masa itu,” jelas Askiman.

Askiman juga Mengatakan  bangga dengan masyarakat Dayak adat Linoh ini membentuk sebuah lembaga untuk mempersatukan diri.

“Saya yakin Pembentukan Organisasi seperti ini Bukanlah upaya untuk memecah Belah,Tetapi Justru kita memberikan Satu Roh Dan Semangat Yang Baru, untuk mempersatukan diri kita, menggali apa yang harus nya dan sebisanya kita perbuat untuk masyarakat Dayak itu sendiri, dan organisasi ini terbentuk tidak akan ada apa-apanya jika sumber daya manusianya para pelaku organisasi itu tidak membangunkan membangkitkan semangat yang tercantum di dalam satu kesepakatan bersama, Mau di mau kemana organisasi ini yang telah tertuang di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya, dengan demikian kita perlu mengenal lembaga-lembaga adat Dayak yang sudah adanama Oleh sebab itu secara nasional untuk lembaga ke temanggungan dan untuk kita ketahui sampai hari ini belum kita lakukan pembenahan sampai pada tingkat pedesaan oleh karena kita sudah mulai terdaftar di Kemenkumham, tapi kita belum menerima rekomendasi keputusan sebagai sebuah lembaga yang secara nasional yang harus memiliki kekuatan legalitas formal yang akan kita lakukan, dan ternyata lembaga-lembaga adat Dayak yang ada di Indonesia ini juga tidak memiliki legalitas formal dari menkumham dan itu kiranya perlu menjadi sebuah perhatian kepedulian kita sehingga organisasi kita tidak dianggap sebagai organisasi yang liar,” tegas Askiman.

Askiman kembali menambahkan, nantinya akan terbentuk mahkamah Hakim adat Dayak nasional di setiap provinsi dan sekarang sudah mulai terbentuk dan pada tingkatannya akan terbentuk di kabupaten dan bahkan sampai pada tingkat pedesaan dalam rangka pembinaan dan penegakan supremasi hukum adat Dayak itu sendiri, “karena kita tidak mau disebut Hakim adat Dayak temanggung atau sebutan apapun yang disebut sebagai Hakim liar,” tambah Askiman.

Lanjut Askiman, organisasi persatuan orang Melayu hadir pada saat ini, ini sudah menunjukkan keberagaman kita di Kabupaten Sintang, dan menunjukkan bahwa kita mampu untuk mempersatukan diri pada saat ini dan saya berharap jangan kita sentuh persoalan identitas hukum, perbedaan itu adalah merupakan warna yang indah di dalam negeri kita dan kita yang memilikinya, Indonesia memiliki kekayaan itu hargai dan bangga kita sebagai setiap suku Oleh karena itu adalah identitas kita sebagai orang tua kita, ibu yang mengandung kita dan melahirkan kita terbentuklah identitas kita dalam bentuk suku.  yang berikutnya adalah persoalan agama dan kepercayaan itu jangan kita sentuh. berjalan di atas kebenaran pada diri kita sendiri sesuai dengan keyakinan kita masing-masing dan tidak kita lakukan dengan mempertaruhkan, "agamamu yang tidak baik dan agamaku yang baik",  tetapi semua baik semua yang bermanfaat dan semuanya berguna.Begitu juga dengan Agama Dayak, jangan kita katakan agama Dayak itu Kafir, karena dia memiliki Tuhan, prosesi dan keyakinannya sendiri." pinta Askiman. (LMB Group)

Pelantikan Pengurus Persatuan Dayak Linoh Masa Bakti 2019-2024

Posted by On September 28, 2020

 

Sintang, Zonatengah.com. Persatuan Dayak Linoh kabupaten sintang,mengadakan pelantikan kepengurusan pada hari minggu(27/09/20) di gedung kesenian Batu Linoh,yang juga merupakan sekretariat Persatuan Dayak Linoh kabupaten sintang,yang beralamat di Desa Nobal jl.sintang-nanga pinoh KM.36 Kecamatan Sungai Tebelian,Kabupaten Sintang.

Acara di buka dengan menyanyikan lagu  Indonesia Raya kemudian di lanjutkan dengan lagu Dayak Linoh Bersatu; dalam kegiatan tersebut,tampak hadir tokoh adat,tokoh agama,beberapa anggota DPRD kabupaten Sintang,dan turut hadir beberapa orang perwakilan dari organisasi Orang Melayu Sintang serta masyarat sekitar; acara di laksanakan dengan tertib serta  mengutamakan protokol kesehatan.


Dalam sambutannya Ketua Harian Persatuan Dayak Linoh, Lengkiat S.Sos menyampaikan,sebenarnya Dayak Linoh sebetulnya tidak ketinggalan dari dayak-dayak lainnya namun kita tidak nampak,karena kurangnya persatuan,namun dengan hadirnya Persatuan Dayak Linoh ini kita harapkan Dayak Linoh ini bisa menjadi bagian dari masyakarat yang lain untuk memberikan kontribusi,terutama berkaitan dengan pembangunan,budaya dan pendidikan,sedangkan asas Persatuan Dayak Linoh ini berasaskan Pancasila dan UUD 1945,dan visi kami adalah ingin mewujudkan kebersamaan,persaudaraan yang selama ini,Dayak Linoh masih berjalan sendiri-sendiri,dan ke depannya kita berharap Persatuan Dayak Linoh ini bisa menjadi wadah,di mana kita orang Linoh bisa menunjukan jati diri kita,budaya kita dan kedepannya juga kita bisa melakukan banyak hal baik itu politik,pembangunan dan lainnya melalui wadah kita di persatuan Dayak Linoh ini,” tutur Lengkiat.

Saat di wawancarai,kepada media Lengkiat menyampaikan “kita ingin mempersatukan Dayak Linoh yang selama ini kita anggap belum adanya persatuan,dengan adanya wadah PDL ini kedepannya bisa bersatu padu dan menjalin silahturahmi untuk semua Dayak Linoh khususnya,dan harapan kita kedepannya,karena menurut saya orang Dayak Linoh ini masih kurang ikut serta dalam kegiatan dan pembangunan di kabupaten Sintang,jadi saya berharap ke depannya,kita juga bisa terlibat menjadi bagian dari suku-suku lain yang bisa terlibat dalam dalam pembangunan khususnya orang Dayak Linoh dan lebih luasnya untuk kabupaten Sintang ini,” ungkapnya.

Lengkiat juga menambahkan mengenai Program kedepannya,dalam waktu dekat ini kita akan melakukan rekonsiliasi kepengurusan,lalu kita akan melakukan umum anggota,rapat kerja,dan tentunya yang pertama-tama kita lakukan adalah mensosialisasikan bahwa Persatuan Dayak Linoh ini sudah ada,tupup Lengkiat.

Dalam kegiatan itu pula turut menyampaikan sambutan Jeffray Edward,wakil ketua DPRD kabupaten Sintang,yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Dayak kabupaten Sintang,yang dalam kesempatan itu pula hadir melantik Pengurus Persatuan Dayak Linoh tersebut.

Dalam pidatonya Jeffay menyampaikan,mengingat ini masa pandemik, “saya berterimakasih dalam kegiatan ini panitia melakukan sesuai protokol kesehatan,saya juga menegaskan karena PDL ini bernaung di bawah DAD jadi kita harus tunduk pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,baik itu MADN,DAD dan tentu kepada PDL,saya juga menegaskan karena ini bernaung di bawah DAD,tentunya segala sesuatunya bisa di kordinasikan dengan DAD kabupaten,meskipun ini organisasinya dalam lingkup Linoh,tapi tujuan kita tentunya untuk memajukan Dayak secara umumnya,jangan sampai adanya sub suku yang ada memecah belah kita,saya berharap PDL ini di bentuk sesuai tujuan,yaitu untuk memajukan masyarakat kita sendiri dan masyarakat kabupaten Sintang secara umumnya,intinya kita harus tetap bersatu untuk kemajuan bersama masyarakat kita,” tutup Jeffay. (LMB Group)

 Dansatgas Santap Hidangan Masyarakat Desa Tirta Karya TMMD 109

Posted by On September 25, 2020

 

Sintang, Zonatengah.com. Dansatgas TMMD Kodim 1205/Sintang menikmati hidangan yg disiapkan oleh masyarakat Desa Tirta Karya pada Kamis (24/09/2020).

Dansatgas TMMD Kodim 1205/Sintang ditemani Camat Merakai Petrianus,SH dan Kapolsek Ketungau Tengah Iptu Raharja beserta rombongan tampak sedang menikmati hidangan setelah acara penyambutan.

Dansatgas mengatakan "saya merasa bangga dan senang atas sambutan dan hidangan yg istimewa ini, saya mewakili rombongan mengucapkan terima kasih karena telah menyiapkan semua acara ini dengan meriah".

“Saya juga berharap semoga dengan dibukanya program TMMD 109 Kodim 1205/Sintang ini dapat membawa perubahan bagi Desa Tirta Karya ini,” ungkapnya. (Red)

Perhubungan AD Bantu Akses Komunikasi-TMMD 109

Posted by On September 25, 2020

  

Sintang, Zonatengah.com. Perhubungan Angkatan Darat bantu askes komunikasi dari lokasi TMMD menuju ke Kantor pada Kamis (25/09/2020).

Jaringan yg sangat sulit didapat membuat Perhubungan Angkatan Darat juga menurunkan personelnya untuk membantu akses komunikasi agar semua kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

Serka Andraswari selaku personel perhubungan mengatakan karena sinyal didaerah sini masih sangat minim dan untuk mendapatkan sinyal juga harus ketempat tempat tertentu, maka kami juga membawa peralatan untuk membantu akses komunikasi agar kegiatan tidak terhambat. (Red)

 Dansatgas TMMD 109 Disambut Meriah

Posted by On September 25, 2020

 

Sinang, Zonatengah.com. Kedatangan Dansatgas TMMD ke-109 Kodim 1205/Sintang Eko Bintara Saktiawan beserta rombongan disambut dengan meriah oleh masyarakat Desa Tirta Karya pada Kamis (25/09/2020).

Sebelum memasuki pintu gerbang, rombongan terlebih dahulu disambut dengan acara adat wilayah setempat.

Acara penyambutan yang berlangsung sangat meriah dan tertib ini merupakan tanda dimulainya program TMMD ke-109 Kodim 1205/Sintang.

Dipenghujung acara, Dandim 1205/Sintang Eko Bintara Saktiawan beserta rombongan disuguhkan dengan acara makan bersama yg telah disiapkan oleh masyarakat. (Red)

Askiman-Hata Optimis Menang Pilkada Sintang 2020

Posted by On September 24, 2020

     

Sintang, Zonatengah.com. Tepat pada Kamis, 24 September 2020 bertempat di Gedung Pancasila Sintang Jalan Pahlawan Kecamatan Sintang Provinsi Kalimanantan Barat dilaksanakan Pengundian Nomor Urut Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sintang Tahun 2020,dalam hal ini di Kabupaten Sintang terdapat 3 Kandidat Bakal Calon yang diusung dari Parpol-Parpol Pemenang Pemilu Tahun 2019 lalu, adapun hasil dari pengundian yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sintang tersebut sebagai berikut:

Nomor Urut 1 jatuh pada Pasangan Jarot Winarno-Yosef Sudiyanto dengan singkatan JADI

Nomor urut 2 Jatuh ada Pasangan Askiman-Hatta dengan singkatan KAMI

Nomor Urut 3 jatuh pada Pasangan Yohanes Rumpak-Syarifudin dengan singkatan YES

Pengundian Nomor urut tersebut berjalan tertutup, dan hanya disiarkan melalui Media Sosial Facebook, pasalnya kondisi ditengah Covid-19, sehingga awak media hanya bisa mengikuti dari luar ruangan (red).

Usai kegiatan ditemui sejumlah awak media Pasangan Nomor Urut 2 Askiman-Hatta mengatakan, kegiatan pengundian tersebut,bisa di slogankan dengan Bahasa Jadi-Kita-Yes, ujar Askiman kepada awak media di depan Gedung Pancasila Sintang usai menghadiri rapat pengundian Nomor Urut Kandidat Calon Bupati Sintang dan Calon Wakil Bupati Sintang Tahun 2020 yang direncanakan Pemilihan Kepala daerah dan wakil kepala daerah akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang. 

Askiman  mengatakan langkah-langkah kedepan yang ingin dilakukan oleh Pasangan Calon Bupati Sintang dan Calon Wakil Bupati Sintang ini. “Dlam waktu dekat kita akan merapatkan barisan dengan tim baik Partai maupun Tim relawan Pasangan KITA yang ada,guna memainkan strategi untuk mencapai kemenangan salah satunya dengan melakukan gerilya kepedalaman serta pelosok tanah air,” ungkapnya.

Dikatakan oleh Kandidat Kuat Bupati Sintang 2020 inipun, pihaknya ingin menyampaikan apa yang telah menjadi komitmen pasangan KITA dalam bentuk Visi dan Misi serta program kerja kita yang nyata, pihaknya optimis menang dalam Pilkada Sintang 9 Desember 2020 mendatang, ulasnya. 

Ia juga menghimbau agar semua pendukung yang ada agar tidak menghujat, tidak mencemooh,  tidak mengobarkan bahasa-bahasa yang  yang berkaitan dengan isu sara, mari kita jalani Pilkada ini dengan rasa damai menuju Sintang yang damai, Sintang yang Sehati, Sintang yang sefikir, Sintang yang boleh menghormati satu sama lainnya.

Ditambahkannya, tentunya Pilkada kali ini bukanlah merupakan  hal untuk mencari lawan, dan kami pasangan Askiman-Hatta tidak menganggap kedua pasangan calon lainnya sebagai lawan kami, tetapi mereka adalah sebagai mitra kontestan Kami. 

Menurutnya, kita memilih pemimpin yang mampu menunjukkan  kasih tauladannya kepada  masyarakat kita, mampu membawa masyarakat Sintang lebih maju kedepan,menuju Sintang yang sejahtera, Sintang yang harmonis, Sintang yang mampu menjadi yang terbaik, Sintang yang penuh dengan inovatif, yang tentunya menjadi harapan bagi masyarakat Kabupaten Sintang yang kita cintai ini, ajaknya. (LMB Group)

Jarot Deklarasikan Desa Tanjung Sari dan Senangan Jaya Sebagai Desa ODF

Posted by On September 23, 2020

 

Sintang, Zonatengah.com. Bupati Sintang, Jarot Winarno, menghadiri sekaligus mendeklarasikan dua desa di Kecamatan Ketungau Tengah yakni Desa Tanjung Sari dan Desa Senangan Jaya  sebagai desa Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan yang di pusatkan di Desa Tanjung Sari, Kecataman Ketungau Tengah, Selasa (22/9/2020).

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Kalbar Terry Ibrahim, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sintang dapil Ketungau, unsur Forkopimcam Ketungau Tengah dan tamu undangan lainnya.

Kepala Desa Tanjung Sari, Sanjan mengatakan proses menuju sebagai desa ODF ini sangatlah sulit, karena sejak awal di rencanakan bersama tim dari Puskesmas Kecamatan Ketungau Tengah bagaiman harus menyakinkan masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat dari kebiasaan-kebiasaan yang sering di lakukan selama ini, terlebih kata dia, pihak desa di tantang pemerintah daerah apakah desa Tanjung Sari siap menjadi desa ODF.

“Awalnya sangat berat bagi kami, yang pertama dianggaraanya, yang kedua sangat berat bagi terkait sumber daya manusianya. Namun saat ini masyarakat puji tuhan sudah boleh sadar, paham tentang apa itu ODF sebenarnya,” kata Sanjan.

Kemudian lanjut Sanjan, selaku kepala desa, sejak 2016 lalu pihak desa sudah menganggarkan anggaran dari dana desa untuk pembanguna WC warga, hinggalah sampai 2020 ini semua pembangunannya selesai sehingga desa Tanjung Sari di deklarasikan diri sebagai salah satu desa ODF di Kabupaten Sintang.

 “Terakhir beberapa waktu lalu kita kejar dua WC warga dalam satu hari selesai kita kerjakan bersama masyarakat, jadi luarbiasa perjuangan kami walaupun masyarakat banyak yang belum paham tentang bidang kesehatan, kami membantu dan dibantu dari pihak puskesmas mensosialisasikan, dan menyusun program kerjanya untuk menuju desa ODF sehingga masyarakat paham,” tambah Sanjan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan total desa ODF di Kabupaten Sintang sampai saat ini berjumlah 63 desa ODF, dimana Desa Tanjung Sari ini merupakan desa ke-60 dan Desa Senangan Jaya ke-61 sebagai desa ODF. “di kecamatan ketungau tengah ini baru 5 desa yang sudah ODF masih ada 24 desa yang belum ODF sehingga ini merupakan tanggung jawab kecamatan bersama puskesmasnya, agar program ini terus di lanjutkan agar semua desa di ketungau tengah ini bisa ODF semuanya, agar masyarakatpun merasakan manfaat dari desa ODF”kata Sinto. 

Sinto pun berpesan kepada masyarakat Desa Tanjung Sari dan Desa Senangan Jaya agar menjaga apa yang telah di capai ini, sehingga menuju masyarakat sehat itu bisa di wujudkan bersama-sama. Terlebih ujar Sinto, desa ODF ini merupakan program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga ini akan berjalan terus. 

“Desa odf ini yang sudah terbentuk harus di jaga, jangan setelah deklarasi, wc nya di tinggal, tidak di rawat. Ini tanggung jawab pak kades, masyarakat, semua di rawat,” pesan Sinto.

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno menjelaskan bahwa masalah kesehatan di saat ini iyelah stunting atau katai/pendek , tinggi badan tidak sesuai dengan umur. Sehingga kata Jarot kalau kita melakukan kebersihan lingkungan yang di sebut dengan sanitasi total berbasis masyarakat, ada kebersihan lingkungan yang bisa di lakukan masing-masing rumah tangga itu ada lima yakni, tidak buang air besar sembarangan, cuci tangan, jaga kebersihan makan dan minuman, buang sampah pada tempatnya dan limbah rumahan tidak mengotorkan lingkungan agar kualitas masyarakat lebih sehat.. 

“Sanitasi total berbasis masyarakat itu ada lima, yang kita deklarasikan hari baru ndai berak barang ari (tidak berak sembarangan) dan cuci tangan, makanya kalau kita mau cuci tangan tu tanya airnya dari mana karena penting, dan yang tiga nya itu diatur masing-masing rumah tangga,” kata Jarot.

Menurut Jarot, deklrasi ODF ini merupakan perjuangan di bidang kesehatan dan aspek budaya dalam rangka mengajak masyarakat bahwa menjaga pola hidup bersih dan sehat itu sangat penting. 

“Kita tunjukan bahwa kita yang di kampung-kampung nda ada yang buang air besar sembarangan, buat perdes dilarang buang air besar barang ari (sembarangan). Kalau ada orang luar buang air besar sembarangan tegur, kalau perlu tangkap,” pesan Jarot.

Dengan telah di deklarasinyakan Desa Tanjung Sari dan Desa Senangan Jaya ini, Jarot memberikan penghargaan yang setinggi-tinggainya kepada pihak desa, masyarakat, karena ia menilai ini merupakan pencapaian yang luarbiasa. “Dijaga apa yang sudah di capai, tadi saya sempat tinjau juga segala wc nya, bagus, manfaatkan sebaik-baiknya,” tutup Jarot. (Red)

Asisten Ekbang Setda Sintang Buka Seminar Manajemen Penanggulangan Gawat Darurat

Posted by On September 23, 2020

  

Sintang, Zonatengah.com. Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, S. Pd. M.A.P membuka pelaksanaan seminar dan workshop Sistem Manajemen Penanggulangan Gawat Darurat (SPGDT) memalui Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Sintang di Ruang Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Rabu (23/09/2020). 

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr. Fery Safariadi, Ketua Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Provinsi Kalimantan Barat Ns. Delvi Yanto, S.Kep.,M.Pd, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang drg. Ridwan Tony Pane, MKM, 16 pimpinan puskesmas, perwakilan BPJS, Anggota Polres Sintang, BPBD, Basarnas dan intansi lain yang terkait.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, S. Pd. M.A.P mendukung pelaksanaan seminar dan workshop dalam rangka meningkatkan wawasan dan kemampuan para tenaga medis terutama dalam kondisi seperti sekarang ini yang sangat memerlukan penanganan medis yang cepat dan akurat. 

“Penanganan medis yang cepat dan tepat juga sangat diperlukan dalam hal terjadinya kecelakaan lalu lintas. Saya berharap, dengan terbentuknya Public Safety Center (PSC) 119, maka penanganan medis yang darurat bisa diberikan kepada masyarakat Kabupaten Sintang. Saya memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang yang sudah membentuk PSC 119 ini, serta dalam kecepatan penanganan kasus covid-19,” terang Yustinus.

“Untuk itu, saya mendukung dilakukannya peningkatan kemampuan tenaga medis yang ada di PSC 119 serta sosialisasi kepada masyarakat, bahwa Pemkab Sintang sudah membentuk PSC 119. Kepada narasumber, berikan materi yang terbaik kepada peserta baik dalam penanganan covid-19 maupun dalam menangani kondisi darurat medis yang terjadi. Masyarakat juga perlu disiplin di jalan raya, menjalankan protokol kesehatan dan pola hidup yang baik dan bersih. Kepada para peserta, simak baik baik materi yang disampaikan dan harapan saya, ilmu ini bisa diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang drg. Ridwan Tony Pane, MKM menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sudah membentuk Public Safety Center (PSC) 119 untuk menangani kondisi gawat darurat medis sebelum ditangani oleh rumah sakit. Jika masyarakat Kabupaten Sintang melihat terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sintang atau kasus lain yang memerlukan penanganan medis yang cepat, silakan hubungi call center 0812-222-5119, akun instagram PSC 119 SINTANG, dan akun facebook PSC SINTANG.

“PSC 119 berfungsi memberikan pelayanan ambulan, memberikan informasi tentang fasilitas kesehatan, menyampaikan informasi cara tindakan pertolongan pertama, memberikan informasi tentang stok darah, memberikan pelayanan korban gawat darurat, mengevakuasi korban dan koordinasi dengan lintas sektoral seperti Polres Sintang, BPJS, BPBD, Basarnas dan instansi lainya,” terang Ridwan Tony Pane

Dikatakannya, pembentukan PSC 119 ini didasari masih tingginya  angka kecelakaan lalu lintas, serta penyakit yang menyebabkan kematian. PSC 119 Kabupaten Sintang dibentuk untuk meningkatkan mutu pelayanan kegawatdaruratan dan mempercepat waktu penanganan korban yang kondisinya gawat, menurunkan angka kematian serta kecacatan. 

“Saat ini kami sedang membangun Gedung PSC 119 menggunakan dana alokasi khusus (DAK) di dekat RRI Sintang dan sudah tahap pembangunan fondasi bangunan. Mobil ambulan, tenaga medis, operator, supir dan peralatan sudah siap semua. Total ada 21 orang tim PSC 119 Kabupaten Sintang,” tambah Ridwan Tony Pane. 

Ketua Panitia Seminar dan Workshop Sistem Manajemen Penanggulangan Gawat Darurat (SPGDT) memalui Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Sintang Dra. Mastora menyampikan bahwa seminar dan workshop dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan wawasan tenaga medis dan membangun sinergisitas dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan pelayanan medis dalam kondisi gawat darurat seperti kasus kecelakaan lalu lintas yang memerlukan penanganan medis yang cepat dan tepat serta kasus medis lain yang darurat. (Red)


Kepala Dinas PEMDES Jelaskan Fokus Dana Desa Di Masa Covid-19

Posted by On September 18, 2020

 Sintang,zona tengah



Keuangan atau anggaran negara di tahun 2020 atau di masa pandemik ini,merupakan topik yang cukup hangat di bicarakan di mana-mana,kali ini kita akan mengulas tentang fokus dana desa di masa pandemik


Kamis,17/09/20 saat di temui di ruangannya,Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang (Herkulanus Roni,SH.M.Si) kepada media ini menjelaskan "untuk tahun 2020 ini,untuk dana desa,mengalami tiga kali perubahan,yang pertama,Permendes nomor 11 tahun 2019,tentang penggunaan dana desa tahun 2020,tapi kemudian di rubah menjadi Permendes nomor 6 dan nomor 7,yang konsentrasinya untuk penanganan Covid-19 serta BLT di tingkat desa,dan Permendes ini sudah kita tindaklanjuti dengan edaran bupati,dan terkait dengan penggunaan dana desa, bukan hanya Permendesnya saja yang mengalami perubahan tapi juga peraturan Menteri Keuangan,sebelumnya PMK nomor 205 kemudian PMK nomor 40 ke PMK nomor 50 dan sekarang PMK nomor 101,dari Regulasi-regulasi tentang penggunaan dana desa itu sebetulnya,pada prinsipnya fokusnya pada penangan BLT dana desa dan padat karya tunai yang melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya,serta penanganan Covid-19,dan ini sudah kita terbitkan regulasi Bupati,bahkan menteri dalam negeri sendiri mengeluarkan instruksi Menteri dalam negeri nomor 3 tahun 2020 terkait dengan penangan Covid-19,artinya tahun 2020 ini pemerintah fokus pada penanganan BLT dana desa dan penanganan Covid-19 pada tingkat desa.

Sekarang Menteri Desa mengeluarkan peraturan Menteri Desa nomor 63 tahun 2020, tentang new normal desa,tapi new normal desa ini tetap memperhatikan protokol kesehatan,jadi protokol kesehatan tetap di utamakan dalam penanganan pandemi"tutur Roni.


Beliau juga menambahkan kalau peraturan penggunaan dana desa itu,setiap tahunnya menteri Desa akan mengeluarkan peraturan Menteri Desa terkait penggunaan dana desa atau pedoman penggunaan dana desa,tentu kami menunggu peraturan Menteri Desa terkait penggunaan dana desa tahun 2021,nanti itu yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas bagi kami,agar nanti pemerintah desa dalam mengalokasikan dana desa tatap berpedoman pada regulasi yang memang di terbitkan oleh Menteri Desa.

Terkait dengan kebijakan presiden,tentu kita yakin,ini akan di emplementasikan oleh masing-masing Menteri, terutama Menteri Desa.

dalam pidato presiden penegasannya masih pada sekitar masalah penanganan pandemi Covid-19,masih juga pada BLT dana desa,tentu untuk emplementasinya 2021,kita masih menunggu peraturan Menteri Desa tahun 2021 tentang pedoman penggunaan dana desa tahun 2021,jelas Beliau


Selanjutnya beliau juga menerangkan terkait tentang target desa mandiri secara khusus di kabupaten Sintang,beliau mengatakan kalau di tahun 2020 ini ada 29 desa mandiri di kabupaten Sintang,sedangkan di tahun 2021 menargetkan 15 desa mandiri,sehingga target kita ada 45 sampai 50 desa mandiri di tahun 2021,di tambah desa-desa mandari yang sudah ada sebelumnya,kita mengalami peningkatan desa mandiri cukup signifikan,2019 ada 6 desa mandiri,di tahun 2020 ada 29 desa mandiri,ada 54 desa maju,dan dari 54 desa maju ini,tentunya berpotensi menjadi desa mandiri,tapi kita menargetkan setidaknya ada 15 desa mandiri,penambah dari 29 desa mandiri yang sudah ada,jadi di tahun 2021 ada 45 sampai 50 desa mandari yang akan terus kita pacu,tutup Beliau.(ZT)


Bupati Sintang Terima Kunjungan Langkau Onet dan Erick Est

Posted by On September 15, 2020

Sintang, Zonatengah.com. Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH menerima kunjungan lembaga Langkau Onet bersama Erick Est di kediamannya, Rumah Kopi di Desa Kebong Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang, Senin (14/9/2020) sore. 

“Untuk menjaga keberadaan adat budaya, kita perlu milenial yang miliki peminatan terhadap budaya itu sendiri dan pemilihan medium yang tepat dalam menyampaikannya. Sehingga keberadaan budaya ini akan terus bertahan lama. Film itu salah satu media yang sangat dekat dengan anak muda, saya berharap film tentang Semengat Padi ini akan sukses,” kata dr. Jarot.

“Saat ini kita juga harus mengurangi secara signifikan perekonomian ekstraktif yang mengambil langsung dari alam. Perlindungan alam itu kita wujudkan dalam berbagai peraturan pemerintah, salah satunya Peraturna Bupati mengenai berladang berbasis kearifan lokal, di situ diberikan aturan jelas mengenai pembakaran untuk ladang secara terbatas dan terkendali. Kita juga sebagai anggota LKTL (Lingkar Temu Kabupaten Lestari) sudah menetapkan batasan untuk konsesi perkebunan sawit dan amortisasi untuk industri pertambangan di Sintang supaya konsep pembangunan berkelanjutan itu dapat terwujud,” tambahnya. 

Kunjungan ini dalam rangka pengambilan gambar untuk produksi film dokumenter “Ngamik Semengat Padi” yang dilakukan oleh Lembaga Langkau Onet. Langkau Onet, sebuah organisasi lokal di Sintang yang bergerak di bidang sosial, budaya dan lingkungan. Lembaga ini menggandeng sutradara Erick Est untuk menggarap film tersebut. 

Erick Est, pemilik rumah produksi Estmovie yang berpusat di Bali itu mengungkapkan rasa senangnya bisa bertandang ke Sintang. Ia menggerjakan syuting di replika betang di Desa Pakak Kecamatan Kayan Hilir selama 3 hari kemudian melanjutkan di Sintang Kota 2 hari. 

“Kita barus saja pulang dari Desa Pakak di Kecamatan Kayan Hilir untuk syuting Ngamik Semengat Padi, tentang roh padi yang diyakini oleh masyarakat Dayak. Saya sangat senang melihat budaya ini masih ada, dan saya terlibat dalam mendokumentasikannya. Ini suatu kebanggaan tersendiri untuk saya. Saya harap proses pengarsipan budaya seperti ini bisa dilakukan lebih banyak anak muda lagi di Sintang, di Kalimantan,” kata Erick.

“Tadi saya ada memvideokan wawancara kita dengan pak Bupati tentang budaya ini, bahwa kita cukup prihatin lho dengan kondisi saat ini dengan ada pergeseran cara hidup yang terjadi di masyarakat. Kita ngomoning padi itu artinya kita juga mebicarakan soal membuka lahan, berladang. Percuma kamu punya adat tapi kamu nggak bisa lagi tanam padi. Gimana caranya kamu membikin Gawai Ngamik Semengat Padi sementara kamu nggak pernah menanam padi lagi. Dari papran beliau tadi sudah terlihatlah bahwa pemerintah Sintang sangat support untuk melestarikan lingkungan dan Budaya di Sintang ini,” tambahnya. 

Marlensia Emy, selaku ketua Langkau Onet menyebutkan bahwa pihaknya mengerjakan film dokumenter ini sebagai bagian dari program Fasilitasi Bidang Kebudayaan yang diberikan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

“Kita senang bisa diberi kepercayaan sebesar ini dari pusat dan disupport juga oleh pemerintah daerah. Kita bahagia karna menjadi bagian dari proses penting menjaga kelestarian budaya kita sendiri. Sebagai anak muda, bisa berkarya di tanah kita sendiri dan bagi masyarakat kita sendiri itu sangat menyenangkan. Buat teman-teman, anak muda Sintang, mari bicara lewat karya,” kata Emy yang juga akrab di sapa Mamak Onet ini. (Red)

Tangani Banjir Gelombang Ke Dua Dinsos dan BPBD Sintang Bekerja Sama

Posted by On September 14, 2020


Sintang, Zonatengah.com. Intensitas Curah hujan yang cukup tinggi beberapa pekan terakhir kembali terjadi dan berdampak besar bagi sebagian daerah pesisir di kabupaten sintang, sehingga Banyak daerah yang tergenang Banjir dan beberapa akses jalan di beberapa kecamatan nampak Putus akibat Terendam Banjir.

Hal Tersebut Tentu Berdampak bagi Warga Masyarakat yang Terendam Banjir baik dari segi penghasilan dan pendapatan sehari-hari sehingga membutuhkan Bantuan Dan Uluran Bukan Hanya Dari Pemerintah Daerah, tetapi juga Bagi Warga Yang Ingin Berdonasi Melalui Dinas Sosial.

Di Jumpai Di Ruang Kerja nya, PLT Sekretaris BPBD kabupaten Sintang Drs. Heryadi menjelaskan Sejauh Ini pihak BPBD sintang Selalu siaga Dalam menjalankan Tugas Bersama Dinas sosial Terutama Dalam Menangani Banjir di kabupaten Sintang saat ini, Dan Pihaknya Juga Menyampaikan Selalu Melakukan Sosialisasi Bahaya Banjir kepada masyarakat Terdampak Melalui Sosial media kepada pihak kecamatan yang berpotensi Terkena Bencana Banjir supaya Turut serta melaporkan daerahnya yang mungkin membutuhkan Bantuan  supaya di data dan dapat terakomodir bantuan yang tepat sasaran.

Sementara itu di jumpai di ruang kerja nya Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sintang Kepala Seksi Perlindungan Sosial, Bapak Poniman,S.kep.Ners menjelaskan khususnya bencana banjir yang terjadi saat ini berbeda dengan banjir yang terjadi beberapa saat lalu, dimana banjir tahab pertama Kabupaten Sintang Langsung mendapatkan Bantuan Dari Dinas sosial provinsi Berupa Beras, mie instan, sembako Dan Bantuan Dari OPD. Dan untuk saat ini Poniman Menjelaskan  Masih Ada Di gudang Dinsos Yang Belum Di salurkan Berupa Beras Sebanyak 4 Ton, dan sudah melakukan penyaluran bantuan ke kec.Sintang.

"Tadi sudah kita salurkan di kecamatan sintang 800 kg Beras, 25 dus Mie instan, minyak goreng 25 liter. Itu yang sudah kita salurkan untuk hari ini, untuk banjir yang sekarang, dan beras kita masih ada kurang lebih 3,2 ton dan itu kita cadangkan untuk kecamatan lain dan prioritas nya besok adalah kecamatan Dedai". Jelas Poniman.

Poniman juga menambahkan memang Sudah ada beberapa kecamatan lain juga melaporkan terjadi nya banjir akan tetapi belum secara langsung meminta bantuan. Dan Beliau juga berpesan agar warga masyarakat selalu waspada terhadap banjir, mengingat banjir di sintang bukanlah bencana yang datang tiba-tiba, Poniman memastikan bahwa masyarakat tentu sudah paham dengan kondisi daerah mereka masing-masing supaya mempersiapkan diri di musim penghujan untuk mengamankan barang dan melakukan pengungsian jika intensitas hujan cukup tinggi.

Untuk Daerah Rawan Banjir Sendiri kabupaten Sintang untuk tahun ini terdapat beberapa Kecamatan Dengan kasus Kategori parah melingkupi Kecamatan Serawai, Kayan Hulu, Kayan Hilir, Dedai, sintang, sepauk, dan Tempunak. serta beberapa Kecamatan lain Yang Masuk Kategori Ringan.

Hal tersebut juga di jelaskan Kepala Seksi Jaminan Sosial Ibu Memi Sukaesih, SH.M.A.P dari data Banjir Pertama yang terjadi Beberapa pekan lalu jumlah penerima Bantuan yang Tercatat sebanyak 14.715 Kepala Keluarga terdampak di beberapa kecamatan yang mendapatkan bantuan sembako dan juga berupa pakaian serta kebutuhan lainya, Memi juga menegaskan Data akurat penerima Bansos tidak lepas dari kerja sama dengan kepala daerah terdampak seperti kepala Desa dan juga Camat setempat dalam melaporkan data penduduk nya yang Membutuhkan Bantuan Kepada BPBD dan Dinsos.

Bupati Sintang Resmikan Gereja GKII Pintu Elok  Nanga Merahau

Posted by On September 14, 2020


Sintang, Zonatengah.com.  Bupati Sintang, Jarot Winarno, melakukan peresmian Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Pintu Elok Merahau, Desa Merahau Permai, Kecamatan Kayan Hulu, Sabtu (12/9/2020). 

Hadir dalam persemian ini, Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Rony, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Staf Ahli Bupati Sintang, Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, unsur Forkopimcam Kayan Hulu, masyarakat Desa Merahau Permai dan tamu undangan lainnya.

Kedatangan Bupati dan rombongan di sambut antusias warga setempat dengan acara seremonial penyambutan di mana warga tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan di sedikan tempat cuci tangan di depan Gedung Gereja. 

“Saya berbagai bisa hadir disini, ini kali ketiga saya ke gereja ini, yang pertama ketika peletakan batu pertama, yang kedua ketika natal oikumene, dan hari ini saya hadir langsung untuk meresmikan,” kata Jarot.

Jarot pun mengapresiasi gedung GKII Pintu Elok Merahau ini di bangun cukup megah, meskipun ada beberapa bagian yang tinggal penyempurnaan saja. Ini lah salah satu bentuk keinginan umat beragama di Kabupaten Sintang memiliki rumah ibadah yang memadai. Sehingga religiusitas umat beragama semakin meningkat sesuai dengan tujuan pemerintah daerah.

“Ada beberapa bagian yang belum di sempurnakan, tadi ketua DPRD berkomitmen untuk di selesaikan tahun depan akan di bantu anggarannya,” ungkap Jarot. 

Dalam kesempatan itu juga, Jarot mengingatkan masyarakat yang hadir bahwa pandemi covid-19 masih ada, bahkan di Indonesia saat ini kata Jarot belum menampakkan penurunan angka kasus, tapi tingkat kasus corona malah semakin tinggi. Untuk itulah Jarot mengingatkan agar masyarakat Desa Merahau Permai selalu waspada dengan menjaga diri, menjaga keluarga dan lainnya dari corona dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan beberapa hal seperti selalu memakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak serta menjaga imunitas tubuh.

“Corona ini ujian bagi kita, keimanan kita diuji. Dampak dari corona itu mengganggu ekonomi kita secara nyata. Tapi kita tidak boleh kalah lawan corona, tetap semangat, kita harus mulai dengan adaptasi kebiasan baru, bisakan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, jaga imunitas tubuh,” pesan Jarot.

“Saya senang hari ini banyak yang memakai masker, tadi juga ada tempat cuci tangan depan gereja. Karena pada dasarnya corona belum berakhir. Kita di sintang sudah punya mobil PCR, nah itu kita gunakan terus untuk mencari masyarakat yang sudah terpapar corona, sehingga bisa di kendalikan, ketemu kita karantina, kita obati,” kata Jarot.

Selain corona, ujian yang lain juga kata Jarot yang saat ini sedang melanda yakni adanya musibah banjir. “ada juga musibah banjir, tadi saya sempat naik sampan mau kesini. Bencana yang lain, di merahau ini pernah longsor, kita bantu dengan rambat beton”ujar Jarot.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Rony, juga memberikan apresiasi karena GKII Pintu Elok ini di bangun cukup megah. Bahkan menurut Ronny gereja ini seperti berada di tengah kota, karena terlihat cukup megahnya. Sehingga ini menjadi kabanggan masyarakat di Merahau, sehingga umat beragama di Kabupaten Sintang semakin religius, sesuai dengan tujuan pemerintah daerah. 

“Saya senang bisa hadir disini, pertama kali saya hadir, gereja ini luarbisa megahnya, tenang rasanya berada di sini. Ini jadi kebanggaan warga desa merahau permai. Semoga semakin religius masyarakatnya, sesusai degan visi misi pemkab Sintang yang ingin membentuk masyarakat yang religius,” ucap Rony.

Melihat beberapa bagian gereja yang tinggal penyempurnaan saja, Rony meminta kepada panitia untuk mengajukan proposal agar di tahun 2021 mendatang bisa dianggarkan untuk penyelesaian beberapa bagian gedung GKII Pintu Elok ini yang belum selesai.

“Atas seizin bapak Bupati, Anggota DPRD lainnya, ini ada beberapa bagian yang belum selesai, saya minta proposalnya sehingga 2021 bisa sama-sama kita bantu,” ungkap Rony. (Red)

Wakili Bupati Asisten Ekbang Sosialisasikan Perbub No 18 Tahun 2020

Posted by On Juli 21, 2020


Sintang, Zonamedianews.com. Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med.  PH yang diwakili oleh Yustinus J, S. Pd. M.A.P Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang memimpin pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Tata Cara  Pembukaan Lahan Bagi Masyarakat di Kabupaten Sintang khusus untuk wilayah Kecamatan Ketungau Hulu di Gedung Serbaguna Desa Senaning pada Senin, 20 Juli 2020. 

Bertindak sebagai pemberi materi sosialisasi adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sintang Martin Nandung, S. Sos, M. Si dan dihadiri oleh anggota Forkopimcam, perwakilan perusahaan perkebunan, tokoh adat, tokoh masyarakat dan 29 Kepala Desa serta Ketua BPD di Kecamatan Ketungau Hulu.

Yustinus J Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa Perbup ini merupakan turunan dari Undang-undang, Peraturan Menteri, dan Perda. 

"Kami ingin melindungi para peladang di Kabupaten Sintang. Perbup ini juga sudah didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang mana sudah ada Peraturan Gubernur Kalimantan Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal yang sudah di teken Gubernur Kalimantan Barat pada 16 Juli 2020 yang lalu.  Kami mengharapkan agar setelah acara  ini, warga masyarakat yang akan berladang, bisa mengikuti aturan ini dan mereka aman dari jerat hukum. Pemerintah Kecamatan,  Desa dan bahkan pihak perusahaan perkebunan bahu membahu melanjutkan sosialisasi Perbup ini ke desa, dusun sampai ke RT" terang Yustinus  J. 

"Saya juga mendorong agar Pemerintah Desa untuk membentuk Relawan Karhutla agar kasus kebakaran lahan bisa kita kendalikan dan kita minimalisir. Bahkan membeli beberapa peralatan untuk memadamkan api juga perlu dilakukan oleh pemerintah desa" tambah Yustinus J 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sintang Martin Nandung saat menyampaikan materi menjelaskan bahwa masyarakat Kabupaten Sintang  yang akan berladang mendapatkan perlindungan secara hukum jika hanya membuka lahan maksimal 2 hektar per Kepala Keluarga, hanya menanam padi dan sayur. 

"Jika masyarakat buka lahan untuk tanam sawit, lada dan karet. Tidak akan dilindungi oleh Perbup ini. Yang buka lahan untuk tanam sawit, karet dan lada atau komoditas lainnya tidak boleh buka lahan dengan bakar tapi boleh buka lahan dengan tidak membakar. 

Warga hanya perlu isi formulir yang sudah disiapkan pemerintah desa, selesai. Selanjutnya desa akan melakukan rekap untuk selanjutnya melaporkan hasil rekap ke kecamatan. Formulir berisi nama, luas ladang, lokasi ladang dan tanggal membakar lahan. Dengan formulir ini, desa lebih mudah mengatur jadwal membakar lahan di dusun dan desa" terang Martin Nandung 

"Salah satu aturan dalam Perbup Ini adalah waktu membakar diatur desa, dilakukan dengan gotong royong, wajib membuat sekat api yang lebar dan bersih. Sehingga habis bakar, api bisa padam. Jika dalam keadaan darurat bencana karhutla, maka kegiatan membakar ladang dihentikan sementara sampai status darurat dicabut. Biasanya status tanggap darurat selama 14 hari" tambah Martin Nandung 

"Arah rebah kayu saat menebang juga diatur dalam perbup ini. Untuk meminimalisir merembetnya api ke hutan saat membakar ladang.  Arah angin dan strategi mulai pembakaran ladang juga harus diperhatikan. Jangan bakar ladang hanya sendiri, tetapi bergotong royong. Jangan tinggalkan ladang sebelum  api padam. Ada perbedaan Perbup 18 dengan Pergub 103 yang ada mengatur sanksi administrasi dan sanksi denda. Dan tidak ada sanksi sampai hukum positif. Jika setelah bakar ladang, api nerembebt ke hutan, kebun dan lahan orang lain, hanya sanksi hukum adat setempat. Jadi kasus persidangan terhadap para peladang tidak akan terjadi lagi. Dengan adanya Pergub 103 dan Perbup 18 ini, maka payung hukum bagi para peladang akan semakin kuat" terang Martin Nandung 

"kita akan berdosa jika ke depan masih ada orang berladang, yang diproses secara hukum positif. maka pemerintah di semua jenjang wajib melakukan sosialisasi sampai ke warga. Waspada juga kalau ada warga yang ngakunya buka lahan untuk tanam padi, lalu bakar lahan, akhirnya untuk menanam sawit atau komoditas lainnya" tambah Martin Nandung.

Jamhur Camat Ketungau Hulu mengharapkan agar kepala desa dan ketua BPD bisa memahami Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 ini dalam rangka melindungi masyarakat petani yang akan membuka dan membakar ladang. "Setelah memahami Perbup 18 ini, saya minta ilmunya dibagikan kepada warga desa masing-masing sampai ke dusun dan RT" pinta Jamhur. 

"Di Kecamatan Ketungau  Hulu saat ini ada 7 desa yang sudah dipimpin oleh penjabat kepala desa yang diambil dari Pegawai Negeri Sipil yang ada di pemerintah kecamatan Ketungau Hulu . Lalu per Desember 2020 nanti ada 7 desa lagi. Per Februari 2021 ada 3 desa lagi yang dijabat pj kades. Per maret 2021 ditambah 7 desa lagi. Sehingga 2020 hingga Maret 2021 ada 24 desa yang dijabat penjabat kepala desa. Hanya 5 desa yang masih definitif karena masa jabatan mereka masih ada. Total desa di Ketungau Hulu ada 29 desa. Dengan demikian, PNS di Pemerintah Kecamatan Ketungau Hulu habis sebagai penjabat kepala desa bahkan kurnag. Memang yang boleh menjadi penjabat kepala desa itu bisa diambil dari PNS yang ada di Ketungau Hulu sehingga bisa nanti diambil dari penyuluh dan guru.  Berdasarkan  keputusan Pemkab Sintang pemilihan kepala desa serentak yang semula Oktober 2020. Diundur menjadi Juni 2021. 

Kami juga mengalami masalah soal jaringan komunikasi. Satu penyedia sudah sekitar satu bulan tidak berfungsi. Satu penyedia lagi hanya hidup malam hari karena hanya memakai listrik PLN. Jadi kalau siang hari Senaning dan sekitarnya betul-betul terputus komunikasi. Jaringan komunikasi hanya bisa malam hari meskipun bisa untuk telpon dan internet" tambah Jamhur.

Atot Kepala Desa Sungai Bugau menyampaikan cara penyelesaian jika ada warga yang bakar ladang, lalu menanam padi sekaligus sawit atau setelah panen padi lalu menanam lahan tersebut dengan sawit. 

Charles Hamid Tokoh Agama Ketungau Hulu menyampaikan permohonan agar jika program pengalihan cara buka lahan dari bakar ke cara tidak bakar lahan, khususnya sawah, mohon irigasi dan pengairan  juga dipikirkan.

Tomy Johanda  tokoh pemuda mengharapkan agar pemerintah tidak melarang jika setelah panen padi,  warga menanam lahan dengan karet, lada atau sawit. 

Yustinus J Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang menjawab pertanyaan peserta sosialisasi menjelaskan bahwa boleh menanam komoditas lain jika setelah panen padi. " yang penting komoditas yang pertama ditanam adalah komoditas lokal seperti padi dan sayur sayuran. Soal dana untuk mengendalikan karhutla, tidak dianggarkan dalam APBD Kabupaten Sintang. Tetapi Pemkab Sintang memperbolehkan pemerintah desa menganggarkan dalam APBDES. Saya juga minta pemerintah desa dan dusun bisa melakukan jemput bola soal formulir. Inilah tugas kita sebagai pelayan masyarakat untuk membantu mengisi formulir kalau ada warga yang buta huruf" terang Yustinus J. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *