Mencintai Hingga Tertusuk 2019



Fakfak zonatengah.com -Rabu Siang (6/3/2019) Wit Ujar Bapak Natalia Fatubun Saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya Tutur Nato. Anton, si brandal cilik. Tabiat mencuri entah dari mana. Ayah telah tiada,Ibu pun telah lama meninggalkan Anton untuk selama-lamanya.

Tinggallah Iya sendiri bersama si nenek renta. Berkali-kali sudah nenek berpetua sampai pipi keriput,Bahkan tak segan menghukum si brandal cilik itu agar stop mencuri.

Namun ikrar janji di bibir, buahnya tetap Ingkar. Pada suatu ketika,nenek berkata kepadanya : "Anton ku peringatkan kau agar berhenti mencuri. Aku begitu sayang hingga mustahil kubiarkan kau terjerumus terus Lain kali,bila kau pulang ke sini dengan barang-barang yang bukan milikmu,aku akan ambil satu dari jarum-jarum ini, membakarnya sampai panas membara,lalu aku tikam telapak tanganmu. Tak mungkin Kau Lupakan hal itu! Anton takut dan berhenti mencuri, setidaknya sejenak. Nenek bukan tipe orang bingun.

Kalau bilang a, iya pasti berbuat a.Astaga! Entah setan mana bertengkar Lagi,pada suatu hari Anton mencuri lagi. Jarahannya dibawa pulang ke rumah.

Mula-mula nenek coba bermain sebelah mata, berusaha tidak memperdulikan hal itu .Tetapi ia tak tahan dan akhirnya berkata", Anton Mari kesini. Coba periksa sakumu!" Pisau lipat,Pensil, karet penghapus, bola kecil,Dan segepok duit. Astaga! Tak satupun adalah miliknya."dari mana kau peroleh barang-barang ini?"selidik si nenek. Hening palsu.Ia tahu dari mana tetapi lebih aman dia.

Katakan, dari mana dan siapa yang empunya barang-barang ini?" kali ini nenek tidak sabar. Tetapi sekali lagi sunyi bisu. Engkau telah mencuri lagi. Engkau tahu apa kataku, dan engkau tahu kalau aku selalu melaksanakan kata-kataku."

Si nenek berlalu,dan Anton mulai merinding, Di belakang sana jarum disiapkan lalu dibakar sampai panas membara.Muncullah si nenek tertati-tati bungkuk." Nak,uluarkan tanganmu' Anton gementar, tak kuasa ia melawan ia tahu kesalahannya dan pantas menerima hukuman itu.Nenek Berhenti sejenak dan berkata;"

Nak,aku ingin kau lihat betapa seriusnya akibat perbuatanmu itu. Engkau pantas menanggung hukuman ini. Tetapi aku mencintaimu karena itu aku mau menanggung hukuman ini untukmu."Ia mencampakan tangan Anton dan membuka telapak tangannya sendiri.

Di depan mata Anton si nenek Menorehkan jarum panas itu dalam - dalam,tembus telapak keriput itu.Pedih,panas,luka, membakar tusukan itu. Terulur tangan si nenek berseru:" Anton, lihat lah tanganku. Pandanglah baik-baik.Inilah harga yang harus kau bayar." Itulah yang membuat Anton berhenti mencuri, Anton mengerti harga pribadi orang yang mengasihi dan yang Anton dicintai itu.

Ia mencintai hingga tertusuk. Sama seperti cinta Allah akan manusia, yang rela menyerahkan putranya sendiri. Bukan dengan jarum, tetapi dengan paku ganas menghujam. Tak cukup satu tangan, dua tangan dan dua kaki pula. Tak cukup tangan dan kaki, lambungnya pun ditikam tombak bengis dan nyawa pun melayang.Itulah harga cinta Allah.

PEDOMAN PUASA DAN PANTANG (1).Selama masa prapaskah wajib berpantang adalah yang telah genap berumur 14 tahun. Sedangkan peraturan puasa berlaku bagi semua yang berumur 18 tahun sampai dengan 60 tahun ((KHK no1252). Tentu saja mereka ini haruslah orang-orang sehat, bukan yang sedang sakit atau yang tengah menjalani diet lantaran alasan medis.

(2). Pantang berarti menolak mengkonsumsi sesuatu yang biasanya disukai/digemari, misalnya lauk pauk tertentu, bumbu makanan,rokok,minuman keras beralkohol. baik secara pribadi maupun bersama segenap keluarga/ family atau komunitas religius, orang dapat menentukan jenis pantang. Biaya belanja yang di hemat karena berpantang dan berpuasa hendaknya disisihkan sebagai Derma atau kolete khusus bagi sesama yang berkekurangan dan sungguh membutuhkan.

Inilah maksudnya diadakan kolekte sebagai aksi kesetiakawanan dalam bentuk amplop aksi puasa pembangunan (APP).

(3). Puasa berarti makan kenyang 1 kali sehari. Seperti halnya berpantang, hemat biaya belanja karena berpuasa dimaksudkan sebagai Derma atau kolekte khusus tersebut di atas.

Laporan : Amatus Rahabau Jurnalis Zonatengah.com

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *