Pembagian Plasma Tidak Transparan, Manajemen PT Inchiko Agro Lestari Dipertanyakan

KUBU RAYA - Kasus sengketa masyarakat dengan pihak perusahaan perkebunan, hampir selalu terjadi dimana-mana, demikian juga dengan masyarakat Desa Terentang Hulu Kabu Raya Kubu Raya.

Kepada media ini, beberapa petani plasma yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, sesuai perjanjian antar masyarakat petani plasma dengan pihak PT Inchiko, bagi hasil yg disepakati dengan pola kemitraan 80:20, 80 % perusahaan, petani 20 % dan setiap 3 bulan bagi hasil akan di bagikan.

Pada awal thn 2016, pembagian hasil panen berjalan lancar, per hektar petani plasma mendapat bagian 200 rbu/ha nya dan setiap 3 bulan bagi hasilnya pun diberikan kepada petani. Persoalan mulai muncul thn 2017, karena tahun 2017 tiga bulan terakhir petani tidak mendapatkan apa-apa.

Tahun 2018 bagi hasil semakin tidak jelas, sampai akhir tahun petani belum menerima bagi hasil satu sen pun, masyarakat merasa nasib mereka semakin tidak menentu. Disisi lain setiap hari mereka melihat pihak perusahaan, selalu mengangkut tandan buah segar (TBS) sawit ke pabrik, sementara mereka hanya gigit jari.

Memasuki bulan Mei akhir tahun 2019, barulah pihak perusahaan kembali mengundang petani plasma untuk melakukan pembagian hasil periode Januari-Desember 2018, dengan hasil hanya 100 rbu/ha dengan alasan perusahaan merugi. Kepada media ini, para petani plasma mengaku bahwa mereka sangat kecewa dengan pembagian tersebut.

“Kita petani plasma, merasa sangat kecewa dengan pembagian ini, Katanya perusahaan merugi, tetapi mereka tidak transparan, kalau perusahaan merugi tutup saja perusahaan itu.” Ungkapnya kesal. 

Petani plasma berharap pihak perusahaan transparan dengan mereka, kalau memang merugi, tunjukan dimana letak ruginya, apa-apa penyebabnya. (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *