HEADLINE NEWS


Kategori

Kata Kadis Keluarga Berencana Kab.Sintang Dalam Memperingati Harganas


 Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A), Maryadi menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan KB serentak sejuta akseptor akan di lakukan secara continue atau berkelanjutan.

Hal tersebut Di tegaskan Oleh Maryadi pada kegiatan pemberian pelayanan KB serentak sejuta akseptor dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2021 ke-28 di Puskesmas Sungai Durian, Kec. Sintang, Kamis (24/6/2021) pagi.

Maryadi menyampaikan mengingat kegiatan tersebut juga di laksanakan bertepatan dengan Harganas tahun 2021 yang jatuh pada 29 juni nanti. Dimana BKKBN Pusat meminta seluruh kabupaten/kota untuk melaksanakan pelayanan sejuta akseptor. “Dalam hal ini, Kabupaten Sintang juga tidak mau ketinggalan, kita ambil bagian dalam rangka untuk mencapai target yang di tentukan oleh pemerintah pusat”kata Maryadi.

“Target untuk kabupaten sintang tahun 2021 ini yaitu 1.900 akseptor. Dan pelayanan ini tidak berakhir dengan kegiatan hari ini saja, namun memang sudah kita lakukan dari awal tahun,  yang mana di dinas kami ada yang namanya kegiatan mobile pelayanan khusus untuk pelayanan KB gratis  terutama untuk ayudi dan implan, ini yang kita laksankan di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten sintang”ujar Maryadi.

Hingga saat ini lanjut Maryadi, pelayanan KB serentak sejuta akseptor di Kabupaten Sintang sejak maret kemarin sudah hampir mencapai 700an akseptor. “Mudah-mudahan akhir tahun targer bisa tercapai, bahkan bisa melebih target”ungkap Maryadi.

“Untuk hari ini, selain di sungai durian dan tanjung puri, ada 5 tempat lagi yang sudah kita komunikasikan untuk melakukan pelayanan KB serentak ini, ada juga di tempat bidan praktek itu sekitar 6 tempat”pungkasnya.

Hadir dalam Acara Tersebut Juga Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan Bahwa  program keluarga berencana atau KB ini seperti kondisi naik dan turun. Di tambah mulai tahun lalu adanya pandemi global covid-19.
Sehingga menurut Bupati Sintang sangat berpengaruh terhadap pelayanan medis yang di lakukan, karena pada saat pandemi seperti ini pemberian pelayanan KB itu harus sangat hati-hati dan harus mencermati penerapan protokol kesehatan. Kemudian tempat pelanannnya pun bercampur dengan tempat pelayanan pandemi covid-19, sehingga membuat para calon akseptor hati-hati dan enggan datang. “Jadi ini akhirnya berpengaruh kepada angka putus kontrasepsi yang terjadi dimana-mana”ujar Jarot.

Bupati juga menegaskan dalam rangka menanggulangi angka putus kontrasepsi ini, sejak tahun lalu  pada peringatan Hari Keluarga Nasional, BKKBN Pusat mengadakan gerakan satu juta akseptor. “Jadi pada saat itu momentnya kita lakukan serentak bersama berupa gerakan di beberapa tempat pelayanan baik swasta maupun pemerintah melakukan pelayanan terhadap satu juta akseptor”beber Jarot.

“Kemudian tahun ini, kita di kalbar di targetkan sekitar 26.000, untuk Sintang itu targetnya 1.900″tambah Jarot.

Jarot berharap, dengan adanya gerakan satu juata akseptor ini mampu mengurangai angka kegagalan kontrasepsi, angka putus kontrasepsi, dan kemudian juga tentunya bisa mendapat peserta akseptor KB yang baru.

Jarot juga mengingatkan dalam pemberian pelayanan KB ini, betul-betul menerapkan protokol kesehatan, dikarenakan masih dalam masa pandemi covid-19, sehingga pelayanannya bisa berkualitas dan di lakukan secara baik. “Untuk ibu-ibu calon akseptor, mari ajak tetangga, teman-teman, kenalan yang belum menggunakan satupun cara untuk pengaturan angka kelahiran ini untuk bisa ikut sama-sama menjadi akseptor keluarga berencana. Karena jangan terlalu muda, jangan terlalu tua, jangan terlalu sering, jangan terlalu banyak”diingatkan Jarot.

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *