HEADLINE NEWS


Kategori

Mahasiswa dan Petani, Tuntut Bebas Petani Pembakaran Lahan


PONTIANAK. Gabungan Organisasi Kemahasiswaan bersama serikat petani meminta agar para petani yang ditahan karena membakar lahan, segera dibebaskan. Hal tersebut disampaikan dalam orasinya saat mereka berdemo menyampaikan aspirasi di depan kantor Gubernur Selasa, (24/09/2019). 

Delapan tuntutan yang disampaikan pendemo, pertama, bebaskan petani yang di tangkap karena membakar lahan pertanian, dua tutup dan adil perusahaan yg membakar lahan, empat mereka juga mengkritik perampasan lahan masyarakat oleh korporasi melalui HGU nya, lima, mereka juga menolak penguasaan lahan oleh pemerintah melalui wilayah konservasi, hutan lindung dsbnya. Enam mereka juga berharap pemerintah bisa lindungi harga komoditi petani seperti Karet dan kelapa sawit, tujuh naikkan upah buruh dan yang delapan mereka juga menolak perpindahan ibu kota Negara ke Pulau Kalimantan.



Firmansyah, Koordinator Wilayah Komite Persiapan DPD Gabungan serikat buruh Indonesia dalam orasinya menegaskan bahwa Serikat Petani bersama mahasiswa akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat sampai tuntutan mereka ditanggapi pemerintah. 

Karena menurut Firmansyah, ketika petani dilarang berladang dan membakar lahan, maka bukan hanya petani yang mendapat masalah, tetapi mahasiswa juga terkena imbasnya, karena banyak orang tua mereka yang mata pencahariannya berladang. Kalau dilarang berladang otomatis mereka tidak bisa membiayai anaknya yang sedang kuliah. Untuk itu ia berharap, solusi dari pemerintah.

“Jangan hanya melarang saja membakar lahan, tapi berilah solusinya,” tutupnya. (Kun)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *