Zonasi, Dinilai Rugikan Siswa Kurang Mampu Yang harus Masuk Sekolah Swasta

Posted by On Juni 30, 2019


SINTANG. Terkait penerimaan peserta didik dengan system Zonasi Anggota DPRD Sintang Welbertus meminta agar Pemerintah ikut mengawasi sistem zonasi tersebut, pasalnya penerapan sistem zonasi sudah lama diharapkan realisasinya dengan tujuan yang baik katanya 26 Juni 2019.

Tujuan utama dari system Zonasi ini tentu bertujuan sangat baik supaya peserta didik mendapatkan peluang yang besar untuk menjadi siswa di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya. Pihaknya sangat memberikan apresiasi kebijakan ini namun sisi yang cukup memprihatinkan adalah anak-anak yang tidak unggul dan memiliki kemampuan ekonomi yang terbatas sehingga masuk sekolah negeri kondisi ini yang menurut dia memaksa mereka ini bersekolah di sekolah swasta.

Sehingga menuntut mereka mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sementara diakui dia ada anak yang orang tuanya memiliki kemampuan finansial justru mendapatkan kesempatan sekolah negeri yang notabennya menghabiskan biaya tidak terlalu besar.

Dikatakannya, sekolah Negeri yang pada dasarnya tidak terlalu besar biaya yang perlu dikeluarkan ternyata diisi oleh anak-anak dari keluarga yang mampu secara finansial padahal idealnya pelajar yang berasal dari keluarga yang mampu secara finansial dapat bersekolah di sekolah swasta dengan demikian harapan dia akan memberikan kesempatan kepada anak-anak yang kurang mampu untuk dapat menjadi pelajar di sekolah negeri karena itu dia yakin dengan penerapan sistem zonasi tersebut dapat memberi sumbangan seluasnya bagi pelajar akan memperoleh layanan pendidikan yang sebaik-baiknya sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar penerapan sistem ini diawasi dengan sebaik-baiknya oleh pihak yang terkait terutama oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, pasalnya tentu saja hal ini perlu pengawasan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan sebagai lembaga yang menjalankan fungsi tersebut,ulasnya. (Red)

Sejumlah Kontraktor di Sekadau Keluhkan Persyaratan Lelang, Anggota DPRD Angkat Bicara

Posted by On Juni 30, 2019


SEKADAU. Sejumlah kontraktor lokal mengeluhkan paket lelang Puskesmas tahun anggaran 2019 di Dinas Kesehatan kabupaten Sekadau.

Pasalnya, ada indikasi persyaratan lelang tiga Puskesmas tersebut  dinilai mempersulit kontraktor lokal. Lelang itu sendiri sudah ditetapkan pemenangnya. Pekerjaan renovasi puskesmas Rawak, Puskesmas Sekadau Hilir dan Puskesmas Balai Sepuak semuanya dimenangkan oleh perusahaan asal Pontianak.

Masing- masing CV Nala Mitra Konstruksi memenangi lelang Puskesmas Rawak dan Sekadau Hilir, dan CV Anak Pulau memenangi renovasi Puskesmas Balai Sepuak. Anggota DPRD Sekadau, Liri Muri mengatakan ia menerima keluhan dari sejumlah kontraktor tentang sulitnya persyaratan dalam pelelangan tiga kegiatan tersebut.

"Lagi-lagi dinas kesehatan menggunakan kontraktor luar. Padahal sudah ada pengalaman bangun puskesmas menggunakan kontraktor luar, hasilnya puskesmas roboh," kata Liri (30/6) merujuk pada pembangunan Puskesmas Belitang yang roboh tak lama setelah dibangun. 

Terkait keluhan kontraktor lokal soal persyaratan lelang yang terkesan rumit, Liri menilai hal tersebut sengaja didesain sedemikian rupa karena pihak pelaksana pelelangan memahami keterbatasan kemampuan kontraktor lokal dalam memenuhi persyaratan tersebut. 

“Kontraktor lokal ini kan punya CV. Mereka bayar pajak. Sementara persyaratan lelang itu sulit dipenuhi kontraktor lokal sehingga untuk memenuhi persyaratan yang disyaratkan menjadi sulit untuk dipenuhi sehingga hanya orang-orang tertentu saja  yang bisa memenuhi syarat lelang itu. Sehingga untuk memenangi lelang tersebut sangat sulit,” ucap Liri.

Ia memaklumi pelelangan secara elektronik memang dapat diakses dan diikuti perusahaan dari mana saja, selama masih berkedudukan di Indonesia. Namun, ia juga menyayangkan tatanan lokal yang tidak diperhatikan. 

“Jangan ada kesan KKN, khususnya nepotisme. Apalagi mereka yang memiliki koneksi dengan kontraktor diluar Sekadau. Sementara orang lokal yang cari makan disini tidak dianggap. Ini artinya ada tatanan birokrasi yang tidak beres,” tegas Liri.

Ia menambahkan, pola-pola seperti itu tidak sejalan dengan visi misi yang diusung oleh bupati dan wakil bupati Sekadau yang “Maju, Mandiri dan Berdaya Saing”. “Bagaimana mau maju, mandiri dan berdaya saing kalau untuk cari makan saja dipersulit,” kecamnya. (Sudarno)


Buka Gawai Sub Suku Dayak Undau, Jarot Tancapkan Tiang Pembangunan Rumah Betang

Posted by On Juni 30, 2019


SINTANG. Agenda Gawai Dayak di Kabupaten Sintang pada setiap Desa masih terus berlangsung, salah satunya Gawai Dayak Sub Suku Undau di Desa Tertung Mau, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, pada hari Sabtu, (29/6/2019) dibuka secara langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno yang ditandai dengan pembukaan kain penutup tempayan yang berisikan minuman khas Dayak yaitu Tuak Pemali sekaligus melaksanakan penancapan tiang pertama pembangunan rumah betang adat dayak desa Tertung Mau.


Dalam kegiatan pembukaan gawai dayak, Bupati Sintang didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, H. Sudirman. Pada sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa kegiatan gawai ini sngatlah luar biasa karena didalamnya terdapat momentum mensyukuri warisan leluhur yang harus dilestarikan, “hari ini kita syukuri agenda tutup tahun sebagai momentum warisan nenek moyang yang sangat luhur, sehingga ini saya ucapkan luar biasa, mudah-mudahan rezeki semakin melimpah dan kita dapat menyongsong tahun depan lebih baik lagi”, kata Jarot.

Menurut Bupati Sintang bahwa hasil Musyawarah Adat Sub Suku Dayak Undau ingin memajukan sektor pertanian, “jadi mari kita bangun desa kita, kita sudah realisasikan apa hasil daripada Musyawarah Adat Sub Suku Undau pada waktu itu, dimana kita ingin memajukan sektor perkebunan pertanian di wilayah sub Suku Undau, agar kelestarian tersebut tidak menjadi sebuah ketertinggalan”, ucapnya.

Masih kata Jarot, bahwa dalam kegiatan gawai ini memiliki makna untuk saling menghargai satu sama lain, “nenek moyang kita mengajarkan bahwa adat mengatur kita dengan Tuhan, adat mengatur kita sesama manusia untuk saling menghormati, menghargai, kalau kita tidak diganggu maka tidak akan menganggu orang lain, maka kita hidup haruslah rukun,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Sintang menyampaikan pesan pembangunan dalam kegiatan pembukaan Gawai Dayak, “perlu diketahui, bahwa pada Bulan November 2018 lalu, Pemkab Sintang sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di wilayah ini, sebenarnya sudah dilelang akan tetapi terkait pilpres jadi kita tunda dan akan dimulai pelelangannya minggu depan, secara kontraktual saya fokuskan pada titik-titik kritis, yang harus dituntaskan, dengan harapan dapat memperbaiki jalan yang rusak, dengan demikian kalau jalan sudah bagus, baru kita fikirkan listrik untuk masuk ke daerah sini,” ucapnya.

Ketua Panitia Pelaksanaan Gawai Dayak, Bangun mengatakan bahwa kegiatan gawai dayak ini dilaksanakan selama dua hari yang bertujuan mensyukuri hasil panen dan tutup tahun, “kita selenggarakan gawai dayak sub Suku Undau ini dari tanggal 28 Juni 2019 hingga 29 Juni 2019, dan pada tanggal 29 Juni ini adalah puncak daripada kegiatan gawai dayak yang dimana sebagai gawai tutup tahun setelah habis panen yang dilaksanakan,” kata Bangun. 

Sementara itu, Kepala Desa Tertung Mau, Kadi berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sintang untuk dapat membantu hadirnya listrik di Desa Tertung Mau, “harapan kami listrik disini bisa masuk sampai ke Desa Tertung Mau, dan kemudian jalan masuk ke Desa kami perlu diperhatikan,” kata Kadi.

Setelah kegiatan pembukaan gawai dayak, Bupati Sintang bersama rombongan lainnya, melakukan pembukaan tuak pemali sekaligus penancapan tiang pertama pembangunan rumah betang adat Dayak di Desa Tertung Mau yang dialokasikan melalui dana Desa sebesar 150 Juta Rupiah. (Hms/Red)

Sutarmidji : Jadikan Olah Raga Sebagai Gaya Hidup

Posted by On Juni 30, 2019


PONTIANAK. Gubernur Kalbar H.Sutarmidji mengajakat masyarakat untuk menjaga kesehatan melakukan aktivitas dengan berolah raga, baik dengan berjalan santai maupun bersepeda, “Jadikan berolahraga sebagai gaya hidup serta merupakan salah satu kebutuhan kita." Hal tersebut dusampaikannya saat melepas Fun Bike HUT Bhayangkara dan HUT Bank Kalbar, berlangsung di Halaman Museum, Minggu (30/6).

“Dengan melakukan olah raya secara teratur dan kontinyu, maka akan Timbulnya rasa nyaman dalam tubuh otomatis akan membuat pikiran lebih tenang. Ketenangan pikiran ini ditambah dengan pemandangan baru yang Anda dapatkan saat bersepeda. Kondisi ini membuat penurunan tingkat stres dalam tubuh yang membuat kita semakin terasa sehat,” Tegas Midji.

Hadir dalam Fun Bike Wakil Gubernur Kalbar H.Ria Norsan, Sekretaris Setda Prov Kalbar, Forkopimda seperti Kapolda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Danlanal, Danlanu.Kejati, Ketua Pengadilan Tinggi Kalbar, Pejabat teras Polda Kalbar, jajaran Pimpinan Bank Kalbar serta Gubernur Jateng Ginanjar beserta istri. Pelepasan Fun Bike sekitar Pukul 07.00 wib.sebelumnya dilakukan pelepasan balon udara berhadiah doorpres dari Bank Kalbar.

Usai melepas Gubernur dan Wakil Gubernur serta Kapolda.Pangdam,Dan Lanu,Dan Lanal serta Gubernur Jateng ikut bersepeda hingga memasuki garis finis Fun Bike HUT Bhayangkara dan HUT Bank Kalbar, selain diikuti Jajaran Polda Kalbar dan Lanu serta masyarakat kota Pintianak dan kubu raya sekitarnya, dengan memberikan doorpres yang membuat masyarakat antusias mengikutinya seperti hadiah utama satu unit mobil Honda Brio, sepeda motor beat dan sepeda serta sembako, Kultas dan berbagai hadia lainnya. (Kn/Hms)

Jaring Puluhan Wanita Malam, Polisi Berikan Pembinaan

Posted by On Juni 30, 2019

                      Foto Istimewa

SINTANG. Sebanyak dua puluh perempuan yang di duga sebagai pekerja seks komersial (PSK) di kawasan jalan padat karya Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang terjaring razia yang digelar oleh petugas Polsek Sintang Kota pada Sabtu (29/06/19) pagi.

Para PSK tersebut diamankan saat menunggu pelanggan para lelaki hidung belang di beberapa sudut warung remang-remang. Kapolsek Sintang Kota Iptu Harjanto, SH. MH saat memimpin operasi pekat Kapuas 2019 mengatakan, dari pendataan yang dilakukan tercatat sebanyak 20 orang wanita yang di duga PSK dan selanjutnya dilakukan pendataan.

Petugas mencatat identitas diri dan alamat, lengkap dengan foto seluruh PSK yang berhasil dijaring. Dengan demikian, petugas akan mengetahui jika mereka kembali tertangkap dalam operasi lagi. Selanjutnya, semuanya kita minta untuk menandatangani surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Karena segala kegiatan prostitusi di Kecamatan Sintang jelas-jelas dilarang oleh aturan hukum dan ada sanksinya.Dari hasil pendataan, para PSK yang berhasil terjaring rata-rata berasal dari luar Kecamatan Sintang,” ungkap Kapolsek. 

Sementara itu, selesai pendataan dan pembinaan puluhan PSK tersebut kemudian diminta untuk tidak mengulangi lagi. Jika mereka kedapatan mengulangi perbuatannya, petugas akan menindak mereka dengan tegas sesuai aturan yang ada. (Imam)


Desa Kunyai Laksanakan Gawai Dayak Dengan Meriah

Posted by On Juni 30, 2019


SINTANG. Bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil kerja selama setahun, dan untuk menghormati para leluhur, masyarakat adat Desa Kunyai menyelenggarakan gawai adat di rumah Betang Dusun Rajang Begantung Desa Kunyai, kecamatan Sungai Tebelian, kabupaten sintang pada hari sabtu (29/6/2019).

Gawai adat Dayak ini dilaksanakan setiap setahun sekali seusai panen, dengan tujuannya adalah bentuk ucapan syukur atas rejeki yang diperoleh selama setahun bekerja, baik itu berladang ataupun pekerjaan yang lainnya, dan juga untuk menjaga dan melestarikan adat dan budaya para leluhur agar tetap terjaga, sehingga adat yang diwariskan pada anak cucu tersebut tidak tergerus oleh perkembangan jaman, sehingga bentuk ucapan syukur pada Petara (TUHAN) ini perlu kita apresiasi dengan kegiatan-kegiatan dalam bentuk adat dan budaya.

Gawai tidak lagi eksklusif hanya untuk komunitas Dayak, seperti ratusan tahun lalu, tetapi tradisi ini telah bermetamorfosa menjadi "pesta adat modern", yang membuat banyak orang dari berbagai etnis dan golongan menjadi satu, menikmati seni dan budaya warisan leluhur.

Kemeriahan gawai dayak ini dihadiri oleh masyarakat sekitar maupun tamu undangan lainnya, dan teristimewa adalah beragam kegiatan yang disuguhkan oleh panitia, seperti display budaya, tari-tarian maupun lagu-lagu daerah, dan tak kalah seru adalah minum tuak adat yang disimpan dalam tempayan tajau, dengan cara minumnya di suling dan dilanjutkan dengan antraksi dari Tariu Borneo. 

Helarius liuk selaku Kepala Desa Kunyai menjelaskan bahwa, gawai adat Dayak ini merupakan Moment untuk menjalin silahturahmi antar keluarga dan bahkan antar kampung, sehingga hubungan antar sesama menjadi sangat penting, serta juga sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya, yang perlu kita jaga bersama, ungkap Helarius Liuk.

Masih lanjut kades desa kunyai, kami sangat bersyukur dengan kegiatan gawai ini, karena sejak pemekaran dari desa induk, yaitu desa sungai ukoi bahwa masyarakat kami terus berbenah dan mampu membangun Rumah Adat Betang yang saat ini menjadi kebanggaan masyarakat Desa kunyai, yang dikerjakan secara gotong royong, dan ini berkat kekompakan masyarakat, sehingga sampai saat ini selalu melaksanakan gawai dengan meriah, dan kami juga mohon dukungan semua pihak, agar mau ikut berpartisipasi untuk kedepannya, ungkap Helarius Liuk.

Acara puncak kegiatan yaitu makan bersama di dalam rumah betang, dan dilanjutkan dengan hiburan rakyat yang menampilkan beragam kegiatan seni dan budaya, serta juga menampilkan beragam produk hasil karya masyarakat Desa Kunyai. (Tinus)

Syahroni, Soroti Minimnya Prestasi Olahraga di Kabupaten Sintang

Posted by On Juni 30, 2019


 
SINTANG. Anggota DPRD Kabupaten Sintang Syahroni, yang juga merupakan Ketua Komisi A DPRD Sintang menyoroti minimnya prestasi Kabupaten Sintang di bidang olahraga sepak bola.

Seperti baru-baru ini saat perlagaan Kompetisi U-15 Se Kalimantan Barat, Persatuan Sepak Bola Indonesia Sintang (Persista) yang menjadi salah satu Clup sepak bola di Kalbar, namun saat ini kedikdayaannya sekan hampir tenggelam. 

Menurut Syhroni, hal tersebut dapat dilihat dari empat tahun trakhir ini, dari berbagai event yang di ikuti di tingkat Provinsi, prestasi menurun drastis, ia menegaskan hal ini harus segera di evaluasi sehingga persista bisa bangkit kembali.

“Prestasi kita mandul empat tahun trakhir ini. Event beberapa kali di tingkat Provinsi kita selalu gagal, seperti Porprov, dan yang terjadi baru- baru ini kita sebagai tuan rumah sepak bola U-15 juga gagal,” kata Syahroni, saat ditemui media ini (28/06/2019) lalu.

Dirinya menyarankan agar pengurus Asosiasi PSSI Sintang dan seluruh elemen masyarakat dapat segera bangkit dengan melakukan perbaikan. “Nah harus bangkit dengan perbaikan di tingkat kepengurusan, pembinaan dan event-event yang ada itu dimaksimalkan dalam tahapan seleksi dan lain sebagainya,” sarannya. 

Ditambahkannya, yang terpenting dalam kepengurusan jangan ada kubu mengkubu, harus ada kerjasama dan kekompakan, agar bisa membangun kerjasama yang baik dalam menciptakan para pemain yang berkualitas! pungkasnya. (Andi)

Bahan Berita Dan Foto Bupati Sintang Jarot Winarno Lantik Pengurus Puspawaja Kabupaten Sintang Periode Tahun 2019-2024

Posted by On Juni 29, 2019

Berdasarkan hasil Musyawarah III pemilihan kepengurusan Pusat Paguyuban Warga Jawa(PUSPAWAJA) Kabupaten pada bulan Maret 2019 lalu, pada hari ini Sabtu,29/06/2019 pagi di halaman Indor Apang Semangai Stadion Baning Sintang dilaksanakan Tabliq Akabar , Halal Bihalal dan Pengukuhan Kepengurusan Puspawaja Kabupaten Sintang peride 2019-2024 dihadiri Bupati Sintang dr. Jarot Winarno,M.Med,PH, sekaligus melantik Pengurus baru terpilih Drs. H.Sutarno,M.M sebagai Ketua Puspawaja Kabupaten Sintang , Sekretaris Umum Sih Sarwodadi Teguh,S.Pd.Ind, dan Bendara Umum Subari pada periode Tahun 2019-2024. 

Pada kata sambutannya Bupati Sintang dr. Jarot Winarno,M.Med,PH, mengatakan, Susana silaturahmi dan halal bihalal umat muslim di Kabupaten Sintang hingga hari ini masih terasa seperti kegiatan halal bihalal yang dilaksanakan Puspawaja ini. “keakraban umat beragama di Sintang ini cukup bagus dalam kegiatan halal bihalal ini masyrakat muslim di Kabupaten Sintang ini juga masih terlihat dengan mengundang makan siang umat beragama lain dirumanya , ini membuktikan toleransi dan saling menghargai diantara umat beragama di bumi senentang ini sangat baik dan harus tetap selalu kita jaga” jelas Bupati Sintang dr. Jarot Winarno,M.Med,PH. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Siti Musrika mengatakan, dengan usia Puspawaja yang saat ini sudah empat belas tahun dengan tujuan melakukan kegiatan sosial budaya , ekonomi dan meningkatkan persatuan dan kesatuan sesama warga jawa dan membina kerukunan kelompok masyrakat lainnya semua suku dengan satu prinsip “Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung” Pengukuhan Kepengurusan Puspawaja Kabupaten Sintang peride 2019-2024 dan Halal Bihalal Pusat Paguyuban Warga Jawa(PUSPAWAJA) Kabupaten Sintang hari ini Sabtu,29/06/2019 yang dihadiri Bupati Sintang dr. Jarot Winarno,M.Med,PH ditandai dengan Penyerahan Pataka Puspawaja Kabupaten Sintang dari Ketua Puspawaja Periode 2015-2019 H. Sumarno kepada Ketua Puspawaja Periode 2019-2024. 

Pada kegiatan Tabliq Akbar, halal Bihalal dan Pengukuhan Kepengurusan Puspawaja Kabupaten Sintang peride 2019-2024 dan Halal Bihalal Pusat Paguyuban Warga Jawa(PUSPAWAJA) Kabupaten Sintang hari ini Sabtu,29/06/2019 juga dihadiri Danrem, Danyon, Kepala OPD, Tokoh Masyrakat, Tokoh Agama, Ormas pemuda, Ormas kelompok Etnis, suku agama, serta masyarakat.

Kapolsek Jangkang Berikan Arahan dan Penegakan Kedisiplinan Kepada Anggotanya

Posted by On Juni 29, 2019


SANGGAU-JANGKANG. Kapolsek Jangkang, didampingi oleh Kanit Provos Polsek Jangkang, melakukan penegakan ketertiban, dan disiplin, kepada Anggotanya, di halaman Mapolsek Jangkang, Jumat (28/06/2019).

Kapolsek Jangkang Iptu Rustamaji, bahwa tujuan dilakukan penegakan yersebut adalah agar para Anggota dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, dalam menjaga sikap terutama dalam hal kedisiplinan. Hal tersebut meeupakan pengaplikasian sebagai wujud ketertiban dan kedisiplinan Anggota Polri, dalam melakukan tugas penertiban kepadaasyarakat.

“Saya sangat berharap, dengan adanya, penegakan ini, Anggota Polri Khususnya Anggota Polsek Jangkang tidak melakukan pelanggarab sekecil apapun, Kita sebagai Anggota Polri harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tutur Iptu Rustamaji.

“Karena Polisi sebagai aparat penegak hukum yang harus Melindungi, Mengayomi dan Melayani masyarakat harus menjadi contoh dan keteladanan kepada warga masyarakat sehingga Polri kedepan semakin di cintai oleh masyarakatnya,” pungkasnya. (Kornelis & Andi)

Polda Kalbar Gelar Press Conference, Pengungkapan Kasus Dalam Operasi Pekat Kapuas 2019

Posted by On Juni 29, 2019


PONTIANAK. Kepolisian Daerah Kalimantan Barat merilis pengungkapan kasus dalam operasi pekat atau penyakit masyarakat Kapuas 2019 periode 17 – 27 Juni 2019 (11 hari). Berbagai upaya demi memelihara Kamtibmas tidak akan pernah ada habisnya. Khususnya terhadap perilaku-perilaku atau perbuatan yang termasuk dalam golongan penyakit masyarakat atau pekat.

“Oleh karena itu, Polda Kalimantan Barat menggelar kembali operasi Pekat Kapuas dengan tujuan untuk menindak para pelaku perjudian, miras, narkoba, premanisme dan prostitusi. Terhadap para pelaku ini selain dilakukan penegakan hukum juga dilakukan pembinaan. Operasi Pekat ini dilaksanakan selama 14 hari dimulai pada tangal 17 Juni 2019 hinga nanti selesai pada tanggal 30 Juni 2019,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH pada press conference pengungkapan kasus dalam operasi Pekat Kapuas 2019 di Mako Polda Kalimantan Barat.

Hingga pada 27 Juni 2019 atau sebelas hari pelaksanaan, Operasi Pekat telah berhasil mengamankan para pelaku tersebut yang hasilnya akan direlease dalam press conference ini. Adapun waktu pelaksanaan operasi sejak 17– 27 Juni 2019 (11 hari). Pelaksana Satgas Polda Kalbar dan Polres Jajaran Polda Kalbar.

Hasil pelaksanaan kegiatan itu jumlah total pengungkapan 1.528 kasus terdiri dari : narkoba : 105 kasus sajam : 60 kasus prostitusi : 516 kasus premanisme : 1.032 kasus perjudian : 92 kasus miras : 367 kasus petasan : 39 kasus Jumlah total pelaku 1.687 orang terdiri dari : proses sidik dan tipiring : 443 orang pembinaan : 1244 orang. 

Sedangkan barang bukti yang disita antara lain, sabu : 308 paket dan 119,48 gram, ekstasi dan Inex 85 butir, Miras 1.177 kampel arak putih, 1.002 botol berbagai jenis minuman keras, 97 ken arak putih, 12 buah dandang (untuk membuat minuman keras), Handphone : 111 unit, Kartu judi 116 set, sajam 55 bilah, senjata api rakitan 13 buah, uang 332.774.900 (Tiga Ratus Tiga Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Sembilan Ratus Rupiah), dan lain lain barang bukti seperti ranmor dan petasan.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH mengimbau kepada masyarakat, bahwa penyakit masyarakat harus diberantas melalui sinergitas antara penegak hukum dengan masyarakat, sehingga diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan seperti minum-minuman keras, prostitusi, perjudian, narkoba dan lain lain karena tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan tetapi juga merupakan tindak pidana.

“Tidak menjual atau mengkonsumsi minuman keras karena dapat merusak kesehatan bahkan kematian. Menjaga lingkungannya masing-masing melalui kepedulian dan perhatian untuk menciptakan suasana yang nyaman. Apabila menemukan pelaku penyakit masyarakat apalagi yang mengarah pada tindak pidana, jangan segan-segan untuk melaporkan kepada kepolisian,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
 
Rilis                     : Humas Polda Kalbar
Publis/Redaksi  :  Andi Suriyadi

Dewan, Minta Pemkab Percepat Pembangunan Fisik

Posted by On Juni 29, 2019


SINTANG. Menyikapi hasil dari pembahasan rapat kerja Badan Anggaran mengenai Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2018. Anggota DPRD Sintang Tuah Mangasih, mengatakan pihaknya akan memberikan beberapa catatan penting kepada Pemerintah Faerah dari hasil rapat kerja Badan Anggaran DPRD Sintang. 

Pihaknya meminta agar Bupati Sintang mengenai pokok-pokok pikiran Anggota DPRD yang sudah masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), untuk dapat di realisasikan melalui pihak terkait, dan mengaju pada pelaksanaan kegiatan fisik lainya. 

“Mengingat setiap tahun terjadi penumpukan kegiatan fisik pada triwulan keempat sehingga akan mengganggu arus pencairan keuangan yang ada di BPKAD maupun pencairan anggaran yang bersumber dari dana DAK, hal ini senantiasa terjadi pada setiap tahunnya,” kata Tuah.

Pihaknya, juga meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang untuk dapat meningkatkan kemampuan kinerja dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih baik profesional dan akuntabel.

“Kita berharap Pemerintah Kabupaten Sintang melalui inspektorat Kabupaten kedepannya untuk lebih giat dalam menyelesaikan persoalan piutang dan aset yang hingga saat ini belum selesai!” pungkasnya. (Andi)


Hadiri Gawai di Desa Kebong, Jarot Ajak Masyarakat Terlibat Aktif Festival Kelam Tourism

Posted by On Juni 29, 2019


SINTANG. Beberapa hari kedepan Kabupaten Sintang akan melaksanakan berbagai kegiatan atau event akbar, salah satunya Kelam Tourism Festival tahun 2019 yang di helat 8-14 juli ini.  Agar kegiatan tersebut berlangsung meriah masyarakat Kabupaten Sintang secara khusus masyarakat di kawasan Bukit Kelam harus terlibat aktif dalam event itu,  terlebih masyarakat di kawasan kelam memilik adat budaya yang sangat luhur.

“Saya minta masyarakat Kebung, Kelam Sejahtera dan Merpak harus aktif untuk terlibat langsung pada kegiatan itu karena sesungguhnya yang kita pertontonkan kepada dunia adalah masyarakat adat sekitar Bukit Kelam,” kata Jarot saat membuka Gawai Dayak Desa Kebong, Kecamatan, Kelam Permai, Jumat (28/6/19) siang.

Terlebih, lanjut Jarot, kegiatan Gawai seperti inilah kesempatan untuk menggali kembali atau menampilkan adat istiadat dan budaya yang ada dilestarikan dan dikembangkan sehingga saat pelaksanaan event kelam tourism festival dapat di tunjukan kepada khalayak ramai. 

“Kita masyarakat adat di mewarisi nenek moyang adat budaya yang luhur yang luar biasa, diatur cara kita manusia berhubungan dengan Yang Maha Kuasa dengan petara puyang Gana, kemudian diatur kita manusia dengan sesama manusia yaitu juga cara kita manusia berhubungan dengan alam sekitar kita jadi Inilah keutuhan adat kita,” ujar Jarot. 

Selain itu jarot juga menyampaikan bahwa pada tanggal 5 - 10 Juli 2019 atau beberapa hari lagi akan hadir TV BBC dari London, Inggris di Sintang yang akan meliput secara khusus 8 objek di Kabuten Sintang, salah satunya masyarakat adat kelam.

“Jadi mudahan memang bisa mereka lihat, mereka liput lalu kemudian disiarkan ke seluruh dunia bahwa kita masyarakat adat yang tinggal di kawasan Bukit Kelam ini memang memiliki adat dan budaya yang luhur,” ungkap Jarot.

Sementara itu Sekretaris DAD Kabupaten Sintang yang juga Kepala DPMPD Kabupaten Sintang Herkolanus Roni meminta moment gawai dayak inilah kesempatan untuk pelestarian adat dan budaya harus menjadi catatan Pemerintah Desa, jangan hanya kegiatan seremonial gawainya saja yang di lakukan.

“Pelestarian budaya yang saya maksud tadi pak bupati datang lalu di sambut dengan ompong kemudian ada tarian-tarian,nah hal ini harus tetap lestari dan dijaga keberadaannya oleh pemerintah desa,”pinta Roni.

Salah satu untuk menjaganya lanjut Roni, adalah Pemerintah Desa harus konsisten menganggarkan kegiatan-kegiatan untuk pembinaan sanggar-sanggar adat sehingga tetap lestari dan terjaga keberadaannya terlebih Pemerintah Daerah sudah menggeluarkan Perda nomor 12 tahun 2015 tentang pengakuan masyarakat adat dan lembaga hukum adat sehingga Pemerintah Kabupaten Sintang salah satu Pemerintah Daerah yang sudah memiliki regulasi yang mengakui keberadaan masyarakat hukum adat. Oleh karenanya pelestarian adat dan budaya menjadi hal yang nyata dilakukan oleh Pemerintah Daerah termasuk Pemerintah Desa.

“Pelestarian yang di maksud tentu ada kegiatan-kegiatan masyarakat adat yang harus tetap terjaga,misalnya pangkak gasing, lalu menumbuk padi, tarian tradisional yang tidak menampilkan kreasinya saja tapi bagaimana asli seperti apa adanya agar tetap kita lestarikan, sehingga dapat di lihat oleh anak cucu kita kedepannya,” tegas Roni.

Roni juga mengucapkan terima kasih karena Desa Kebong ini sangat pantas dan wajar ketika Pemerintah menyematkan sebagai desa mandiri karena salah satunya bisa di lihat adanya rumah betang yang memang di samping untuk kegiatan masyarakat adat juga digunakan untuk pertemuan-pertemuan lainnya.

“Ini menunjukan bahwa kita semua mencintai adat budaya kita yang tetap membuatnya menjadi lestari, mudah-mudahan desa di Kabupaten Sintang dengan dukungan bapak bupati tentu kita berharap semua desa secara konsisten juga melakukan pelestarian budaya tetap terjaga kegiatan-kegiatan yang dilakukan,” tutup Roni. (Hms/Red)

Pesparawi Ke IX Tingkat Provinsi, LPPD Sintang Siap Bersaing

Posted by On Juni 29, 2019

                          Terry Ibrahim

SINTANG. Dalam ajang pelaksanaan lomba Pesparawi tingkat Provinsi Se-Kalimantan Barat, LPPD Kabupaten Sintang, kembali mengirmkan peserta sebanyak 174 orang yang terdiri dari 162 Peserta dan 12 selaku pengurus. Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim, yang juga merupakan pengurus Lemmbaga Pengembangan Panduan Suara Daerah (LPPD) Kabupaten Sintang, mengatakan bahwa pihaknya turut membantu dan berkomitmen mebangunn kerjasama dengan Pemkab Sintang dalam membangun spiritual masyarakat di Kabupaten Sintang.

Hal tersebut dikatakan Terry saat menghadiri acara pelepasan Tim Pesparawi Kabupaten Sintang menuju Ketapang, Jumat (28/06/2019), malam di Pondopo Bupati Sintang, ia mengatakan bahwa LPPD Kabupaten Sintang siap bersaing dalam pelaksanaan Lomba nanntinya.


Menurutnya, menyanyi dalam hal ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan, dalam upaya meningkatkan keimanan, serta memupuk hubungan yang harmonis angar umat beragama dalam mewujudkan kesejahtraan masyarakat madani, menampung serta mengembangkan kreativitas umat Kristen di bidang seni suara dan musik gerejawi secara profesional, serta mengingkatkan kualitas mutu para penyanyi, dalam upaya meningkatkan kinerja LPPD Kabupaten Sintang.

“Pesparawi Ke IX Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019 akan berlangsung di Kabupaten Ketapang pada 1-7 Juli 2019. Kami sudah berlatih sejak bulan Maret 2019. Tim Pesparawi Kabupaten Sintang akan mengikuti 9 jenis perlombaan yakni Lomba Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Remaja Campuran, Paduan Suara Anak yang tahun lalu juara di tingkat provinsi dan nasional, Musik Pop Gerejawi, Vocal Group, Solo Anak Usia 7-9 tahun, Solo Anak Usia 10-13 tahun, Solo Remaja Putra, dan Musik Etnik,” jelas Terry.

Terry menyebutkan, peserta berasal dari pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, ada juga anggota Polwan, dan Hamba Tuhan serta umat Kristiani dari berbagai gereja. “Saya juga mohon kepada Bapak Bupati Sintang agar, kalau ada peserta dari Sintang yang meraih emas mohon Bupati Sintang memberikan reward. Kami akan berangkat pada Minggu 30 Juni 2019 menuju Ketapang menggunakan transportasi darat,” teranngya.

Ditambahkan oleh Bupati Sintang dr H Jarot Winarno, M.Med.,Ph, dirinya berharap kepada Tim Pesparawi Sintang bisa mendapatkan medali emas sehingga nantinya bisa berpartisipask pada Pesparawi di ti gkat nasional. Ia juga meminta agar Tim Pesarawai Sintang, tetap menjaga nama baik Kabupaten Sintang selama mengikuti kegiatan Pesparawi di Kabupaten Ketapang.

Jarot menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang akan mengurus Pesparawi ini dengan baik dan memperlakukan sama dengan pelaksanaan MTQ dan Pesparani. (Andi)

Dewan Apresiasi Putusan Mahkamah Konstitusi

Posted by On Juni 28, 2019


SINTANG. Dengan telah diselesaikan sengketa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI oleh Makamah Konstitusi, dengan melalui tahap demi tahap, telah berjalan dengan baik dan lancar. Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Sintang Heri Jambri, angkat bicara kepada media ini, Jumat (28/06/2019).

Ia mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kinerja Makamah Konstitusi (MK), yang mana telah menyelesaikan proses persidangan sengketa Pilrpres dengan bersih dan jujur, tanpa memihak kepada kubu manapun. Ia berharap semua masyarakat dapat menerima putusan MK yang telah diumumkan pada persidangan terakhir Kamis (27/06/2019) malam, yang telah menetapkan Kembali Pasangan “Jokowi-Ma'aruf” sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Priode 2019-2024.

Menurutnya, putusan MK adalah merupakan suatu keputusan yang patut dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia, meskipun berbeda pandangan politik dan berbeda pilihan dalam pelaksanaan Pilpres beberapa bulan yang lalu, hal ini menurutnya adalah sebuah warna dalam proses demokrasi. Ia, mengajak seluruh rakyat Indonesia, secara khususnya di Kabupaten Sintang untuk bersatu kembali, meskipun telah berbeda pilihan.

“Kita telah bersama-sama menyaksikan proses sidang senketa Pilpres dan kita telah mendengarkan hasil keputusan MK, mari kita hormati siapapun pemimpin kita patut kita hargai,” ujarnya. Lanjutnya, Proses Pilpres dan Pileg yang telah kita selenggarakan beberapa bulan yang lalu adalah proses, pembelajaran bagi kita semua supaga rakyat Indonesia semakin dewasa dalam berdemokrasi. (Andi)

PPDB Tahun 2019 Jenjang SMP Sederajat di Kota Depok

Posted by On Juni 28, 2019

DEPOK - Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019 - 2020 untuk jenjang SMP sederajat tahun 2019, melalui sistem zonasi dimulai pada 4 – 5 Juli 2019. Kemudian, jalur prestasi murni dan perpindahan orang tua siswa dimulai lebih awal, pada 27-28 Juni 2019. "Artinya, PPDB Tahun 2019 ini, merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 51 Tahun 2018. Yaitu Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, SMK, atau bentuk lain yang sederajat. Kegiatan ini, berazas objektif, transparan, akuntabel, non-diskriminatif, dan berkeadilan," Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohamad Thamrin, Kamis (27/6/2019), di Balaikota. Menurutnya, adapun setiap satuan pendidikan, diminta hanya menerima 32 siswa setiap rombongan belajar (rombel) per kelas. Hal tersebut dimaksudkan guna mengefektifkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). "Dengan PPDB melalui jalur zonasi ini terbagi ke dalam enam bagian. Yaitu zonasi reguler, siswa tidak mampu, inklusi (Anak Berkebutuhan Khusus), luar kota, Anak Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), serta prestasi lokal. Secara keselurahan, jalur berbasis perhitungan wilayah ini memiliki kuota sebanyak 90 persen," tutur Thamrin. Sedangkan untuk jalur zonasi, papar Thamrin yakni, konsepnya bukan siapa yang lebih dulu mendaftar dia yang diterima. Tetapi dihitung berdasarkan radius tempat tinggal dengan sekolah yang dituju. Kemudian, diranking secara otomatis oleh sistem teknologi informasi. Adapun skor zona, dimulai dari nilai 10 sampai 100. "Zonasi Reguler (kuota sebesar 50 persen). cara perhitungannya, nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) diakumulasikan dengan skor zona. Pendaftaran Zonasi Reguler dilakukan secara online. Syarat Zonasi Reguler ini yaitu, Surat Keterangan Lulus (SKL), Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), Kartu Keluarga (KK) asli sebelum 31 Januari 2019, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi yang sudah memiliki. "Jadi, bagi calon siswa lulusan sekolah di Depok, pendaftaran Zonasi Reguler bisa dilakukan langsung. Namun, bagi calon siswa lulusan sekolah luar Kota Depok harus melakukan pra-pendaftaran di SMP yang dituju, untuk mendapatkan Nomor PIN PPDB. Termasuk, bagi Calon Peserta Didik baru lulusan SD/MI dan lulusan Paket A sebelum tahun pelajaran 2018/2019. Adapun untuk calon siswa yang berasal dari sekolah luar negeri, dikatakan Thamrin, harus melampirkan surat keterangan dari kementerian dan seleksi dilakukan melalui tes penempatan oleh sekolah, atas izin Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok," paparnya. Thamrin menambahkan, bahwa siswa Tidak Mampu (Prasejahtera). Kuota jalur ini sebanyak 20 persen. Adapun syarat yang harus dilengkapi sama dengan zonasi reguler. Tambahannya, Fotokopi Kartu Indonesia Pintar (KIP)/ Kartu Perlindungan Sosial (KPS) atau kartu Program Keluarga Harapan (PKH) yang masih berlaku. "Namun, bagi yang tidak punya, bisa diganti dengan Surat Keterangan Asal Sekolah yang menyatakan tidak mampu, serta melampirkan hasil survei lapangan dari RT/RW setempat. Dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung jawab Mutlak Orang Tua/Wali bermaterai Rp. 6.000,- dan Surat Pernyataan Tidak Mampu/miskin Orang Tua bermaterai Rp. 6.000,-. Calon siswa diharuskan membawa dokumen asli, hanya untuk ditunjukkan kepada petugas pendaftaran. Semua berkas dimasukkan ke dalam map berwarna kuning," pungkasnya. Menurutnya, bahwa bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kuota jalur ini sebanyak 5 persen. Persyaratan pendaftaran melalui jalur ABK adalah, hampir sama dengan zonasi reguler. "Namun ditambah dengan, Hasil Pemeriksaan Psikolog dari Lembaga yang terakreditasi dan Surat Keterangan dari sekolah asal, Surat Pernyataan Tanggung jawab Mutlak Orang Tua/Wali bermaterai 6000,-. Berkas dimasukkan ke dalam map berwarna merah. Slanjutnya, bagi anak Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Kuota jalur ini sebanyak 5 persen. Persyaratan pendaftaran melalui jalur ini hampir sama dengan zonasi reguler. "Namun ditambah dengan, fotokopi Legalisir Surat Keputusan (SK) Tugas terakhir dari pejabat berwenang, Surat Keterangan dari Kepala Sekolah tempat orang tuanya bertugas. Berkas dimasukkan ke dalam map berwarna hijau," ujar Thamrin. Dia juga menerangkan, bahwa unruk jalur luar Kota Depok. Kuota jalur ini sebanyak 3 persen. Persyaratan pendaftaran melalui jalur ini hampir sama dengan zonasi reguler. Berkas dimasukkan ke dalam map berwarna coklat. "Sedangkan, untuk jalur prestasi lokal tingkat kecamatan dan kota. Jalur ini terbagi dalam dua kategori, yaitu prestasi akademik sebesar dua persen dan non akademik sebesar lima persen. Calon siswa juga harus mengikuti uji kompetensi pada 8-9 Juli 2019. Adapun bagi pendaftar dari luar Kota Depok, pendaftarannya lebih awal, yaitu 27-28 Juli 2019," ujar Thamrin. Dia menambahkan, bahwa sistem penilaian lomba dibagi dua kategori. Yaitu Individu dan grup (tim). a) Skor perlombaan kategori individual, terbagi dua, yaitu perlombaan yang diselenggarakan Kemendikbud/Kemenag dan perlombaan dari induk organisasi dan di luar Kemendikbud/Kemenag. a.Kejuaraan dari Kemendikbud/Kemenag Juara 1 Tk. Kota/Kabupaten 12 Juara 2 Tk. Kota/Kabupaten 9 Juara 3 Tk. Kota/Kabupaten 6 Juara 1 Tk. Kecamatan 4 Juara 2 Tk. Kecamatan 3 Juara 3 Tk. Kecamatan 2 b.Kejuaraan dari induk organisasi dan di luar Kemendikbud/Kemenag Juara 1 Tk. Kota/Kabupaten 5 Juara 2 Tk. Kota/Kabupaten 4 Juara 3 Tk. Kota/Kabupaten 3 Juara 1 Tk. Kecamatan 1 b) Skor perlombaan kategori beregu, terbagi dua, yaitu perlombaan yang diselenggarakan Kemendikbud/Kemenag dan perlombaan dari induk organisasi dan di luar Kemendikbud/Kemenag a.Kejuaraan dari Kemendikbud/Kemenag Juara 1 Tk. Kota/Kabupaten 8 Juara 2 Tk. Kota/Kabupaten 6 Juara 3 Tk. Kota/Kabupaten 4 Juara 1 Tk. Kecamatan 3 Juara 2 Tk. Kecamatan 2 Juara 3 Tk. Kecamatan 1 b.Kejuaraan dari induk organisasi dan di luar Kemendikbud/Kemenag Juara 1 Tk. Kota/Kabupaten 2.5 Juara 2 Tk. Kota/Kabupaten 2 Juara 3 Tk. Kota/Kabupaten 1.5 Juara 1 Tk. Kecamatan 0,5 Persyaratan pendaftaran melalui jalur ini hampir sama dengan zonasi reguler. Bedanya, menyerahkan Surat Keterangan Kepala Sekolah Asal berkaitan dengan sertifikat/piagam yang dimiliki calon siswa. Adapun untuk jalur Prestasi Akademik menyerahkan Sertifikat Hasil OSN/sejenis maksimal tingkat kota sementara jalur Prestasi Non Akademik menyerahkan Sertifikat hasil Olahraga, Seni,Pramuka/PMR/Paskibra/FLS2N/O2SN/FLLN/Loketa PAI/Pasanggiri dan sejenisnya maksimal tingkat kota. Berkas dimasukkan ke dalam map berwarna orange. Sistem Jalur Prestasi Murni Sistem jalur prestasi murni ini bebas dari sistem zonasi. Kuota jalur ini sebesar lima persen. Bagi calon siswa yang menggunakan jalur ini harus mengikuti uji kompetensi pada 1-2 Juli 2019. Adapun persyaratan khususnya, melampirkan Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN)/Madrasah dengan rata-rata minimal 9,0 (Sembilan koma nol), melampirkan Sertifikat prestasi minimal tingkat provinsi, Surat Pernyataan dari Kepala Sekolah Asal berkaitan dengan sertifikat/piagam yang dimiliki calon peserta didik, berkas dimasukkan ke dalam map berwarna biru. Sistem penilaian lomba dibagi dua kategori. Yaitu Individu dan grup (tim). 1. Skor perlombaan kategori individual a) Kejuaraan dari Kemendikbud/Kemenag Juara International 39 Juara 1 Nasional 30 Juara 2 Nasional 27 Juara 3 Nasional 24 Juara 1 Provinsi 21 Juara 2 Provinsi 18 Juara 3 Provinsi 15 Juara harapan Provinsi 13 b) Kejuaraan dari induk organisasi dan diluar Kemendikbud/Kemenag Juara International 14 Juara 1 Nasional 11 Juara 2 Nasional 10 Juara 3 Nasional 9 Juara 1 Provinsi 8 Juara 2 Provinsi 7 Juara 3 Provinsi 6 Juara Harapan Provinsi 5.5 2. Skor perlombaan kategori beregu a) Kejuaraan dari Kemendikbud/Kemenag Juara International 26 Juara 1 Nasional 20 Juara 2 Nasional 18 Juara 3 Nasional 16 Juara 1 Provinsi 14 Juara 2 Provinsi 12 Juara 3 Provinsi 10 Juara Harapan Provinsi 9 b) Kejuaraan dari induk organisasi dan di luar Kemendikbud/Kemenag Juara International 7 Juara 1 Nasional 6 Juara 2 Nasional 5.5 Juara 3 Nasional 5 Juara 1 Provinsi 4.5 Juara 2 Provinsi 4 Juara 3 Provinsi 3.5 Juara Harapan Provinsi 3 Thamrin juga mengingatkan, bahwa sistem jalur perpindahan orang tua Kuota jalur ini sebanyak 5 persen. Persyaratan pendaftaran melalui jalur ini hampir sama dengan zonasi reguler. Namun ditambah dengan, fotokopi Surat Keterangan Lulus asli dari sekolah asal, fotokopi Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dan Surat Keputusan (SK) Pindah Tugas. Berkas dimasukkan ke dalam map berwarna biru. Adapun dokumen asli hanya diperlihatkan kepada petugas. "Untuk diketahui, pengumuman PPDB SMP sederajat Tahun 2019 melalui jalur Zonasi akan berlangsung pada 10 Juli 2019. Adapun untuk jalur Prestasi Murni dan Perpindahan Orang Tua, akan dilaksanakan lebih awal 06 Juli 2019. Sementara pendaftarannya sendiri, bagi seluruh jalur, dilakukan pada 11-12 Juli. Dengan demikian, diharapkan pada 15 Juli 2019, sudah bisa dilaksanakan proses KBM. "Adapun daya tampung SMP Negeri Kota Depok tahun ini sebesar 6976 orang dengan total 218 rombel. Sementara SMP Swasta sebesar 19.359 orang dalam 588 rombel," imbuhnya. ADV

Bupati Buka Gawai Adat Mangku Benua

Posted by On Juni 28, 2019

Bupati Sintang dr. H Jarot Winarno membuka gawai adat tutup Peuma Tahun 2019 dengan Tema “ Mangku Benua” Yang Di Laksanakan di desa Topan Nanga Kecamatan Kayan hulu Pada Hari Kamis 27/ 6/ 2019 malam.

Bupati sintang, H. Jarot Winarno pukul gong sebanyak tujuh kali tanda di buka nya gawai Adat Mangku Benua dalam Acara Pegowai Tutup Tahun Peuma 2019 Desa Topan Nanga kecamatan kayan hulu,

Bupati,Gawai Merupakan Rasa Syukur Kita Kepada Tuhan yang maha kuasa atas apa yang telah kita peroleh dan rasakan dari alam yang telah menyediakan kehidupan bagi kita selama ini,
adat istiadat seperti ini sudah  turun temurun di lakukan dari para pendahulu kita  yang merupakan wujud syukur kepada tuhan yang maha kuasa  yang telah memberikan kehidupan kepada kita
dengan kegiatan gawai ini mari kita menjaga kerukunan sesama masyarakat,keseimbangan dengan alam sehingga mampu menciptakan suasana yang nyaman dan tentram saling menghargai dengan begitu mampu mempersatukan kita itulah kekuatan kita supaya kita saling berhubungan baik dengan benua dan alam yang harus kita lestarikan.

Jarot,dengan moment gawai ini mari kita ciptakan suasana yang tentram aman dan damai sehingga kita mampu bersatu dalam membangun desa kita lebih maju dan mandiri  Seperti kita ketahui di Desa Dopan Nanga ini mempunyai putra daerah yang menjadi pejabat pemerintahan di kabupaten sintang sudah saatnya  kita mambangun desa kita menjadi desa maju dan mandiri yang mampu mensejahterakan masyarakat topan nanga ini

Dengan tercipta nya suasana yang kondusif  kita dapat saling bahu membahu saling membantu dalam pembangunan,baik membangun sumber daya manusia maupun membangun infrastruktur  yang lain nya. Dengan begitu kita dapat memajukan desa kita dari ketertingalan dan kemiskinan.mengginggat di kabupaten sintang ini masih ada 42 ribu orang atau 10,23 porsen yang hidup dibawah garis kemiskinan,seperti yang kita ketahui bahwa penyebabnya yaitu kesadaran kita semua untuk membangun ekonomi kerakyatan yang mampu mensejahterakan masyarakat .

Syarifudin, Menjabat Sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum,Politik Dan Pemerintahan Juga Sebagai Pewaris Mangku Benua Keturunan Tertua Dari Pendiri Desa Topan Nanga yang pertama dan merupakan putra daerah dari desa topan nanga kecamatan kayan hulu

menurut sayarifudin dari bahasa dayak kebahan desa topan nanga istilah gawai di sebut pegowai dan itulah sebutan asli dari keturunan  pendahulu kita.memaknai gawai ini merupakan rasa syukur kita kepada tuhan yang telah membimbing dan memberikan rejeki kepada kita,selayaknya kita mengucapkan rasa syukur kita dengan mengadakan gawai dalam arti luas kita telah memperoleh rejeki yang telah di berikan alam kepada kita,

Syarifudin juga mengajak masyarakat desa topan nanga khususnya mari kita membangun desa kita bersama dengan kekayaan alam yang ada di desa kita,kita punya kekayaan alam yang dapat kita jadikan obyek wisata yang bisa kita jadikan modal untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat topan nanga ini sehinga tercipta hubungan baik antara kita sesama manusia dan alam. 

Paripurna Pengesahan Raperda Tentang LPJ APBD Tahun Anggaran 2018 Menjadi Perda

Posted by On Juni 28, 2019

 
“Penandatangan Pengesahan Raperda, Menjdi Perda”
  
SINTANG. Rapat Paripurna ke-7 masa persidangan dua DPRD Sintang, dalam ramgka penyampaian laporan badan anggaran dan pendapat akhir Bupati, serta permintaan persetujuan Anggota DPRD, terhadap hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2018, serta pengesahan menjadi Perda.

Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim, di ruang sidang DPRD Sintang, Jumat (28/06/2019) pagi.

Hal ini merupakan upaya menindak lanjuti pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Sintang, terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2018, yang disampaikan oleh masing-masing Fraksi pada Rapat Paripurna ke-5 DPRD Sintang, Kamis 13 Juni 2019 lalu. Terry Ibrahim, menyebutkan bahwa perinsip-perinsip pengelola keuangan daerah yang dikelola secara efektif serta taat aturan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, serta mewujudkan, defisientik, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggungjawab. 

“Dengan memperhatikan asas dan peraturan kepatuhan manfaat untuk masyarakat, hal ini merupakan komitmen kita bersama untuk selalu mengedepankan ketaatan kepada peraturan perundang-undangan, prosedur dan tertib subtansi sehingga untuk meminimalisir potensi permasalahan hukum dalam tahun anggaran 2019 dalam penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat utuh terintrigrasi bertahap dan berkesinambungan dapat tercapai secara optimal,” paparnya.


Ditambahkan, Tuah Mangasi selaku Juru bicara badan anggaran DPRD Sintang, menyampaikan bahwa rapat kerja badan anggaran DPRD Sintang bersama dengan Pemerintah Daerah dalan rangka membahas Rancangan Peraturan Daerah, tentang pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2018, telah di laksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

“Diantaranya, Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 pasal 320 ayat 1, sebagai mana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah, menyatakan bahwa Kepala Daerah menyampaikan Rancangan Perda tentang pertanggungjawaban APBD kepada DPRD dengan memberikan laporan keuangan yang di periksa oleh BPK paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir!” ujarnya.

Sementara itu Bupati Sintang Jarot Winarno, menjelaskan bahwa sejak tanggal 10 Mei 2019 lalu, ia telah menyampaikan materi laoran pertanggung jawaban, pelaksanaan APBD tahun 2018, oleh BPK RI kembali diberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sehingga ttujuh kali secara berturut-turut mendapatkan nilai terbaik tersebut.

“Dari laporan yang saya sampaikan, kemudian DPRD telah memberikan respon dengan menyampaikan pandangan umum, meninjau kelapangan, serta melakukan Rapat Kerja dengan OPD Pemerintah Daerah sejak tangal 11 hingga 27 Juni 2019,” kata Jarot.

“Pada akhirnya proses telah kita lalui bersama pada hari ini DPRD Kabupaten Sintang secara bulat telah memberikan perstujuan Raerda pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2018, serta penyampaian saran atau rekomendasi, apa yang kita capai hari ini adalah merupakan bukti nyata bahwa DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, mampu secara konsisten membangun kemitraan yang kunstruktif dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing,” tutup Jarot. (Andi/Red)

Bupati Sintang Hadiri Kegiatan HLH di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk

Posted by On Juni 27, 2019


SINTANG. Bupati Sintang, dr H Jarot Winarno, M.Med.Ph menghadiri kegiagan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2019, di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk, Kamis (27/06/2019).

Turut hadir para Pimpinan OPD Kabupaten Sintang, Camat Sepauk serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Di awal kegiatan ini dilakukan penanaman pohon jenis tanaman produktif oleh Bupati Sintang beserta Forkopimda kemudian dilanjutkan dengan mencicipi air dari Zero Mass Water yaitu teknologi merubah uap air menjadi air bersih layak minum.

Dalam kesempatan itu, Jarot menyampaikan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, disampaikan bahwa berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO), 7 juta orang meninggal karena polusi udara setiap tahunnya dan upaya untuk mengendalikan polusi udara sangat berkaitan dengan upaya untuk menata bumi menjadi lebih hijau dengan memperbanyak taman kota, membangun trotoar untuk pejalan kaki dan membangun jalur bersepeda.

Upaya-upaya tersebut mampu mengurangi polusi dari kendaraan bermotor. Selain upaya tersebut, Jarot menyatakan bahwa pemerintah juga telah mendorong upaya lainnya untuk menekan polusi udara seperti penerapan penggunaan bahan bakar yang lebih bersih dengan bahan bakar setara standar EURO 4 serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program penanaman 25 tahun seumur hidup dalam rangka menjaga kualitas udara, air, tanah dan ekosistem di bumi.

Jarot juga mengatakan bahwa secara umum kualitas udara dari tahun 2015-2018 terjadi peningkatan kualitas udara pada 6 provinsi yakni  Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Selatan. 

“Sedangkan pada wilayah Pontianak, Jambi, Palangkaraya, Padang dan Palembang, juga terdapat waktu-waktu tertentu udara tidak sehat karena kebakaran hutan dan lahan!” terangnya.

Ditambahkan, Lily Suryani, S.IP, M.Si selaku ketua panitia peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kabupaten Sintang mengatakan bahwa Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini secara nasional adalah “Biru Langitku, Hijau Bumiku”.

Adapun tujuan dari diperingatinya Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2019 ini adalah mengajak untuk mengendalikan pencemaran udara. Selain itu, sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah gerakan perilaku masyarakat kabupaten Sintang untuk melindungi bumi, mengajak untuk hadir bersama alam, menghargai pentingnya kesetaraan antara manusia dengan alam demi kelangsungan hidup penghuni bumi dan keindahan alam. 

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan launching Desa Ekowisata dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sintang, pembagian doorprize dan penyerahan secara simbolis bibit tanaman produktif. (Rilis Humas)

Bupati Sintang Pimpin Upacara “HANI” dan Hari Berkabung Daerah Kalbar

Posted by On Juni 27, 2019


SINTANG. Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH memimpin upacara peringatan hari anti narkoba internasional dan hari berkabung kalbar (peristiwa mandor) tahun 2019 di Kabupaten Sintang. Pelaksanaan Upacara tersebut dilaksanakan di Aula Pendopo Bupati Sintang, Kamis (27/6/19) pagi.

Turut hadir dalam upacara itu, unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, Sultan Sintang, unsur pimpinan OPD Kabupaten Sintang, jajaran BNN Kabupaten Sintang, TNI/Polri, pelajar, mahasiswa dan tamu undangan lainnya


Saat ditemui awak media usai upacara, Jarot mengatakan dirinya sangat percaya dengan upaya pencegahan dan penindakan yang di lakukan jajaran Polres Sintang dan jajaran BNN Sintang baik dari aspek pencegahan, penelusuran dan penindakan Narkoba di Kabupaten Sintang sudah membaik, apabila ada kendala maka akan selalu di bahas bersama-sama. Namun hal yang perlu di sadari bahwa tantangan saat ini semakin besar, terlebih lagi di kawasan Sungai Kelik, Ketungau Hulu akan di bangun PLBN. L

“Kemungkinan bisa sajaPLBN nanti dimanfaatkan untuk distribusi gelap narkoba oleh orang-orang yang tidak bertangung jawab yang ingin menghancurkan generasi bangsa, namun saya percaya baik itu Kepolisian, TNI dan BNN serta pihak terkait lainnya pastilah sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari agar hal tersebut tidak terjadi kedepannya,” kata Jarot

Selanjutnya dikatakan Jarot bahwa yang menjadi kendala dalam permasalahan Narkoba di Kabupaten Sintang ini belum adanya pusat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Untuk itu dirinya berkiinginan RSUD Rujukan Ade M Djeon Sintang yang luas area lahanya mencapai 20 hektar lebih di satu sudut yang indah di belakang rumah sakit tersebut dengan akses yang khusus bisa di buat tempat khusus rehabilitasi narkoba karena rumah sakit berkewajiban memberikan pelayanan kedokteran jiwa yang merupakan salah satu aspek rehabilitasi.

“Saya mengajak kepada masyarakat sipil yok kita buat tempat rehabilitasi, lalu kita sosialisasi bersama bahwa narkoba kalau sudah ditindak teman-teman Polres, penyidik sudah dikenai konsekuensi hukum yaitu jangan dianggap stigma lagi, kalau mereka lau kita jauhi, mereka berkelompok pada kelompok mereka lagi, mereka kambuh lagi, sehingga penindakan yang tidak disertai rehabilitasi tidak ada gunanya,” jelas Jarot.

Oleh karenanya, pusat rehabilitas tersebut sangat penting kata Jarot, kalau bisa tahun ini sudah di rumuskan bersama-sama dengan berbagai pihak. “saya punya pengalaman pribadi saya merehabkan 4 orang yang harus keluar kota sintang, bahkan saya dengar ada lagi pusat rehabilitasi di melawi malahkan”ungkap Jarot. Sementara itu terkait hari berkabung daerah kalbar atau yang lebih di kenal dengan peristiwa mandor, peristiwa tersebut kata Jarot akan selalu dikenang sebagai sejarah pahit dimana dalam peristiwa itu terjadi penculikan, penyiksaan hingga eksekusi mati secara sadis dari penjajah jepang terhadap para feodal lokal, cerdik pandai, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman, budayawan, hingga rakyat jelata, dari berbagai suku maupun agama.

“Hikmah untuk kita di balik musibah peristiwa mandor tersebut ialah kita harus membangun kembali para cerdik pandai, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman, budayawan yang sangat dibutuhkan kalimantan barat untuk bersaing di tingkat nasional dan bahkan internasional. sebab secara faktual, kalbar memang masih jauh tertinggal dari provinsi lain, baik dii bidang ekonomi, pendidikan, kualitas sdm dan lain sebagainya,” tandasnya.

Spirit berkabung yang dirasakan saat ini, pesan Jarot harus di transformasi menjadi energi aktual untuk mengambil langkah-langkah strategis mencapai kemajuan Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sintang di dalamnya. sejarah pahit itu harus menjadi cambuk untuk kita berlari kencang membangun Kalimantan Barat. Kabupaten Sintang sebagai pusat pembangunan wilayah Timur Kalbar memiliki peran strategis yaitu sebagai lokomotif perubahan masyarakat wilayah timur kalimantan barat.

“Oleh karenanya, langkah-langkah kemajuan yang kita rancang harus mampu melihat masa depan dengan segala dinamika tantangannya, siap mempertemukan semua potensi dan kekuatan yang dimiliki seluruh pelaku pembangunan serta menghubungkannya dengan cara kerja yang kolaboratif,”jelasnya. 

Menurutntya, hal itu harus disadari bahwa pilihan kita amat terbatas, jangan sia-siakan waktu, tenaga dan pikiran untuk banyak berdebat, apalagi yang memicu perpecahaan sesama anak bangsa. “mari kita fokus ke langkah nyata merealisasikan rencana yang ada, kita lakukan secara bersama-sama, serta dilengkapi saling mengisi satu sama lain atas dasar keseteraan, persaudaraan dan profesionalitas. saya pikir inilah cara trbaik masyarakat kalbar untuk bangkit dan mengejar ketertinggalannya dari provinsi lain di indonesia,”pungkasnya. 

Usai pelaksanaan upacara Bupati Sintang menyerahkan piagam penghargaan pada bidang P4BN Kabupaten Sintang yakni Kesbangpol, RSUD Ade M. Djoen Sintang dan Komunitas BELANTIK. Seyogyanya pelaksanaan upacara tersebut di laksanakan di Halaman Kantor Bupati Sintang, namun di karenakan hujan yang mengguyur Kota Sintang dan sekitarnya tak kunjung reda, upacara pun di alihkan ke Aula Pendopo Bupati Sintang. (Humas)

Sekda Sintang Buka Bimtek LPJ Dana Hibah dan Bansos

Posted by On Juni 27, 2019


SINTANG. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, dalam hal ini mewakili Bupati Sintang, membuka kegiatan Bimbingan Teknis atau Bimtek tentang Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), keuangan bagi penerimaan hibah dan bantuan sosial kepada kelompok masyarakat yang bersumber dari APBD Kabupaten Sintang tahun Angggaran 2019, yang digelar di Balai Ruai, Kompleks Rumah Dinas Bupati Sintang, pada, Kamis, (27/6/2019).

Dalam sambutan Bupati Sintang yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah menjelaskan perbedaan dana hibah dan dana bansos, “bahwa hibah adalah pemberian uang atau barang atau jasa dari pemerintah daerah kepada pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakat, yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukkannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat, tidak secara terus menerus yang bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah,” jelasnya.


“Dana bantuan sosial atau bansos adalah pemberian bantuan berupa uang atau barang dari pemerintah daerah kepada individu, keluarga, kelompok, dan atau masyarakat yang sifatnya tidak terus menerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial”, sambungnya.

Yosepha menegaskan bahwa dalam pengelolaan dana hibah haruslah jelas penerima dananya, “pengelolaan dana hibah dan dana bansos harus memperhatikan asas manfaat, keadilan dan kepatutan. bahkan alokasi hibah dan bansos harus dijabarkan dalam rincian objek belanja sehingga jelas penerima serta tujuan dan sasaran pengguna,” tegasnya. 

Yosepha berpesan, kepada semua penerima hibah dan dana bansos agar lebih berhati-hati dalam pemanfaatan dana, juga mampu memberikan pertanggungjawaban penggunaan dananya secara baik, benar dan transparan. “saya berharap, agar seluruh peserta selaku pengelola dana dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kesempatan ini, sehingga nantinya mampu menyusun laporan pertanggungjawaban yang sudah diterima sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, H. Henri Harahap mengatakan tujuan kegiatan Bimtek ini diselenggarakan untuk memberi informasi tentang pertanggungjawaban dana, “untuk memberikan informasi terkait proses tahapan pelaksanaan hibah dan bantuan sosial kepada kelompok masyarakat yang bersumber dari apbd kabupaten sintang ta. 2019, meningkatkan kemampuan serta keterampilan teknis penerima hibah dan bansos dalam menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan yang diterima,”katanya.

H. Henri menambahkan kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pengelola dan penerima dana hibah, serta meningkatkan sinkroniasi dan koordinasi para pihak dalam dalam pengelolaan keuangan bagi penerima hibah dan bantuan sosial kepada kelompok masyarakat yang bersumber dari “APBD Kabupaten Sintang,” tambahnya. 


Polres Sintang Bhakti Donor Darah, Sambut Hari Bhayangkara ke 73

Posted by On Juni 27, 2019


POLRES SINTANG. Jajaran Kepolisian Resor Sintang menggelar kegiatan bakti kesehatan donor darah, di Aula Polres Sintang Jalan Dr.Wahidinsudirohusodo Sintang. Kamis (27/06/19) Dalam bakti kesehatan donor darah itu, Urkes Polres Sintang bekerjasama dengan RSUD Ade M.Joen Kabupaten Sintang dan  Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sintang. Pada kesempatan itu Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi ,SIK, M.H juga turut serta langsung mendonorkan darahnya . 

Hadir juga Ketua Bhyangakari Cabang Sintang Ny. Indrie Adhe Hariadi, Para PJU Polres Sintang, Para perwira Polres Sintang, Pengurus Bhayangkari Cabang Sintang, Anggota Polres Sintang, Anggota Korem 121/Abw Sintang, Anggota Kodim 1205 Sintang juga Anggota Batalyon 642/Kapuas. 

Kapolres Sintang mengatakan selain dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke 73 tahun 2019, bakti kesehatan tersebut merupakan bentuk partisipasi sosial kepada yang membutuhkan darah. "kegiatan donor darah pada hari ini juga Polri bersinergi dengan TNI dalam menyambut Hari Bhayangkara semoga bermanfaat untuk kita dan masyrakat yang membutuhkan," ujar Kapolres.

Atas antusiasme personel Polres Sintang bersama TNI, Kapolres mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin, sehingga diharapkannya Polres Sintang bisa menjadi salah satu institusi penyumbang darah di Kabupaten Sintang untuk membantu PMI memenuhi kebutuhan stok darahnya. 

Sumber   : Humas Polres Sintang
Publis    : Andi Suriyadi

Bupati Sintang, Hadiri Gawai Adat di Desa Kayu Dujung Ketungau Tengah

Posted by On Juni 26, 2019


SINTANG. Bupati Sintang, dr H Jarot Winarno, M.Med.,Ph, menghadiri serta membuka Gawai adat syukuran lepas panen, di Dusun Binda, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Selasa (25/06/2019) malam. Turut hadiri dan memdampingi Bupati dalam acara tersebut Anggota DPRD Kabupaten Sintang Melkianus, Kadis Pekerja Umum Kabupaten Sintang beserta jajarannya, Kasat Pol PP beserta jajarannya, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, unsur Forkopimcam Ketungau Tengah dan tamu udangan lainnya.


Dalam sambutannya Jarot Winarno mengatakan sangat berbahagia bisa hadir dan membuka secara langsung Gawai Syukuran Lepas Panen di Dusun Binda ini. Karena menurutnya Gawai syukuran lepas panen tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas apa hasil yang di raih selama satu tahun berjalan.

“Kemudian syukuran lepas panen ini juga untuk merefleksi diri atau memikir ulang jika ada yang baik kita lanjutkan, kalau ada hal yang kurang kita perbaiki, sehingga mala mini kita patut bergembira, dalam suasana syukur kumpul dengan keluarga, dengan sanak saudara, dengan kaum kerabat dan dengan semua,” kata Jarot. 

Untuk itu dirinya meminta kegiatan seperti ini harus dilestarikan sehingga selalu menjadi agenda tahunan di Dusun Binda, dan juga untuk melestarikan adat dan budaya. Ia juga menyampaikan kepada masyarakat Dusun Binda dan seluruh masyarakat di wilayah Ketungau bahwa tahun ini wilayah Kecamatan di Ketungau mendapatkan porsi pembangunan yang cuakuk besar, namun di priosritaskan untuk menyelesaikan pembangunan jemabatan ketungau II dan jembatan lainnya.

Jarot meminta kepada seluruh masayarakat Ketungau tidak mudah percaya kabar-kabar bohong atau hoax yang mengatakan bahwa progres pembangunan jembatan ketungau II di Ketungau tengah mengalamai kendala dan masalah beberapa waktu lalu.

“Jangan percaya hoax, berita-berita tidak benar, jembatan bermasalah, pembangunannya terhambatlah, hal itu tidak lah benar,” pesan jarot.

Karena saat ini, jelas jarot bahwa rangka baja Jembatan Ketungau II sudah tiba dari Jakarta dan tersimpan di workshop terlebih dahulu, begitu tiang jembatan sudah jadi maka rangka baja tersebut barulah di bawa ke lokasi pembangunan dan akan di pasang.

Jarot juga menyampaikan ruas jalan dari Sintang menuju Sungai Kelik tahun 2020 mendatang ditingkatkan statusnya menjadi ruas jalan nasional, maka jembatan ketungau II tahun ini harus sudah jadi. 

“Rangka baja bantuan dari menteri PUPR senilai 9,5 miliyar, biaya mobiliasi dari Jakarta sampai ke workshop di sintang sekitar 2 miliyar, jadi barangnya sudah di sintang, jadi sekitar 11 miliyar dari pak menteri pupr, kemudian tahun ini kita alokasikan 6,5 milyar untuk memasang rangka bajanya, di tambah 900 juta untuk mengangkut dari workshop di sintang ke lokasi jembatan, sehingga tahun ini jembatan tersebut harus sudah jadi, jadi masyarakat jangan percaya hoax atau berita tidak benar terkait pembangunan jembatan ketungau II,” jelasnya.

Selain jembatan ketungau II tersebut, Jarot juga menyampaikan bahwa tahun ini juga akan di bangun jembatan rangka baja di sungai sekapat, Paning jaya senilai 4,5 miliyar. “saya ingin dari mungguk lawang, kalau dia turun ke bawah ke sekajau, ke setekam, kalau keatas ke desa-desa lainnya lalu sampai ke paning jaya, kita di hadang oleh sungai sekapat, sehingga di sungai itu kita bangun jembatan rangka baja senilai 4,5 milyar tersebut,” katanya lagi. 

Kemudian juga tambah jarot, ruas jalan seputau sampai merekai itu ada sungai tabun yang jembatannya masih kayu makan akan di bangun juga jembatan rangka baja senilai 4,5 miliyar. “kita berharap ruas jalan parallel perbatasan pembangunannya masih terus berlanjut, kita berharap ruas-ruas jalan termasuk jembatannya yang menjadi tanggung jawab kabupaten bisa kita tuntaskan,”tutup jarot. 

Sementara itu ketua Panitia Gawai Syukuran Lepas Panen Dusun Binda, Atang Alexander mengatakan acara seperti ini sudah puluhan tahun sudah tidak di laksanakan di dusun binda, sehingga tahun ini di lakasanakan dan langsung mengundang Bupati Sintang. “Kami bersyukur sekali pak Bupati bisa hadir langsung ke tempat kami, sehingga bisa melihat langsung kondisi kami masyarakat disini,”ungkap Atang.

Atang menjelaskan bahwa tujuan dari pada gawai tersebut yakni untuk mempersatukan masyarakat dan melestarikan tradisi budaya yang ada karena sudah hampir punah. Atang juga menyampaikan kepada Bupati bahwa masyarakat di dusun tersebut berkeinginan adanya pembangunan tower telekomunikasi selelurar.

“Yang mana ketika kami mau berbicara dengan anak-anak kami yang sekolah jauh sangat susah, kadang-kadang kami manjat, cari kayu yang tinggi-tinggi, jadi kami mohon kalau bisa bangunkan tower buat kami disini,”pintanya. Atang juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang terus memperhatikan pembangunan di wilayah ketungau, hal itu sangat di dambakan masyarakat di wilayah ketungau.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa jaringan telekomunikasi selular selalu menjadi keluhan masyarakat di pedesaan. Hal tersebut pun terus di carikan solusinya oleh pemerintah. “apakah pakai bakti, paling bagus kalau memang BTS yang komersil yang di pasang dekat-dekat sini sehingga bisa menampung kebutuhan masyarkat untuk berkomunikasi,” pungkasnya

Rilis                 : Humas Setda Sintang

  • Editor/Publis : Andi Suriyadi

Pemkab Sangau Gelar Upacara Peringati “HANI”

Posted by On Juni 26, 2019


SANGGAU. Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, Pemerintah kabupaten Sanggau mengadakan upacara dihalaman Kantor Bupati Sanggau, pada Rabu (26/06/2019), Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi.Hadir dalam upacara teraebut ASN,TNI/Polri ormas dan Satuan Polisi Pamong Praja,serta Pelajar.

Dalam amanatnya Bupati Sanggau mengingatkan tentang bahaya narkoba yang sekarang sudah sangat luar biasa,jika dibiarkan akan dapat mengancam eksistensi generasi penerus bangsa kita kata Paolus Hadi.

Untuk itu, Pemkab Sanggau bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah merebaknya kasus Narkotika didaerah ini. Pemerintah lanjut Paolus Hadi, telah berupaya memberantas Narkoba seperti sosialisasi tentang bahaya mengunakan Narkoba ke masyarakat, terutama para pemuda,” tambahnya.

Selain sosialisasi, menurut Bupati, pemerintah juga membentuk Relawan anti Narkoba untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Bersama BNNK ,bahkan kita telah melakukan tes urine kepada pejabat OPD seperti yang kita lakukan selasa kemaren kata bupati, Kita inginkan semua ASN dilingkungan pemerintah kabupaten Sanggau baik itu staf maupun pejabat jangan coba coba mengkonsumsi narkoba,jika masih ingin menjadi ASN maupun swasta dilingkungan kabupaten sanggau ini.

Mari bersama sama, kita menjadi bangsa yang kuat, maju dan sejahtera dengan terbebas dari bahaya Narkoba,” imbuhnya. (Her)

Sumber : Kapuasrayatoday.com
Publis  : Andi Suriyadi

Melkianus : Gawai Adat Adalah Tradisi Suku Dayak

Posted by On Juni 26, 2019


SINTANG. Anggota DPRD Kabupaten Sintang Melkianus, dari Fraksi Golongan Karya turut mendapingi Bupati Sintang, menghadiri acara gawai adat syukuran lepas panen di Dusun Binda, Desa Kayu Dujung Kecamatan Ketungau Tengah, Selasa (25/06/2019) malam.

Melkianus, menyebutkan bahwa gawai adat syukuran lepas panen adalah merupakan budaya dan adat istiadat, turun temurun yang di lakukan oleh Suku Dayak. Dimana gawai adat ini adalah merupakan ungkapan rasa syukur, dimana telah melewati satu tahun sebelumnya, dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. 

“Tuk meh sigik asal adat kitak dayak, laban di tahun ti udah lalu kitai udah ngasai berekat ari petara, maya gawai tuk meh alai kitai besampi, ngau merik terima kasih ngagai iya,” ungkapnya.

Menurutya, gawai ini juga merupakan sarana yang telah dilakukan oleh Suku Dayak sejak dahulu kala hingga saat ini, meskipun di zaman era moderen ini, ia meminga agar adat istiadat serta budaya harus tetap di lestarikan.

Ia mengajak segenap masyarakat Dayak Ketungau, khususnya di Dusun, Binda, Desa Kayu Dujung, agar budaya adat istiadat syukuran lepas panen ini dapat di laksanakan setiap tahun dan menjadi agenda rutin, bebernya.

Sementara itu ketua Panitia Gawai Syukuran Lepas Panen Dusun Binda, Atang Alexander mengatakan acara seperti ini sudah puluhan tahun sudah tidak di laksanakan di dusun binda, sehingga tahun ini di lakasanakan dan langsung mengundang Bupati Sintang.

Atang juga menjelaskan bahwa tujuan dari pada gawai tersebut, yakni untuk mempersatukan masyarakat dan melestarikan tradisi budaya yang ada karena sudah hampir punah!” tutupnya. (Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *