DPRD Sintang Bahas Perubahan Tatib

Posted by On Oktober 31, 2019


SINTANG. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang menggelar rapat Paripurna dalam rangka perubahan tata tertib DPRD Sintang. Rapat Paripurna di gelar di ruang sidang DPRD Sintang dan dipimpin oleh Ketua DPRD Sintang Florensius Rony, Rabu 30 Oktober 2019.

Seperti dilansir oleh zonatengah.com Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Rony menjelaskan perubahan yang dibahas dalam Rapat Paripurna tersebut adalah soal jumlah komisi DPRD Sintang Yang semula berjumlah tiga komisi dan bertambah menjadi empat komisi, menurut Roby penambahan atas jumlah komisi ini seiring dengan bertambahnya jumlah anggota DPRD Sintang yang sejak periode lalu berjumlah 35 kursi dan kini menjadi 40 kursi atau 40 orang anggota.

“Kita membahas soal penambahan komisi di DPRD yang mana sejak periode 2014-2019 berjumlah tiga komisi dan periode 2019-2024 ditambah menjadi empat komisi, hal ini memgingat juga bertambahnya jumlah anggota DPRD,” jelas Rony.

Dijelaskan Rony bahwa perubahan tersebut tetap mengacu kepada PP nomor 12 tahun 2018, tentang pedoman penyusunan tata tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Provinsi, Kabupaten dan Kota. Selain itu DPRD Sintang juga melakukan pembahasan terkait pemilihan kepala daerah dan hari kerja anggota DPRD dari hari Senin hingga hari Sabtu.

“Selain itu kita juga membahas, terkait pemilihan kepala daerah, ketentuan masa reses dan juga hari kerja anggota DPRD yang di tentukan dari hari Senin hingga hari Sabtu sedangkan untuk ASN tetap Senin hingga Jumat,” tambahnya.

Rony menambahkan bahwa setelah ini DPRD Sintang akan melakukan pembentukan alat kelengkapan dewan, Bapeperda, Badan Anggaran, Badan Musawarah, serta Badan Kehormatan dan Pansus. Menurut Rony pembentukan alat kelangkapan dewan tersebut harus segera di selesaikan, mengingat pembahasan anggaran APBD Kabupaten Sintang tahun anggaran 2020 sudah menunggu untuk dibahas. (Red)

Jarot, Pimpin Apel Simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan

Posted by On Oktober 31, 2019


SINTANG. Bupati Sintang, Jarot Winarno, memimpin jalannya apel dalam kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan, kebakaran hutan dan lahan tahun 2019, yang diselenggarakan di Eks. Lapangan Terbang Susilo Sintang, Jalan M.T. Haryono, pada Kamis, (31/10/2019).

Dalam amanatnya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa saat ini udara di Kabupaten Sintang sudah bersih dari asap kebakaran hutan dan lahan ketimbang beberapa bulan yang lalu, “kita patut bersyukur, hari ini kita menikmati udara yang bersih, karena hari ini juga saudara kita di kota lain masih menghirup udara yang tidak sehat, standar pencemaran udara mencapai 156 partikulat meter, sehingga kita di Sintang ini patutlah bersyukur karena udara bebas dari asap kebakaran hutan dan lahan,” kata Jarot.

Terkait kebakaran hutan dan lahan, lanjut Jarot, bahwa masyarakat Sintang juga pernah merasakan dampak dari asap kebakaran hutan dan lahan yang luar biasa, “beberapa bulan lalu, pada tanggal 5 September 2019, dalam satu hari pernah mencapai 699 titik api atau hotspot, sehingga dampak pekatnya kabut asap tersebut, sekolah kita liburkan, penerbangan dibatalkan, jarak pandang terbatas, bahkan ada juga kecelakaan lalu lintas yang terjadi, sehingga kita juga menikmati kualitas udara yang buruk, bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara pernah menyentuh di angka 296 dengan kategori sangat tidak sehat,” lanjutnya.


Masih kata Bupati Sintang, udara kotor yang disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan jauh lebih kecil yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia, “yang kita rasakan ialah iritasi pada mata, iritasi tenggorokan, iritasi kulit dan sampai gangguan pernapasan,” sambungnya.

Bupati Sintang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan yang dilaksanakan ini, sebab untuk memberikan keterampilan bagi tenaga kesehatan terkait penanggulangan sejak dini terhadap masyarakat yang terkena dampak asap karhutla, “tentunya teman-teman di Kabupaten Sintang khususnya tenaga medis, dengan adanya kegiatan ini dapat dibekali dengan keterampilan untuk menanggulangi efek buruk kesehatan yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan secara dini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh, menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang, “jadi ini kegiatan untuk melatih satu tim yang nantinya akan menjadi tim yang terlatihy untuk menangani krisis kesehatan di Kabupaten Sintang,” kata dr. Sinto. 

Dalam kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan kebakaran hutan dan lahan tahun 2019, dr. Sinto mengatakan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari pusat, dan provinsi, “kami undang narasumber Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rumah Sakit Persahabatan, Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat,” ucapnya.

Menurut dr. Harysinto Linoh, tim krisis kesehatan Kabupaten Sintang, tidak hanya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan saja, “kita menangani bencana banjir, krisis kejadian Luar Biasa seperti penyakit rabies lainnya, tapi hari ini kita fokuskan untuk penanganan krisis kesehatan asap dari kebakaran hutan dan lahan,”  tuturnya. Masih kata Kadinkes Sintang, kegiatan simulasi ini melibatkan berbagai lintas sektor, “nah tim ini melibatkan lintas sektor, tidak hanya Dinas Kesehatan saja, tetapi ada dari Polres Sintang, TNI AD, BPBD, Dinas Sosial, Manggala Agni,” tambahnya. (Dk/Red)

Asisten Setda Beri Materi Kuliah Umum Di Kampus Unka Sintang

Posted by On Oktober 31, 2019


SINTANG. Pelaksana Tugas Harian Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang Pemerintahan, Kurniawan, S.Sos.,M.Si memberikan materi pada kuliah umum di Universitas Kapuas Sintang, Kamis (31/10/2019). Kegiatan ini diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kapuas Sintang dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91.

Kegiatan tersebut mengusung tema, ‘strategi pemuda bersatu dalam proses pengembangan bangsa’. Dunia yang terbuka dimulai dari pikiran yang terbuka. Begitulah kalimat pembuka dari pria yang juga alumni angkatan pertama dari Universitas Kapuas. Materi kuliah umum yang disampaikan oleh Kurniawan kali ini diberi judul 'Pemuda dan persatuan bangsa'. “Di Indonesia muncul fenomena sumpah pemuda, merupakan contoh orang-orang muda yang memiliki pikiran terbuka khususnya dalam menyikapi keberagaman yang ada,” papar Kurniawan.


Keterbukaan menjadi pondasi untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara. Sumpah pemuda adalah sebuah bentuk kemajuan. Tugas pemuda Indonesia masa kini ialah untuk mempertahankan pola pemikiran terbuka tersebut. Pemuda itu agen perubahan. Pemuda di Indonesia, besar jumlah dan kualitasnya. Pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan. Pemuda harus mampu membangun kebutuhan untuk menjaga persatuan bangsa; menciptakan visi dan tujuan untuk memperkuat persatuan bangsa; membangun dukungan untuk merawat persatuan bangsa; mengelola proses merawat persatuan bangsa; serta memelihara momentum persatuan bangsa. “Banggalah anda semua ini, berada pada fase anak muda,” tegas Kurniawan. 
“Kita berharap pemuda Indonesia kedepan yang idealis dan ideologis. Kuncinya dengan menghidupi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Darmansah, SE.,MM, Wakil dekan III Bidang Kemahasiswaan Universitas Kapuas Sintang mengatakan mengenai para pemuda sejak dulu sudah menjadi contoh dalam persatuan dan kesatuan. Sekarang pun masih bisa dilihat begitu besar antusias mahasiswa untuk hadir dalam kuliah umum tersebut. Ia mengingatkan bahwa kebersamaan kaum muda perlu ditopang dengan kualitas SDM. Pendidikan yang baik tidak selalu di dalam kelas kecil tapi juga belajar bersama dalam kuliah umum. Isi hari dengan terus belajar dan belajar.

“Kuliah umum ini menyajikan materi penting. Kita dapat narasumber dari perwakilan Bupati Sintang, seorang pemimpin. Kita harus utamakan generasi muda untuk memimpin. Kita yang calon pemimpin ini juga hendaknya belajar dari para pemimpin seperti beliau,” kata Darmansah. Turut hadir dalam acara ini, Kadisporapar Kabupaten Sintang, Hendrika dan sejumlah tamu undangan. (Hms/Red)

Warga Dihebohkan Dengan Penemuan Mayat Di Rumah Kost Samping Kampus STKIP Melawi

Posted by On Oktober 31, 2019


MELAWI. Masyarakat Dusun Sepan Batu Desa Kelakik Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki sudah meninggal didalam kamar kos-kosannya Samping Kampus STKIP Melawi. Kamis (31/10/19).

Dari identitas diketahui jenazah tersebut adalah seorang Pelajar/Mahasiswa STKIP Melawi Semester 5 Jurusan Penjaskes, alamat asal dari Dusun Sawah Kas Rt/Rw. 006/003 Desa Bina Karya Kecamatan Tanah Pinoh Kabupaten Melawi bernama Bayu Ananda Setiawan (20) Tahun.

Bambang Irawanto (41) tahun yang baru tiba dari pontianak berniat hendak mengecek kos-kosan yang akan disewanya pada saat itu, kebetulan bersebelahan dengan kamar korban, setelah mengecek kamar yang akan ditempatnya sekitar jam 06.30 Wib Bambang mencoba mengetok pintu Kamar milik korban karena pintu kamar dalam keadaan tertutup, namun setelah diketuk-ketuk beberapa kali tidak ada jawaban, akhirnya Bambang mencoba mendorong pintu kamar yang ternyata tidak dikunci dari dalam dan mendapati korban Bayu Ananda Setiawan dalam posisi telungkup dengan kepala dialas tas warna hitam.


Sekitar jam 06.30 Wib. Kemudian Bambang berusaha menggoyang goyang korban dengan maksud untuk membangunkannya, namun korban tidak bangun-bangun juga, setelah diamati disekitar tubuh korban digerayapi berapa semut ada pada tangan korban, karena Bambang kebetulan adalah orang tenaga kesehatan yang berdinas dikantor Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi akhirnya menyimpulkan bahwa korban bernama Bayu Ananda Setiawan telah meninggal Dunia, kemudian Bambang memberitahu kepada tetangga sebelah bahwa penghuni kos telah meninggal dunia.

Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Markus, S.Sos membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki dan menyampaikan kronologis kejadiannya.

“Pada hari Kamis tanggal 31 Oktober 2019 Sekitar jam 06.45 Wib piket regu "C" polsek Nanga Pinoh mendapat telpon dari Masyarakat 082148337035 menginformasikan bahwa telah ditemukan mayat di kos kosan samping STKIP Melawi Dusun Sepan Batu Desa Kelakik Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Mekawi. Sekitar jam 07.00 Wib piket Regu "C" Polsek Nanga Pinoh dipimpin Ps.Ka.SPK Aiptu Sukarman dan 3 Anggota datang lansung ke TKP ditemukan Mayat, Selanjutnya menghubungi Ketua RT dan Kepala Desa Kelakik, setelah mengumpulkan Saksi-saksi dan menghubungi pihak keluarga pada jam 08.00 Wib Korban dengan disaksikan Ketua RT, Kades, dan Paman Korban dibawa di RSUD Melawi selanjutnya untuk dilaksanakan Visum,” terang Markus.

Dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Melawi untuk sementara pada korban Bayu Ananda Setiawan tidak ditemukan akibat kekerasan atau pun luka akibat benda tumpul lainnya dan dokter menyatakan korban meninggal karena menahan rasa sakit sehingga keluar bercak darah dari mulutnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut pihak keluarga korban Sokri, A.Ma menyakan bahwa pihak keluarga menyatakan menerima musibah tersebut dan membuat pernyataan menolak untuk dilakukan OTOPSI. Jenasaah saat ini di simpan di Ruang Jenasah RSUD Melawi dan pihak keluarga akan membawa Ke Kecamatan Kota Baru. (Bgs)

Bupati Sintang Launching Perbup Menuju Sintang Lestari

Posted by On Oktober 31, 2019


SINTANG. Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH melaunching Peraturan Bupati Nomor 66 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari tahun 2019 – 2021 dalam kegiatan seminar publik penyampaian hasil fasilitasi multipihak mendukung inisiatif Sintang Lestari, di Aula Hotel My Home Sintang, Rabu (30/10/19) pagi. Pada kesempatan tersebut Jarot Winarno menjelaskan bahwa tujuan penyusunan Perbup Nomor 66 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari (RAD-SL)  ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat guna mewujudkan Kabupaten Lestari. RAD-SL di susun secara partisipatif dengan melibatkan para pelaku pemangku kepentingan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sintang.

"RAD-SL merupakan dokument yang bersifat strategis yang memuat tentang visi, misi dan tujuan, saran, strategis, serta kebijakan dan rencana aksi dalam mewujudkan Kabupaten Sintang Lestari dan sebagai dokument antara sebelum di lakukannya evaluasi dan revisi terhadap dua dokument landasan pembangunan yaitu RPJMD dan RTRW Kabupaten Sintang,"jelasnya. Lanjut Jarot, bahwa tujuan umum dari RAD-SL ini adalah memfasilitasi transisi kebijakan pembangunan Kabupaten Sintang dari Business as usual (BAU) menuju pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang menjadi semangat dari visi Sintang Lestari. RAD-SL ini juga akan menjadi payung perubahan paradigma pembangunan yang tidak bergantung hanya pada sektor-sektor ekonomi yang berbasis lahan.


"Selain itu juga, RAD-SL ini sebagai panduan reorientasi arah dan semangat pembangunan Kabupaten Sintang, tertutama untuk program-program dan kegiatan di bawah RPJMD yang sedang berjalan, sebagai acuan resmi bagi seluruh OPD di lingkungan Kabupaten Sintang dalam menentukan prioritas program dan kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan berkelanjutan,"terangnya. Kemudian tambah Jarot, RAD-SL ini juga sebagai pedoman adopsi program-program transisi menuju Sintang Lestari kedalam RKPD 2020-2021 sebelum RPJMD periode 2022-2027 di buat, sebagai acuan perumusan RPJMD 2022-2027 agar secara sistematis pembangunan Kabupaten Sintang menuju pada kondisi Sintang Lestari yang di targetkan tercapai pada 2030 dan untuk pedoman dalam koordinasi, integrasi, sinergi dan singkronisasi semua pihak yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan, baik secara vertikal maupun horizontal.

Sementara itu Direktur Conservation Strategy Fund (CSF) Indonesia Mubarik Ahmad menjelaskan bahwa persiapan rencana aksi ini sudah di mulai sejak april 2018 lalu. Selama 18 bulan ini proses multipihak yang di fasilitasi CSF sudah menghasilkan beberapa hal. Yang pertama itu skenario pembangunan Sintang Lestari untuk tahun 2030 yang di tuangkan dalam usulan visi yang baru yang sekarang sudah diadopsi di dalam RAD. Yang kedua di turunkan roadmap atau peta jalan menuju Sintang Lestari. Yang ketiga rekomendasi kebijakan-kebijakan kunci yang akan mendorong perubahan-perubahan berikutnya dan kemudian baru program untuk tahun 2020 dan 2021 dituangkan dalam RAD ini dan untuk setelah 2021 dituangkan dalam usulan-usulan yang akan di adopsi kedalam RPJMD 2022 - 2027.

"Jadi In Shaa Allah hasil kerja multipihak ini akan menjadi input dalam RPJMD nanti dan juga adanya perencanaan landscape yang berkelanjutan yang akan menjadi input revisi rt rw yang akan datang. Itulah hasil - hasil dari multipihak selama 18 bulan ini"jelasnya. Mubarik menambahkan pihaknya akan terus melakukan pendampingan untuk Pemkab Sintang seperti membangun kapasitas staf perencanaan di Bappeda dan OPD lain, kemudian juga kami akan melakukan pendampingan KLHS baik itu tataruang maupun RPJMD yang akan datang dan penulisan RPJMD 2022-2027. (Hms/Red)

Asisten Setda Paparkan Ekspose Persiapan MTQ Sintang

Posted by On Oktober 31, 2019


SINTANG. Pelaksana Tugas Asisten Sekretariat Daerah Bidang Pemerintah, Kurniawan., S.Sos.,M.Si membuka ekspose rencana kegaitan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV tahun 2019 di Balai Ruai Kkomplek rumah dinas Bupati Sintang, Selasa (30/10/2019). Kegiatan MTQ tingkat kabupaten ini mengalami percepatan dalam pelaksanaannya. Semula kegiatan akan dilaksanakan pada tahun 2020 namun atas beberapa pertimbangan, kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Sintang akan dilaksanakan pada 2-6 Desember 2019.

“Kegiatan ini mendapat sukungan sepenuhnya dari Bapak Bupati dan berbagai instansi terkait yang ada di Sintang,” ujar Kurniawan. “Untuk itu kita mintakan semua kecamatan ikut ambil bagian dalam setiap sesi dan kualifikasi,” tambahnya.

Para khafilah kecamatan dapat mengikuti 5 cabang dan 30 golongan lomba yang ada. Panitia juga menjamin berbagai kebutuhan para peserta. Ada cabang lomba bidang Tilawah, Hifzhil, Fahmil, Sarhil dan Khath. “kita menyelenggarakan kegiatan MTQ ini dengan maksud untuk menguji, membuka ajang guna persiapan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sekadau pada April 2020 nanti ya,” ungkap Kurniawan.

“Selain itu kita juga ingin menyediakan wadah untuk menumbuhkan kecintaan dan pemahaman terhadap kitab suci Al’Quran sebagai wujud pencapaian visi masyarakat Sintang yang religius,” katanya lagi. Agenda lain selain lomba, panitia juga mengadakan pawai Ta’aruf dan pameran Islami. Kegiatan ini juga dilangsungkan di beberapa fasilitas pubik yang tersebar di Kota Sintang, mulai dari Gedung Pancasila, Pendopo rumah dinas Bupati hingga di eks. Lapangan Terbang Susilo.

Pada kesempatan yang sama, Camat Ketungau Hilir, Lunsa Balu, S.Pd,.M.Si menyampaikan bahwa anak-anak ditimnya sudah cukup siap dalam mengikuti ajang MTQ tingkat kabupaten nanti. Ia menyebutkan kelengkapan kepesertaan sudah dilengkapi. “Rencananya kami dah baguslah, nanti Senin kami akan mematangkan lagi persiapannya,” ujar Lunsa.

“Hanya saja kami ini, ikut yang anak-anak jak, karna Ketungau Hilir belum ada peserta untuk yang cabang dewasa. Kita ingin capaian prestasi di MTQ ini akan baiklah, kita sudah ada yang sampai ke tingkat nasional, semoga kali ini akan bertambah lagi prestasi dari Ketungau Hilir ini,” harapnya. Turut hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah camat dan perwakilan dari LPTQ Kecamatan serta sejumlah panitia acara. (Hms/Red)

Bupati Sintang Buka Konvensi GKII

Posted by On Oktober 30, 2019


SINTANG. Bupati Sintang, Jarot Winarno, membuka secara resmi kegiatan konvensi Misi Ke-3 & KPI, GKII Wilayah II Kalimantan Barat, yang ditandai dengan pemukulan gong, dilaksanakan di Gereja Kemah Injil Indonesia Efrata, Desa Pelaik, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, pada hari Selasa, (29/10/2019).

Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan adalah modal social untuk membangun, “kita ketahui belakangan ini situasi nasional kurang kondusif, ujaran kebencian, hoax dan sebagainya beredar kemana-mana, hal ini berpotensi untuk memecahbelah bangsa, namun kita perlu rajut rasa persatuan dan kesatuan bangsa, sebab nilai tersebut sangat tinggi, sebagai modal social untuk membangun daerah kita,” kata Jarot. 


Masih kata Bupati Sintang, bahwa untuk tetap saling menjaga persatuan dan kesatuan, dan menghindari potensi yang dapat memecah belahkan bangsa, masyarakat tidak bergaul dalam kaum radikalisme, “kalau ada potensi yang memecahbelahkan bangsa ini, sekiranya tidaklah bergaul dengan kaum radikalisme,” ujarnya.

Menurut Bupati Sintang, situasi yang kondusif akan berdampak kepada ekonomi di Indonesia, “saat ini ekonomi sedang menjadi krisis global, pertumbuhan ekonomi Indonesia sering digenjot 5 persen, kalaulah ekonomi kita mau maju dan berkembang, syaratnya adalah situasi keamanan harus kondusif, harus aman, dan ditopang dengan SDM yang memadai,” tambahnya.

Terkait masalah ekonomi, lanjut Jarot, bahwa yang perlu ditata dari sekarang adalah generasi emas menuju tahun 2045, “26 tahun mendatang, tepat 100 tahun Indonesia Merdeka, Indonesia akan menjadi Negara terbesar keempat didunia, tetapi ini tidak akan tercapai kalau kita masih mengalami ekonomi yang stagnan di 5%, paling tidak bisa 6,5% sampai 7% minimal, dan yang paling penting harus tetap bersatu,” tuturnya. 

Bupati Sintang berharap agar situasi keamanan di Desa Pelaik tetap kondusif dan tidak terpancing dengan situasi nasional, “saya ingatkan situasi di nasional tadi, jadi saya tidak ingin situasi desa Pelaik ini lalu tidak kondusif,jangan ada ribut-ribut, jaga kondusifitas desa kita, terus jalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten, mudah-mudahan terus aman dan kondusif,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Sulaiman menjelaskan kegiatan Konvensi ke-3 GKII Wilayah II Kalimantan Barat, “kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dimulai sejak tanggal 29 Oktober 2019 dan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2019, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan misi keinjilian di wilayah II Kalimantan Barat dengan rangkaian kegiatan KKR, seminar dan kegiatan olahraga, ” jelasnya. 

Selain itu juga Sulaiman mengatakan kegiatan konvensi ini diikuti oleh lima daerah yang tergabung didalam GKII Wilayah II Kalimantan Barat, “jadi ada lima daerah kerja yang mengikuti kegiatan ini, daerah Kayan, daerah Sintang, daerah Melawi Hilir, daerah Melawi Hulu, daerah Tanah Pinoh,” katanya. 

Kemudian,Ketua GKII Daerah Kayan Oktavianus mengatakan bahwa jumlah gereja di daerah II Kalimantan Barat ini banyak, “sebenarnya ada 300 lebih gereja untuk di wilayah II Kalbar ini, untuk diwilayah kayan saja ada 61 gereja, tapi untuk yang bisa hadir paling tidak para pendeta, gembala sidang, dan untuk pesertanya yang baru mendaftar sebanyak 19 orang,” kata Oktavianus.

Oktavianus berharap kepada Pemerintah khususnya Bupati Sintang untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan GKII, “kami berharap bersama-sama bahwa bapak Bupati Sintang bisa mendukung pelaksanaan gereja, dan kami juga sebagai pihak Gereja selalu terbuka dengan program pemerintah, kami siap bekerjasama dan bersinergi bersama Pemerintah, kami haturkan terimakasih kepada Bapak Bupati Sintang yang telah berkenan hadir dalam kegiatan ini,” harapnya. (Dk/Red)

Bupati Sintang Canangkan Festival Kampung Listeeasi dan Taman Baca Masyarakat

Posted by On Oktober 29, 2019


SINTANG. Bupati Sintang, Jarot Winarno meresmikan sekaligus mencanangkan Festival Kampung Literasi dan Taman Baca Masyarakat di Desa Merah Arai, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, pada Selasa, (29/10/2019) bertempat di SD 15 Merah Arai. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, kemendikbud RI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lindra Azmar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Iwan Setiadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Herkolanus Roni.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa Literasi itu ada enam dimensi yang diprogramkan oleh Pemerintah, “pertama literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi finansial, literasi budaya dan keluarga, dan literasi digital,” kata Jarot.

Jarot menambahkan bahwa di Desa Merah Arai ini mengembangkan tiga dimensi literasi dari enam dimensi literasi, "disini memilih tiga literasi, yakni literasi baca tulis, literasi digital, literasi budaya dan keluargaan, disini mereka fokuskan literasi budaya dan keluargaan karena untuk melestarikan kearifan lokal diikuti dengan literasi baca dan tulis", tambahnya. 

Selain itu juga, Bupati Sintang bangga dengan adanya kegiatan seperti ini karena dapat memberikan dorongan motivasi literasi bagi semua kalangan, “saya bangga, karena disini ada sebuah karya buku yang dilahirkan oleh sesepuh atau orang tua asli sini, namanya pak Suhaidir, beliau menulis buku yang berjudul Cerita Dari Kayan, tentu ini menjadi kebanggan dan motivasi bagi kita untuk melestarikan budaya literasi,” ucapnya.

Masih kata Bupati Sintang, bahwa kegiatan Festival Kampung Literasi ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak termasuk pihak Pemerintahan Desa Merah Arai yang sudah mendukung kegiatan ini, “dukungan Pemerintah Desa saat ini sangatlah luar biasa, Pemerintah Desa disini membangun Taman Baca Masyarakat dan didukung juga oleh seluruh masyarakat serta komunitas-komunitas masyarakat lainnya,” tuturnya.


Jarot optimis bahwa Taman Baca Masyarakat di Desa Merah Arai ini dapat bermanfaat, “TBM disini pasti bermanfaat, karena di Kalimantan Barat baru Desa Merah Arai inilah satu-satunya Kampung Literasi, dan semoga desa-desa lainnya dapat mencontoh desa Merah Arai ini yang sudah mencanangkan Kampung Literasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Kemdikbud RI yang diwakili oleh Kasi Budaya Baca, Direktorat Pembinaan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Ditnas,  Dr. Untung mengatakan bahwa kegiatan gerakan literasi merupakan program Pemerintah yang dicanangkan oleh Presiden yang memiliki 3 komponen pendukung, “jadi kegiatan literasi ini diberi nama Gerakan Literasi Nasional yang memiliki 3 komponen pendukung, yakni pertama gerakan literasi sekolah, gerakan literasi masyarakat dan gerakan literasi keluarga,” kata Dr. Untung.

Dr. Untung menjelaskan ketiga komponen pendukung Gerakan Literasi Nasional tersebut, "untuk Gerakan Literasi Sekolah itu adalah gerakan membaca yang dikelola oleh pendidikan formal, seperti SD, SMP, SMA, kemudian untuk Gerakan Literasi Masyarakat itu berbasis komunitas seperti disini geeakan indonesia membaca, kampung literasi, yang dikelola oleh masyarakat dan yang ketiga adalah Gerakan Literasi Keluarga yang dikelola langsung oleh keluarga dirumah masing-masing,” ucapnya.

Dr. Untung memberikan apresiasi kepada Gerakan Sintang Membaca yang sudah menyelenggarakan kegiatan Festival Kampung Literasi ini, “ini luar biasa kegiatannya, saya sudah lihat Taman Baca Masyarakatnya, koleksinya bagus-bagus, dengan demikian diharapkan masyarakat untuk terus membaca agar mendapatkan pengetahuan lebih, karena di Taman Baca Masyarakat tersedia bermacam macam buku, tidak hanya buku pelajaran saja,” tambahnya.

Masih kata Dr. Untung, berharap agar kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan dan terus dikembangkan, “harapan kami kegiatan ini tidak berhenti disini saja, tetapi dapat ditindaklanjuti kedepannya, dan terus dikembangkan, karena Kemendikbud memberikan dukungan awal untuk membuat kegiatan seperti ini, selanjutnya Pemerintah setempat untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya dibawah komando Bupati Sintang. 

Kemudian, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lindra Azmar menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan di Desa Merah Arai, Kecamatan Kayan Hulu, “hari ini kita laksanakan kegiatan pencanangan festival kampung literasi dan Taman Baca Masyarakat di Desa Merah Arai, Kecamatan Kayan Hulu,” kata Lindra.

Menurut Lindra, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam Festival Kampung Literasi ini, “kita selenggarakan berbagai kegiatan yakni bincang literasi,sosialisasi budaya, latihan komputer, kelas inspirasi, budaya bebas narkoba, permainan edukatif bahkan ada juga kursus bahasa inggris,” ujarnya.

Lindra memberikan apresiasi kepada semua pihak dan memberikan pesan kepada masyarakat terkait penyelenggaraan kegiatan Festival Kampung Literasi, “semua ini berkat dukungan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, juga oleh masyarakat sipil seperti Gerakan Sintang Membaca kami ucapkan terimakasih, tidaklupa juga kepada masyarakat dan Pemerintahan Desa Merah Arai dapat mendukung kegiatan ini, agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar,” pesannya. (Dk/Red)

Tuah Mangasih Ajak Kaum Muda Berinovasi dan Kreatif

Posted by On Oktober 29, 2019


SINTANG. Dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke.91 yang jatuh pada Senin,28/10/2019, Adalah Hari yang bersejarah bagi Indonesia, Pada masa itu para tokoh para pemuda pada Tahun 1928 yang telah  mendeklarasikan sumpah pemuda, Dan menjadi pelopor pemuda yang turut mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang Secara khusus Pemuda Kabupaten Sintang adalah Pemuda Indonesia, yang mempunyai Peranan yang sangat penting dalam pembangunan dikabupaten Sintang, ungkap Tuah Mangsih ST, M.Si Senin 28/10/2019,di kantornya.

“Mari kita bersama-sama memaknai hari Sumpah Pemuda ini, dengan membangun negeri kita untuk lebih maju lagi,” ujarnya

Menurut Tuah, " Bersatu Kita Maju”,  adalah tema yang sangat ideal, Mengingatkan kembali untuk berkomitmen membangun semangat juang para pemuda  yang telah diikrarkan pada  Tahun 1928 silam, untuk meningkatkan rasa persatuan dan Kesatuan sehingga kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kuat, diberbagai bidang, “Apalagi zaman sekarang adalah zaman Digital, segalanya serba digital,” jelas Tuah.

Selanjutnya Tuah mengungkapkan, pemuda Indonesia Maju salah satu keharusan, Alasannya karena pemuda Indonesia sehingga bangsa ini bisa lebih maju”, maka sebagai pemuda yang maju  harus yang memiliki kemampuan berinovasi,  kreativitas yang tinggi,  mandiri, inspiratif,  Unggul dalam bersaing, seperti halnya dibidang Ekonomi, Industri, Digital, dan lain sebagainya, ungkapnya.

Tuah Mangsih menegaskan, Sebagai Pemuda Indonesia adalah harus  sanggup membuka pandangan pandangan dan imajinasi yang  sangat tinggi, membagun karakter, mengeluarkan ide ide demi menyongsong masa depan Indonesia di mata dunia yang lebih baik, dan pemuda Indonesia harus mampu ikut serta berpartisipasi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di segala bidang dihadapan bangsa bangsa lain atau didunia, tegasnya.( red.)

Sekda Sintang Buka Seminar Publik Penyampaian Hasil Fasilitasi Multipihak Mendukung Inisiatif Sintang Lestari

Posted by On Oktober 29, 2019


SINTANG. Bupati Sintang dalam hal ini di wakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra.Yosepha Hasnah, M. Si membuka kegaitan seminar publik penyampaian hasil fasilitasi multipihak mendukung inisiatif Sintang lestari yang di laksanakan di Aula Hotel My Home Sintang, Selasa (29/10/19) pagi. Hadir dalam acara tersebut Direktur Conservation Strategy Fund (CSF) Indonesia Mubarik Ahmad, Instansti dan stakehoder terkait dan tamu udangan lainnya. Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah mengatakan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sintang diperlukan upaya yang konprehensif yang melibatkan semua pihak, baik pemeritah, swasta, masyarakat dan masyarakat adat.

“Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat dan masyarakat adat merupakan modal penting untuk menghadapai kompleksitas masalah dan tantangan pembangunan berkelanjutan baik secara global maupun lokal, ”kata Yosepha. Kemudian lanjutnya, ada beberapa tantangan yang dihadapai oleh Kabupaten Sintang saat ini, yakni kedaruratan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, belum fungsionalnya beberapa jalan penghubung dari desa menuju kota kecamatan maupun dari kota kecamatan menuju ke ibu kota kabupaten menyebabkan terkendalanya proses transportasi dan distribusi barang sehingga dapat menyebabkan tingginya harga barang di beberapa lokasi.


Oleh sebab itulah dampak dari infrastruktur ini juga berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. diikuti dengan rendahnya harga komoditas unggulan menyebabkan pemenuhan kebutuhan pokok menjadi semakin sulit. perlunya alternatif terhadap produk unggulan memberikan solusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. “trend angka kemiskinan yang cenderung meningkat pada setiap tahunnya menyebabkan garis kemiskinan di kabupaten sintang yang menempati urutan pertama di provinsi kalimantan barat. tantangan berkaitan dengan kondisi lingkungan serta penataan ruang selalu menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan, untuk itu pemerintah kabupaten sintang berkomitmen dalam pelaksanaan pembangunan harus berwawasan lingkungan dan sesuai dengan tata ruang dalam upaya menuju pembangunan kabupaten sintang yang berkelanjutan,”jelasnya.

Selain itu di jelaskan Sekda, hingga saat ini Kabupaten Sintang terus berbenah melalui berbagai kebijakan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada masa yang akan datang. Mengingat pembangunan seringkali diidentikan dengan mekanisme kegiatan ekonomi, yang ditandai dengan proses produksi maupun konsumsi yang selalu memberikan dampak eksternalitas negatif bagi lingkungan sebagai pemasok input untuk kegiatan produksi tersebut. Kegiatan ekonomi umumnya menurunkan daya guna lingkungan dan menimbulkan kerusakan pada alam. hal ini pada akhirnya akan merugikan proses produksi karena akan timbul keadaan krisis sumber daya sebagai input produksi dari proses pemanfaatan lingkungan secara besar-besaran. \

“Merujuk pada hal tersebut, apabila kita tidak cermat dalam mengendalikan pembangunan maka dapat dipastikan akan terjadi degradasi daya dukung lingkungan yang akan berdampak pada menurunnya kualitas hidup manusia,”ujarnya. Pada kesempatan itu juga Sekda meyampaikan bahwa untuk mewujudkan masyarakat Sintang yang sejahtera namun lingkungan tetap terjaga, dengan dibantu oleh Conservation Strategy Fund (CSF) Indonesia sejak tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Sintang telah menetapkan peraturan Bupati Sintang nomor 66 tahun 2019 Tentang Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari Tahun 2019-2021. Peraturan ini bermanfaat sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menentukan prioritas program dan kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan yang berkelanjutan untuk melaksanakan daerah yang berkelanjutan pada tahun 2019-2021.

“Memperhatikan peran dan tujuan kegiatan csf di kabupaten sintang, saya berharap program ini dapat bersinergi dengan program pembangunan pemerintah kabupaten sintang, sehingga akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat kabupaten sintang”tutupnya. Sementara itu Direktur Conservation Strategy Fund (CSF) Indonesia Mubarik Ahmad mengatakan konsep untuk menuju Sintang Lestari ini sudah berjalan 18 bulan melalui pertemuan-pertemuan yang sifatnya untuk pengembangan kapasitas bersama tentang masa depan Kabupaten Sintang yang diinginkan dalam kerangka konsep Sintang Lestari dan beberapa hasilpun sudah di laporkan serta di adopsi bersama. Dirinya pun mengucapkan terimakasih kepada pemkab Sintang yang telah memberikan kepercayaan kepada CSF untuk memfasilitasi semua proses dalam mewujudkan Sintang Lestari.

“18 bulan ini kita sudah melakukan banyak pertemuan yang bersifatnya pengembangan kapasitas, menguras pikiran-pikiran tentang masa depan sintang yang diinginkan dalam kerangka konsep sintang lestari, dan kemudian juga melanjutkan atau mengkongkrikan apa yang perlu di lakukan di Kabupaten Sintang untuk mencapai sintang lestari,”kata Mubarik. Masih lanjut Mubarik, hasil kerja keras stakeholder yang terlibat dalam berbagai pertemuan itu sudah diadopsi Pemkab Sintang yang dituangkan dalam bentuk Peraturan Bupati Nomor 66 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Sintag Lestari tahun 2019 – 2021. Selain itu juga, Mubarik menjelaskan, ada dua hal yang ia soroti dalam rencana ini, ialah, esensinya pada muara visi baru Kabupaten Sintang itu yakni perencanaan pembangunan yang tertuang dalam RKP 2020-2021 dan kemudian komitmen untuk mengubah arah RPJMD yang akan datang dengan konsep Sintang Lestari. Kemudian lanjutnya ialah perencanaan tata kelola lahan yang lebih berkelajutan untuk mendukung visi Sintang Lestari, sehingga itu akan jadi pewarna baru di dalam tatakelola yang akan datang.

“Secara signifikan dan dengan yang diadopsi oleh Pemkab Sintang minimal sudah mulai menampak di jalan menuju kelestarian pembangunan di Sintang, untuk kesejateraan yang lebih baik, untuk ekosistem dan sistem sosial yang lebih baik”ungkap Mubarik. Sehingga hal tersebut lanjutnya sangat sejalan dengan Peraturan Presiden nomor 59 tahun 2017 tentang tujuan pembangunan yang berkelanjutan yang diadopsi Indonesia dari konsep sustainable development goals tingkat global yang di canangkan oleh PBB. “jadi apa yang kita lakukan di sini tersambung langsung dengan apa yang di lakukan tingkat nasional dan apa yang di sepakati di tingkat global dalam tujuan pembangunan berkelanjutan,”jelas Mubarik. (Hms/Red)

Bupati Sintang Buka Rakor Penguatan SDM Dinsos

Posted by On Oktober 28, 2019


SINTANG. Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH membuka rapat tim teknis koordinasi penguatan kualitas SDM di lingkungan Dinas Sosial Sintang, di Balai Praja komplek kantor Bupati Sintang, Senin (28/10/2019). Rapat tersebut, dilakukan untuk peningkatan program perlindungan dan jaminan sosial, secara khusus pada kegiatan verifikasi dan basis data terpadu dan pemadanan data BDT PKH, PBI JKN, pada aplikasi SIKS-NG. Para peserta mengikuti pelatihan offline SIKS-NG. Kegiatan ini dalam rangka harmonisasi kebijakan dan pelaksanaan teknis pada aplikasi SIKS-NG.

“Kemiskinan adalah keniscayaan disuatu daerah. Orang miskin ada dimana-mana, wilayah kumuh di perkotaan. Negara tentu menjamin kesejahteraan umum dan perlindungan untuk fakir miskin,” kata dr. jarot mengawali sambutannya pagi itu.  Program jaring pengaman sosial dibuat pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. Ketika kemiskinan dibawa kedalam angka, seringkali menjadi ‘misteri’. Pada periode Maret 2018, jumlah penduduk miskisn di Sintang ada 10,35% dari total penduduk. Pendapatan per kapita, angka pengangguran turun, gini rasio rendah tapi angka kemiskinan cenderung naik. Setelah ditelusuri, ternyata garis kemiskinan Sintang cukup tinggi, berada di angka 551ribu per kepala per bulan atau 2,2 juta perbulan.

Artinya bila pendapatan keluarga di Sintang kurang dari angka tersebut, maka keluarga itu dianggap atau masuk dalam kategori miskin. Ada juga bias pada proses pendataan. Sehingga perlu diperhatikan juga. Ada misklasifikation sebagai efek dari suasana batin masyarakat di desa. Ada pembaharuan dalam bentuk sistem online yang dikeluarkan oleh kementerian sosial. Ada banyak hal positif didalamnya. Misalnya ada dinamis dalam proses update boleh 4kali. Ini sistem terbuka, canggih, dinamis. Sistem yang canggih ini tentu kembali ke orang yang mengerjakan. Kita punya 391 desa. “Data kita akan secara periodik data akan dirilis dan dikontrol. Operator desa mendata dengan baik dan tepat. Untuk jadi valid, data harus dikonfirmasi dalam musyawarah desa,” kata dr. Jarot. “Saya harapkan sangat teliti dan tepatlah dalam proses pendataan, updating serta penggunaan sistem yang baik dan canggih ini,” pungkasnya.


Hadir selaku narasumber dalam kegiatan ini, Anggiat Marbun selaku Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Sarah Oktaviani, koordinator regional program PKH Kalimantan. Peserta rapat 46 orang terdiri dari, fasilitator PKH, para camat, koordinator program, instansi terkait dan operator desa untuk uji coba. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sintang, Arbudin menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan prime mover pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemda Sintang. Ia mengungkapkan pula, hasil dari pembangunan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. “Dalam upaya untuk mencapai pembangunan yang terencana, terarah dan berkelanjutan diperlukan data dan informasi yang tepat dan terbaru,” kata Arbudin. “itulah sebabnya kita disini untuk memperdalam ilmu guna menghasilkan data yang biak dan tepat,” tambahnya. Di Dinas Sosial ada Data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang meliputi: identitas rumah tangga sasaran, kesehatan, pendidikan, demografi, kepesertaan program, kepemilikan asset dan perumahan. Turut hadir pada kegiatan tersebut, beberapa pimpinan OPD terkait, beberapa camat dan sejumlah tamu undangan. Demikian siaran berita Humas Setda Sintang.

Bupati Sintang Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Posted by On Oktober 28, 2019


SINTANG. Kendati hari hujan yang cukup lebat tidak menurunkan semangat Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke.91 di Kabupaten Sintang hari ini Senin,28/10/2019 pagi di laksanakan di Pendopo Bupati Sintang yang secara langsung dipimpin Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH, sebagai inspektur upacara. Dalam sambutan Menteri Pemuda Dan Olah raga Republik Indonesia yang disampaikan Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.Ph, menyatakan sangat memberikan pengahargaan atas jasa para took pemuda pada Tahun 1928, yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda, sehingga menjadi pelopor pemuda, untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

“Hari sumpah pemuda ke.91 kali ini mengambil tema “bersatu Kita Maju” , tema ini menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang telah diikrarkan pada tahu.1928 dalam sumpah pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa” jelas Jarot Winarno Menurut Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH, tema “Bersatu Kita Maju” ini diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, dan khusus bagi pemuda , tema ini menjadi keharusan karena ditangan pemuda lah Indonesia bisa lebih maju”pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiki karakter , kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan Unggul dalam menghadapi persaingan dunia,” ujar Bupati Simtang.

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, Ras dan kultur , menuju persatuan dan Kesatuan Bangsa”maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia , demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” tegas Jarot Winarno.


Selain itu dalam kata sambutannya Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH, menambahkan, semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia harus terus menjadi obor penyemangat, bagi pengabdian pemuda Indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di kanca dunia. 

Pada Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke.91 Tahun. 2019 pada hari ini Senin,28/10/2019 pagi di pendopo Bupati Sintang, yang pimpim langsung Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH, selaku Inspektur Upacara, juga dihadiri Sekda Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah, serta para pejabat Forkopimda, TNI, Polri, OKP, Pramuka, Mahasiswa, dan pelajar dan diakhiri dengan Pembagian hadiah berbagai lomba yang telah dilaksanakan dalam memeriahkan perayaan Hari Sumpah pemuda ke. 91 dinataranya lomba Busana Nusantara. Demikian Eko Humas Pemkab Sintang melaporkan.

Anastasia, Politisi Muda Siap Membangun Daerahnya

Posted by On Oktober 28, 2019


SINTANG. Anastasia adalah merupakan salah satu politisi termuda dari Partai Nasdem yang berhasil meraih kursi DPRD Sintang sejak Pemilu 2019, Meskipun belum berpengalaman di dunia Politik namun dengan keyakinan yang ia miliki, sehingga dirinya berhasil duduk di kursi DPRD Sintang periode 2019-2024. Sebagai politisi muda Anastasia berkomitmen dalam memperjuangkan aspirasi-aspirasi masyarakat, terutama di daerah Pemilihannya, demikian ungkap Anastasia saat di wawancarai beberapa Wartawan di Kantor DPRD Sintang, Senin 28 Oktober 2019. 

Keinginan untuk berpolitik dan ingin menyuarakan aspirasi masyarakat, sebab di daerah masih banyak ketertinggalan pembangunan terutama di bidang infrastruktur dasar yaitu jalan dan jembatan. Selaku wakil rakyat ia siap memperjuangkan semua aspirasi rakyatnya dalam mewujudkan pembangunan yang lebih maju di daerahnya.

“Saya kan terjun ke dunia Politik baru saja satu tahun lebih, karena memang keinginan saya untuk berpolitik, saya ingin sekali menyuarakan aspirasi aspirasi masyarakat, karena memang saya lihat di deaerah saya di Kayan Hulu masih banyak sekali pembangunan infrastruktur yang harus diperjuangkan, selaku wakil rakyat saya siap untuk memperjuangkan semua aspirasi dari mayarakat,” papar Wanita cantik tersebut. 

Selain itu dirinya juga fokus kepada generasi musa selaku wakil rakyat dirinya akan memikirkan untuk kedepanya terkait penyedian lapangan pekerjaan bagi para generasi muda, dikatanya bahwa banyak yang berpendidikan tinggi tetapi belum bekerja, ia merasa sangat perihatin melihat hak terdebut, menurutnya jik para generasi muda harus menjadi pengangguran maka akan cenderung mereka untuk mengambil jalan yang salah dalam kehidupannya.

Selain profesinya sebagai seorang politikus Anastasia juga merupakan salah pecinta alam, oleh sebab itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga serta melestarikannya. Dikatakannya, Kabupaten Sintang memiliki tempat wisata yang sangat terkenal yaitu Bukit Kelam, menurutnya Bukit Kelam bukan hanya terkenal di dalam negeri saja bahkan juga di kenal di luar negeri, ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang melalui Dinas terkait untuk membangun jalan naik ke puncak bukit kelam serta menata kembali bangunan yang mulai rusak, ujarnya. (Andi)

Bupati Sintang Tutup Turnamen Sepak Bola Pendekar Bukit Kelam Di Desa Merpak

Posted by On Oktober 28, 2019


SINTANG. Bupati Sintang,dr.H Jarot Winarno secara resmi menutup open turnamen sepak bola pendekar bukit kelam cup tahun 2019 yang di laksanakan di lapangan Alambana Wanawai desa merpak kecamatan kelam permai pada hari minggu sore ( 27/10/2019), turut di hadiri kepala dinas pemuda dan olahraga kabupaten sintang Dr Hendrika,Forkompincam kelam permai,kepala desa merpak serta tamu undagan lain nya.

Dalam sambutan nya bupati menyampaikan di depan para pemain yang baru saja menyelesaikan pertandingan,”hari ini pertandingan sangat luar biasa lapangan nya mantap dan bagus,sehingga kedua kesebelasan yang berlaga di partai pinal ini dapat menunjukan permainan dan skil skil bagus yang memanjakan mata para penonton yang menyaksikan nya Walau pun permainan di kuasai oleh kesebelasan Pinyaru fc dan memiliki sembilan peluang untuk mencipta kan gol akan tetapi harus menelan kekalahan dari kesebelasan Betuah fc dengan skor 1- 0 untuk kesebelasan Betuah fc.

Jarot mengatakan, Persista sintang melanglang buana dan pernah berjaya sampai bisa bermain di manado,bermain di malang,yang pada saat itu sanggat di kenal di dunia sepak bola tidak lepas dari julukan pendekar bukit kelam bahkan ada pemain yang memperkuat persista sintang yang berasal dari desa merpak,seperti Anyan dan Lius. “Turnamen seperti ini di selengarakan supaya kejayaan anak anak kelam dan sekitar mampu muncul kembali dan mampu mengangkat kejayaan dengan julukan pendekar bukit kelam kedepan nya,” ujarnya.


“Seperti kita ketahui,untuk kelam dan sekitar nya para pemain pemain yang berbakat masih banyak dan ini harus di lihat dan di tempa kembali bakat bakat para pemain melalui pertandingan pertandingan seperti ini sehingga kecamatan kelam mampu melahirkan pemain pemain yang hebat yang mampu berlaga di jenjang bupati cup yang tidak lama lagi kita helat di bulan november nanti,” ungkapnya.

Heronimus jabang selaku ketua panitia petandingan menyampaikan,saya sangat berterima kasih kepada bupati sintang yang mana telah hadir untuk menututup open turnamen pendekar bukit kelam Open Turnamen pendekar bukit kelam ini kita selangarakan pada tahun 2019 ini tiada lain yakni untuk memajukan olahraga, terutama olah raga sepak bola di desa merpak,yang mana turnamen seperti ini sempat sepi dan vakum selama kurang lebih 9 tahun dan tidak pernah di selengarakan.

“Saya beserta kawan kawan panitia berinisiatif untuk mengadakan pertandingan ini sebab antusias masyarakat dan para pecinta serta peminat sepak bola di desa merpak dan sekitarnya sangat antusias untuk mengikuti turnamen di sini. Tidak terlepas dari itu,salah satu tujuan kita mengadakan pertandingan seperti ini yaitu untuk mengenal kan kepada masyarakat luas bahwa di desa merpak mempunyai lapangan sepak bola yang sudah bagus dan sesuai dengan standar nasional,juga keberadaan lapangan sepak bola ini mempunyai pemandangan yang sangat bagus,yang di apit oleh dua bukit yakni,bukit kelam dan bukit rentap,dan di harapkan mampu menarik minat para penonton dari jauh untuk menyaksikan pertandingan serta berwisata ke bukit kelam ini untuk memanja kan mata,” ujarnya. (Hms/Red)

Welbertus Menilai Panitia Konser, Andra And The BackBone dan Bondan Tidak Peka Lingkungan

Posted by On Oktober 27, 2019


SINTANG. Anggota DPRD Kabupaten Sintang Welbertus, menilai Panitia pelaksana konser konser BlackBone dan Bondan yang dilaksanakan pada malam Minggu, 26 Oktober 2019 di area eks Bandara Susilo Sintang, dinilai tidak peka terhadap lingkungan sekitar, lantarannya lokasi konser tersebut bersebelahan dengan Rumah Sakit Pratama Sintang, selaku wakil rakyat dirinya merasa prihatin dan sangat kecewa dengan panitia pelaksana konser tersebut, demikian ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (27/10/2019).

“Kita sangat mendukung adanya acara konser seperti ini, tetapi kita sangat kecewa dan prihatin kalau acara seperti ini di tempatkan di tempat yang kurang tepat, apalagi di laksanakan di dekat Rumah Sakit yaitu Rumah Sakit Pratama. Ya tentu kita pahami bahwa yang namanya Rumah Sakit tentu ada pasien yang perlu tenang untuk proses kesembuhannya,” ungkap Welbertus.

Menurut Welbertus, pengadaan konser di Eks Lapter Sintang tersebut, dinilai sangat tidak tepat sebab berdekatan dengan Rumah Sakit Pratama Sintang, hal ini menurutnya sangat mencerminkan bahwa panitia pengadaan konser tersebut sangat tidak peka terhadap situasi dan lingkungan sekitar.

“Panitia dan para pihak kurang peka ya padahal disebelah panggung hiburan tersebut ada rumah sakit Pratama, Coba bayangkan pasien dan keluarga yang merasa terganggu akibat suara musik yang begitu keras apa tidak merasa terganggu. Kita diluar senang-senang, sementara pasien dan keluarga di rumah sakit begitu menderita jadi dimana nurani dan kemanusiaan kita,” ujarnya. Dirinya berharap, agar kedepannya hal serupa tidak terulang kembali. (Red)

Bupati Sintang Tutup Jemelak Expo 2019

Posted by On Oktober 27, 2019


SINTANG. Bupati Sintang dr H Jarot Winarno tutup seluruh rangkaian kegiatan Jemelak Expo 2019 di Kawasan Wisata Danau Jemelak pada Minggu, 27 Oktober 2019. Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Oktober hingga 27 Oktober 2019 tersebut berhasil melaksanakan 17 jenis perlombaan dan kegiatan lain. Pada malam penutupan tersebut, diserahkan juga piala dan uang pembinaan bagi para pemenang lomba, seruan untuk bersama-sama menjaga kawasan Danau Jemelak, hiburan oleh artis lokal dan Willy Jhin Kopi Dadu yang merupakan YouTuber asal Sanggau.

Bupati Sintang dr H Jarot Winarno menyampaikan bahwa kalau kita menjaga alam semesta. Maka alam semesta akan berbalik menjaga kita. “Kita harus berupaya menjaga kehidupan yang harmoni dengan alam. Kita Kabupaten Sintang sudah memilih sebagai kabupaten lestari. Masyarakat, program kerja, aktivitasnya berupaya menjaga alam supaya tetap lestari namun ekonomi tetap tumbuh dan kearifan lokal tetap kita jaga. Kita hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi tanpa mengurangi kemampuan dan peluang generasi masa depan untuk menikmati lingkungan dan alam yang lestari,” terang Bupati Sintang. 

“Sintang ini sama dengan luasnya dengan Provinsi Jawa Barat. Dan dari luasan itu, 1,2 juta hektar atau 60 persen merupakan kawasan hutan sisanya 40 persen bukan kawasan hutan. Dan dari 1,2 juta hektar itu, 880 ribu hektar yang masih hutan asli. Artinya kita telah kehilangan kawasan hutan sekitar 300 ribu hektar. Cukup sudah kita kehilangan kawasan hutan. Dan kekayaan alam dan kawasan konservasi tinggi harus kita jaga. Kita sudah tetapkan 12 danau yang ada di Sintang yang harus di lindungi termasuk danau jemelak ini,” tambah Bupati Sintang.


“Danau Jemelak ini saya anggap surga tersembunyi yang jaraknya dengan Kota Sintang sangat dekat. Dua kali sudah kita berupaya mempromosikan danau jemelak ini. Dan semakin menarik, ramai dan danau jemelak semakin di kenal oleh masyarakat luas. Danau Jemelak ini merupakan area konservasi bernilai tinggi. Saya bangga kegiatan Jemelak Expo betul-betul dilaksanakan oleh masyarakat sipil karena bentuk kecintaan kepada kawasan yang lestari. Tahun depan kita rancang kegiatan yang sama namun lebih besar, lebih menarik dan ramai. Kita dorong agar kegiatan serupa di tahun depan, jemelak expo dirancang sedemikian rupa supaya lebih menarik,” pesan Bupati Sintang.

Ketua Panitia Jemelak Expo 2019 Larry Hans menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung sejak 23 hingga 27 Oktober 2019 berlangsung aman dan lancar. “pantauan kami, sambutan dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami akan pertimbangkan untuk melaksanakan kegiatan ini di tahun mendatang dan akan lebih meriah. Kami mohon dukungan dari pemerintah dan non government organization yang peduli dengan pelestarian danau jemelak. Lokasi ini sangat dekat dengan pusat Kota Sintang. Sehingga memang sangat potensial untuk dikembangkan. Danau Jemelak menjadi tempat alternatif baru untuk berwisata,” lapor Larry Hans. (Hms/Red)

 Bupati Sintang Hadiri Pengajian Rutin BKMT Kabupaten Sintang

Posted by On Oktober 27, 2019


SINTANG. Sekitar ratusan umat muslim yang hampir rata-rata para ibu-ibu hari ini Minggu,27/10/2019 mengikuti Pengajian Rutin BKMT Kabupaten Sintang di Masjid Agung An Nur yang dihadiri Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH, sekaligus membuka acara. Dalam kata sambutannya Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH, dihadadapan para ibu-ibu BKMT mengatakan, sebgai anak kita harus bisa menyenangkan hati ibu kita, seperti yang dilakukan rosulullah Nabi Muhamma SAW kepada ibunya”sebgai umat musli tujuh puluh lima persen jiwa ini harus tunduk dan menyenangkan hati ibu baru dua puluh lima persen tentunya Bapaknya , karena peran ibu sungguh sangat luar biasa dan merupakan tiang agama , dan ibu-ibu merupakan madrasah utama dan pertama,” ujarnya.

“Bagi anak-anak kita pada saat dalam proses mulai dalam kandungan ibu-ibu, hingga dilahirkan hingga pada usia empat tahun perkembangan otak nya delapan puluh persen sudah terbentuk, ditambah lagi sepuluh persen hingga usia enam tahun dan sisa usia enam tahun keatas hanya sekitar 10 persennya,” jelas jarot Winarno

Menurut Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH, selama empat tahun usia anak kita berada dimana dirumah, madrasahnya dimana di rumah , ustadzahnya siapa ibu-ibu”jadi kalau mau melihat aklaknya sebuah bangsa adalah ibu-ibunya sangat berperan penting dalam perkembangan anak-anaknya, jadi peran ibu adalah sebgai tiang negara,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Agung An Nur Sintang H, anang Nurcholis.M.Si mengatakan, kegiatan pengajian rutin BKMT Sintang yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan rutin ibu-ibu majelis takhlim yang tergabung dalam BKMT se kabupaten Sintang yang secara rutin dilaksanakan secara bergilir di masjid-masjid yang ada di Kabupaten Sintang”jadi yang hadir hari ini ada dari beberapa kecamatan seperti Dedai, Tebelian, Kecamatan Binjai termasuk Kecamatan Sintang dan kecamatan lain , dan kegiatan pengajian ini juga diisi dengan ceramah agama H.Ekhsan,S.Ag.M.Si Kepela Kemenag Kota Pontianak,” ungkapnya.

Pada Pengajian Rutin BKMT Kabupaten Sintang di Masjid Agung An Nur hari ini Minggu,27/10/2019 di masjig Agung An Nur Sintang yang dihadiri Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno,M.Med.PH, juga Anggota DPRD Sintang H, Senen Maryono, Forkopimda, Ketua BKMT Sintang dan Pengurusnya, para Ketua Majelis Takhlim, Tokoh Agama, Para Ketua BKMT Kecamatan, serta tokoh masyarakat. Demikian Eko Humas Pemkab Sintang melaporkan.

Kunjungi Betang Ensaid Panjang, Sekda Sintang Motivasi Pengrajin Tenun Buat Kreasi Produk Lain Selain Kain Tenun

Posted by On Oktober 27, 2019


SINTANG. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si mengunjungi Betang Ensaid Panjang Dusun Rentap Selatan Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai pada Minggu, 27 Oktober 2019. Didampingi Kalfor Project-UNDP, Camat Kelam Permai dan sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Sintang. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah saat berdialog dengan puluhan Ibu-ibu penenun yang ada di Desa Ensaid Panjang dan tokoh masyarakat setempat memberikan motivasi dan dorongan agar para pengrajin tenun mampu membuat bentuk kerajinan ikutan dari tenun ikat misalkan dompet, sampul buku, tas dan bentuk kerajinan lain yang masih memanfaatkan kain tenun ikat.

“Saya ingin mengajak pengrajin tenun untuk membuat produk ikutan dari tenun ikat. Kain tenun yang sudah dibuat oleh ibu-ibu harus di kembangkan lagi ke produk atau bentuk lain seperti tas, baju, dompet, dan sampul buku sehingga harganya menjadi lebih bervariasi dan lebih mudah menjualnya. Kalau hanya ada kain tenun tentu harganya mahal dan agak sulit kalau dijadikan oleh-oleh,” terang Yosepha Hasnah.

“Produk ikutan dari tenun ikat ini bahan dasarnya tetap tenun tetapi menghasilkan produk lain. Bahkan bisa juga dari sisa kain tenun yang terpotong atau tidak dipakai bisa digunakan untuk memodifikasi produk lain. Kalau memang ibu-ibu disini berminat, kami akan siapkan tim yang akan mendampingi ibu-ibu membuat produk ikutan dari tenun ikat ini sampai bisa,” tegas Yosepha Hasnah.

“Pendampingan oleh tim itu juga akan diberikan secara gratis. Sampai ibu-ibu berhasil memodifikasi produk yang ada. Harapan saya, saat hari minggu atau hari libur dimana kunjungan wisatawan cukup banyak. Produk ini akan laku karena produknya dibutuhkan pengunjung dan terjangkau. Aktivitas menenun tetap bisa berlangsung tetapi ada juga produk lain yang bisa dihasilkan. Saya mendorong ini karena melihat akan adanya kemajuan pariwisata di Sintang ini dan Betang Ensaid Panjang menjadi salah satu tujuan utama pariwisata di Sintang. Maka pengunjung akan membutuhkan oleh-oleh yang kecil dan mudah dibawa pulang. Dan mereka membutuhkan harga oleh- oleh yang terjangkau. Jadi pengunjung tidak hanya membeli kain tenun, juga membeli produk lain yang harganya terjangkau dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh,” tambah Yosepha Hasnah.


Desi dari Kalfor Project-UNDP menyampaikan bahwa pihaknya melihat jumlah penenun semakin bertambah dan jumlah pengunjung juga semakin ramai. “kami ingin memperkuat pengelolaan hutan di area penggunaan lain atau APL. Kami mendorong pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan rakyat di sekitar hutan. Kami ingin menyelamatkan hutan di sekitar perkebunan sawit tetapi masyarakat masih tetap bisa memanfaatkan hutan tersebut. Nah caranya adalah dengan pendampingan seperti ini. Masyarakat Ensaid Panjang ini kami lihat kompak. Jadi wisatawan yang datang tidak hanya mau lihat betang dan beli kain tenun saja. Tetapi juga beli produk lain seperti melihat dan mandi ke air terjun yang terdekat yang saat musim hujan ini sangat bagus,” terang Desi.

Nelson Tambunan sebagai vocal point program kehutanan juga mendorong agar tempat wisata Betang Ensaid Panjang juga ditambah satu tujuan wisata lagi sebagai sebuah paket wisata yakni wisata menuju hutan di sekitar betang ini. “sehingga tujuan wisata ke sini bisa bertambah dan Betang Ensaid Panjang semakin diminati wisatawan” terang Nelson Tambunan Rikardus Simbai Kepala Dusun Rentap Selatan menjelaskan di sekitar Betang Ensaid Panjang ada 5 kawasan hutan yang akan dijadikan tempat wisata. “Tiga hutan sudah ada surat keputusan Bupati Sintang sebagai lokasi eko wisata. Dan dua hutan belum di SK kan. Kami pernah buat jalan setapak untuk patroli dan menjaga hutan mungkin sudah tertutup semak. Mungkin bisa dibuat jalan yang lebih baik sekaligus sebagai jalur wisatanya. Air terjun Telaga Surat sekitar 3 KM dari betang ini. Dan dari titik parkir sepeda motor hanya sekitar 200 meter saja,” terang Rikardus Simbai.

Pinin Ketua BPD Desa Ensaid Panjang menyampaikan sangat mendukung pemanfaatan lima hutan sebagai lokasi eko wisata. “Tinggal dibangun jalur jalan kaki nya saja” terang Pinin. Fransiskus Sigit Ketua KPH Sintang Utara menyampaikan bahwa hutan di sekitar Ensaid Panjang harus dimanfaatkan tanpa mengganggu ekosistem yang ada. “kami senang masyarakat di sini sangat peduli dengan hutan di sini. Kami akan coba bantu melalui program yang ada ditempat kami misalkan menambah penanaman jenis tanaman yang bisa dikembangkan dalam hutan di sini,” terang Fransiskus Sigit 

Maryadi Camat Kelam Permai menyampaikan motif tenun ikat di sini sangat variatif sehingga sebenarnya sangat mudah dikembangkan ke dalam produk turunannya. “dan pangsa pasarnya lebih luas dan harga lebih terjangkau. Saya sangat semangat menyambut program ini. Tetapi saya ingin mendengar komitmen ibu-ibu penenun untuk menyambut program ini. Ibu-ibu bisa pilih produk apa yang lebih mudah untuk dikerjakan. Kalau memodifikasi dompet lebih mudah, silakan mulai dulu” ajak Maryadi.

Juanti (35) salah satu pengrajin tenun menyampaikan sangat tertarik dengan tawaran yang disampaikan Ibu Sekda. “sangat tertarik. Tapi harus didampingi sampai bisa. Jangan setengah-setengah. Mendampingi kami juga harus di betang ini. Bukan kami yang dibawa ke Sintang” terang Juanti. Sementara Paula Maina (42) pengrajin tenun yang lainnya juga menyampaikan ketertarikan dengan program yang ditawarkan oleh Ibu Sekretaris Daerah. “pasti maulah. Itukan hal yang baru dan sangat boleh dicoba,” terang Paula Maina. (Hms/Red)

Dewan Apresiasi Pembangunan PLTMH Sungai Puang Ketungau Tengah

Posted by On Oktober 27, 2019


SINTANG. Anggota DPRD Kabupaten Sintang Alpius mengapresiasi adanya program Pemerintah terkait pembangunan PLTMH di Desa Kayu Dujung Dusun Sungai Puang Kecamatan Ketungau Tengah. Dikatakan Alpius pembangunan PLTMH tersebut adalah merupakan tuntutan masyarakat dalam bidang kelistrikan, selaku wakil rakyat dirinya sangat berterima kasih kepada Pemerintah pusat yang telah menempatkan pembangunan PLTMH di Desa Kayu Dujung Dusun Sungai Puang. 

“Pembangunan PLTMH itu adalah merupakan tuntutan masyarakat kita di bidang kelistrikan. Selaku wakil rakyat saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah meletakan batu pertama yang dilakukan oleh Camat Ketungau Tengah beberapa waktu yang lalu, peletakan batu pertama ini adalah merupakan tahap awal dari proses pembangunan PLTMH tersebut, yang berkekuatan 20 kWh, jadi masyarakat yang akan menggunakannya nanti adalah masyarakat yang di wilayah terdekat, di Desa tersebut,” kata Alpius.

Dikatakan Alpius bahwa dengan adanya pembangunan PLTMH ini masyarakat akan merasa terbantu, sebab kebutuhan di bidang kelistrikan adalah merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat mendasar. Sehingga dengan adanya pembangunan PLTMH ini masyarakat sangat terbantu, dimana masyarakat dapat merasakan yang selama ini menjadi impian bagi mereka. Dirinya berharap kepada Pemerintah Pusat agar lebih mendorong program pembangunan di daerah perbatasan perbatasan.

“Harapan kita selaku wakil rakyat kita sangat berharap agar Pemerintah Pusat lebih mendorong program pembangunan kepada wilayah perbatasan, karena memang ini sesuai dengan nawacita Presiden yaitu membangun daerah tertinggal dan kawasan perbatasan,” ujarnya.

Menurut Alpius jika dibandingakan pembangunan di daerah perbatasan dengan di wilayah negara Malaysia sangat jauh berbeda, sebab di negara Malaysia semua pembangunan sudah terserap dengan baik sedangkan di daerah perbatasan masih belum merata. Oleh sebab itu dirinya sangat menyambut baik pada saat ini dengan adanya program Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah membangun wilayah perbatasan.

“Jika kita bandingkan pembangunan di negara kita dengan di negara Malaysia jauh berbeda, sebab di negara Malaysia semua pembangun terseral secara merata sepert pembangunan jalan, listrik, dan air bersih, kembali ke daerah kita pembangunan masih belum merata, oleh sebab itu kita menyambut baik program Pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah yang telah bersedia menempatkan pembanguan PLTMH di Desa Kayu Dujung Dusun Sungai Puang Kecamatan Ketungau Tengah,” tutupnya. (Andi)

Bupati Sintang Hadiri Pelantikan Pimpinan DPRD Sintang Periode 2019-2024

Posted by On Oktober 26, 2019


SINTANG. Bupati Sintang Jarot Winarno menghadiri Rapat Paripurna pengucapan sumpah dan janji pimpinan defenitif DPRD Kabupaten Sintang periode 2019-2024 di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Sintang, Jumat (25/10/2019), hadir juga dalam Rapat Paripurna tersebut, Gubernur Kalbar yang diwakili oleh Staf ahli Gubernur bidang pembangunan dan ekonomi Ir. Anna Verdiana Imam Kalis, Jajaran Forkopimda Kabupaten Sintang beserta Instansi terkait lainya, dan Ketua Pengadilan negeri Sintang Yogi Dulhadi, SH.,MH yang memimpin prosesi pengucapan sumpah/janji Florensius Roni sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sintang dan Jeffray Edward, SE,.M.Si sebagai Wakil Ketua satu DPRD Sintang.

Dalam sambutanya Bupati Sintang Jarot Winarno menyebutkan, bahwaAPBD Kabupaten Sintang tahun anggaran 2020 sudah menunggu untuk dibahas, selain itu juga terdapat banyak kebutuhan-kebutuhan regulasi lainya, baik bidang sosial, pembangunan maupun bidang lainnya. Jarot berharap dengan telah dilantiknya pimpinan defenitif DPRD Kabupaten Sintang periode 2019-2024, dan dengan sosok pemimpin yang masih muda dam fresh dirinya berharap agar kinerja DPRD Kabupaten Sintang semakin dinamis serta memiliki kontrol legislatif yang kuat agar pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan di Kabupaten Sintang on the right track dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


Dikatakannya, hingga saat ini Kabupaten Sintang masih memiliki isu strategis oleh sebab itu sangat dibutuhkan kinerja Pemerintah Daerah yang optimal, tingkat kesejahteraan masyarakat dan produktifitas ekonomi masyarakat perlu ditingkatkan serta pembangunan di bidang infrastruktur dasar. Oleh sebab itu ia berharap agar hubungan antara DPRD Sintang dan Pemerintah Daerah sapat berjalan dengan baik salam mensukseskan pembangunan di Kabupaten Sintang, sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah DPRD wajib memberikan dorongan serta pengawasan kepada Pemerintah Daerah.

Dikatakan Jarot, Keberadaan pimpinan DPRD Sintang, diharapkan dapat mendorong terwujudnya kinerja para anggota DPRD yang dinamis dan optimal dalam melakukan tugas sebagai wakil rakyat. Ia memegaskan afar keberasilan yang telah dicapai untuk dapat di pertahakan serta ditingkatkan. Pekantikan pjmpinan defenktif DPRD Kabupaten Singang i i adalah merupakan senuah momentum yang aangat di tunggu-tunggu, sebab tanpa pimpinan DPRD dan alat kelengkapan maka secara lroses regulasi akan mengalami stagnasi terlebih dengan perkembangan APBD Kabupaten Sintang terlebih APBD Kabupaten Sitang yang berkembabg dinamis baik secara sosial dan ekonomi.

“DPRD sebagi mitra kerja Pemerintsh Daerah inilah saatnya kita bersama-sama merealisasikan keinginam, aspirasi, harapan, kepentingan rakyat yang susah memebrikan kepercayaan dan amanah kepada kita, saya mengajak selurub kompenen bangsa agar merubah dukungan rakyat menjadi sebuah kepercaraan, dan dari kepercayaan itu berbuah kesejahtraan rakyat,” ungkap Jarot. (Andi)

Bupati Sintang Jadi Irup Peringatan Hari Santri

Posted by On Oktober 26, 2019


SINTANG Bupati Sintang dr H. Jarot Winarno, M. Med. PH menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Ke 5 Tahun 2019 di Halaman Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang pada Sabtu, 26 Oktober 2019. Bupati Sintang dalam amanatnya yang membacakan Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Sejak Hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema "Dari Pesantren untuk Indonesia", tahun 2017 "Wajah Pesantren Wajah Indonesia", dan tahun 2018 "Bersama Santri Damailah Negeri” papar Bupati Sintang.

“Meneruskan tema tahun 2018, peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.


Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia” terang Bupati Sintang.

Bupati Sintang menambahkan bahwa setidaknya ada sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Pertama; Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara, tercetusnya Resolusi Jihad 1945, hingga melawan pemberontakan PKI. Misalnya, tidak lepas dari peran kalangan pesantren.

Sampai hari ini pun komitmen santri sebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar. Sebab, mereka masih berpegang teguh pada kaidah hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman). Kedua; Metode mengaji dan mengkaji. Selain mendapatkan bimbingan, teladan dan transfer ilmu langsung dari kiai, di pesantren diterapkan juga keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas mazhab.

Tatkala muncul masalah hukum, para santri menggunakan metode bahsulmasail untuk mencari kekuatan hukum dengan cara meneliti dan mendiskusikan secara ilmiah sebelum menjadi keputusan hukum. Melalui ini para santri dididik untuk belajar menerima perbedaan, namun tetap bersandar pada sumber hukum yang otentik. Ketiga; Para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Ini merupakan ruh dan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sosial. Keempat; Pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri.

Lantaran jauh dari keluarga, santri terbiasa hidup mandiri, memupuk solidaritas dan gotong-royong sesama para pejuang ilmu. Kelima; Gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren. Seni dan sastra sangat berpengaruh pada perilaku seseorang, sebab dapat mengekspresikan perilaku yang mengedepankan pesan- pesan keindahan, harmoni dan kedamaian. Adapun alasan yang keenam adalah lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius.

Dialog kelompok membentuk santri berkarakter terbuka terhadap hal-hal berbeda dan baru. Ketujuh; Merawat khazanah kearifan lokal. Relasi agama dan tradisi begitu kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pesantren menjadi ruang yang kondusif untuk menjaga lokalitas di tengah arus zaman yang semakin pragmatis dan materialistis. Kedelapan; Prinsip Maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren.

Tidak ada ceritanya orang-orang pesantren meresahkan dan menyesatkan masyarakat. Justru kalangan yang membina masyarakat kebanyakan adalah jebolan pesantren, baik itu soal moral maupun intelektual. Kesembilan; Penanaman spiritual. Tidak hanya soal hukum Islam (fikih) yang didalami, banyak pesantren juga melatih para santrinya untuk tazkiyatunnafs, yaitu proses pembersihan hati. Ini biasanya dilakukan melalui amalan zikir dan puasa, sehingga akan melahirkan fiki.ran dan tindakan yang bersih dan benar. Makanya santri jauh dari pemberitaan tentang intoleransi, pemberontakan, apalagi terorisme.

Di samping alasan pesantren sebagai laboratorium perdamaian, keterpilihan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBS) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020, dimana bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan mengemban misi dan menyampaikan pesan- pesan perdamaian di dunia internasional. 

“Akhirnya kita juga patut bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri Tahun 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan Undang-Undang tentang Pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Dengan Undang-Undang ini negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya. Dengan Undang-Undang ini pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya,” tambah Bupati Sintang.

Sementara Drs. KH. M. Ghozali, M.H Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma'arif Sintang menyampaikan bahwa upacara hari santri ini diikuti oleh para santri yang berada di pondok pesantren yang ada di Sintang dan dan sekolah yang dikelola Yayasan Darul Ma'arif Sintang. “upacara dan pawai Hari Santri Nasional diikuti ratusan santri dan pelajar yang berasal dari ada dua pondok pesantren dan sekolah yang ada di Sintang dan Dedai. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang sangat potensial di masa yang akan datang. Kami sangat berharap peran santri akan semakin kuat dalam memajukan bangsa Indonesia,” harap Drs. KH. M. Ghozali, M.H.

Dalam upacara tersebut, kedatangan Bupati Sintang disambut drumb band, dan ratusan santri yang berjejer menyambut. Bupati Sintang juga saat menjadi inspektur upacara menggunakan kain sarung dan baju koko warna putih. Hadir juga dalam upacara tersebut, H. Usmandy anggota DPRD Provinsi Kalbar dari Partai Golkar, H Senen Maryono anggota DPRD Sintang dari Partai Amanat Nasional, pengurus dan pengajar di Pondok Pesantren. (Hms/Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *